Ridesharing, Salah Satu Solusi Cegah Kemacetan

Tahu tidak kalau sebuah survei memperlihatkan data yang menunjukkan kalau tahun 2022 nanti diprediksi akan mengalami kemacetan total?

Pernah nggak ngalamin telat meeting gara-gara kondisi jalanan yang macet luar biasa? Atau, telat datang ke acara penting keluarga? Atau, kesal bukan main karena nggak dapat parkir saat berkunjung ke mall? Ujung-ujungnya malah bikin kita berebutannya untuk mendapatkan lahan parkir? Selama hidup di Jakarta, kondisi seperti ini pernah saya rasakan.

Jelas saja, kondisi seperti ini bikin makan waktu. Artinya, banyak sekali waktu yang terbuang percuma kalau kita terjebak kemacetan. Survei yang dilakukan Uber selama Juli hingga Agustus 2017 terhadap 9.000 responden yang berumur antara 18 hingga 65 tahun di 9 kota besar se-Asia ini mengungkapkan lebih banyak fakta terkait mobilitas manusia di kota besar.

IMG_20171105_095711

Faktanya, menggunakan kendaraan pribadi di Jakarta ternyata tak senyaman kelihatannya. Sebanyak 84% pemilik mobil menyatakan kalau kerepotan terberat memiliki mobil adalah waktu yang terbuang karena terjebak macet. Selain itu, 60% responden menyatakan mereka kesulitan menemukan lahan parkir dan 45% mengeluhkan biaya parkir yang tinggi. Kemacetan di Jakarta ternyata membuat pengemudi mobil membuang waktu rata-rata selama 90 menit setiap harinya.

Parahnya, kondisi ini, dengan banyaknya masyarakat menggunakan mobil pribadi, yang isinya hanya satu orang, akan mengakibatkan Jakarta macet total di tahun 2022. Nah, lho!

Supaya kita semua ada bayangan untuk kondisi seperti ini, coba lihat video di www.unlockingcities.com. Video tersebut merupakan campaign #UnlockingCities yang digagas oleh Uber. Video tersebut bisa terlihat betapa keosnya, kondisi kota jika terjadi penumpukan yang menggunakan kendaraan mobil pribadi.

The Boston Consulting Group mengkaji potensi manfaat ridesharing bagi mobilitas urban. Temuan dari riset data transportasi yang dilakukan oleh the Boston Consulting Group menunjukkan dengan ridesharing sebenarnya bisa menurunkan 60% jumlah mobil dari jalanan. Hampir 2,5 juta kendaraan di Jakarta bisa dikurangi sehingga berpotensi menurunkan kemacetan dan kebutuhan lahan parkir. Atau dengan angka tersebut, Jakarta bisa mengalihkan area sekitar 14.600 lapangan sepakbola yang saat ini digunakan sebagai lahan parkir.

Kampanye untuk mempopulerkan budaya ridesharing dan membebaskan kota-kota di Asia, termasuk Jakarta dari kemacetan. Pada acara peluncuran kampanye ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memberi sambutan sebagai bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap inovasi untuk mengatasi masalah kemacetan Ibu Kota.

Kajian The Boston Consulting Group juga menunjukkan bahwa dukungan dari

pemerintah diperlukan bagi kota-kota untuk mendapat manfaat penuh dari konsep berbagi tumpangan. Pembatasan, seperti pembatasan penggunaan aplikasi untuk secara dinamis menyeimbangkan suplai dan permintaan serta menyediakan opsi transportasi; pembatasan kuota kendaraan; dan pembatasan biaya; dapat menghalangi diadopsinya konsep ridesharing secara lebih luas dan membatasi manfaat

ridesharing bagi sebuah kota.

Bisa dibilang, konsep ridesharing atau berbagi tumpangan bisa menjadi pelengkap penting untuk transportasi publik sebagai bagian dari solusi mengatasi kemacetan dan mengurangi kebutuhan lahan parkir. Dengan mengangkut lebih banyak orang dengan jumlah mobil yang lebih sedikit, kita bisa memaksimalkan potensinya, dan melakukannya bersama-sama.


Post Comment