Rahasia Si Kecil Tetap Sehat Meskipun Banyak Aktivitas


Saat kegiatan sekolah si kecil lumayan padat, salah satu hal yang sering membuat saya khawatir adalah kalau anak saya kecapekan dan kemudian sakit. Siapa yang juga pernah ngerasain seperti saya?

Anak kalian sudah selesai UTS belum? Duh, anak gue sakit, nih, sudah dua hari nggak masuk. Jadi terpaksa UTS susulan, deh. Kayaknya, sih, kecapekan gara-gara weekend ada les renang, lanjut ke nikahan saudara sampai malam. Besoknya seharian gue ajak piknik ke Kebun Raya Bogor. Berangkat sehat, pas pulang tahu-tahu malah demam,

Pesan di atas saya baca di salah satu WAG grup teman-teman sekolah dulu. Biasa, deh, WAG yang anggotanya ibu-ibu yang punya anak sekolah seperti saya, pasti isinya nggak jauh-jauh dari curhat masalah anak. Curhatan teman saya ini sepertinya memang sudah jadi makanan sehari-hari, ya? Bingung kalau anak sakit, padahal masih banyak aktivitas penting seperti ulangan yang perlu dilakukan.

Dilema kan jadinya! Anak mau ikut berbagai macam kegiatan, tapi kita ibunya takut anak kecapekan terus sakit.

Rahasia Si Kecil Tetap Sehat Meskipun Banyak Aktivitas-mommiesdaily

Curhatan ini pun akhirnya melebar ke mana-mana, salah satunya berbagi rahasia bagaimana menjaga kondisi anak tetap sehat di tengah aktivitasnya yang padat merayap.

Perhatikan porsi tidur

Anak lo masih suka tidur siang nggak? Apa malam-malam lo ajak begadang? Elo kan tidurnya suka kaya kalong, tuh, jangan-jangan anak lo ketularan juga,” tanya salah satu teman saya sambil guyon.

Sama dengan teman saya, saya pun percaya kalau tidur yang cukup adalah salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan, khususnya bagi bagi anak-anak. Porsi tidur ini tentu saja perlu disesuaikan dengan usia anak. Kalau merujuk rekomendasi dari The American Academy of Sleep Medicine yang sudah merilis pedoman tidur untuk anak-anak, usia anak sekolah, 6 sampai 12 tahun harus mendapatkan 9 sampai 12 jam tidur setiap hari. Jadi kalau anak mau sehat, jangan lupa perhatikan porsi tidurnya. Sudah cukup atau belum?

Ajarkan dalam memilih skala prioritas

Setelah resmi jadi anak kelas 2, kegiatan anak saya Bumi memang lebih padat. Dalam seminggu ada beberapa ekstrakurikuler yang ia pilih di sekolah. Belum lagi tambahan les renang saat akhir pekan. Mengingat aktivitasnya sudah cukup banyak, saya pun sejak dini mengajarkan anak saya untuk bisa menentukan skala prioritas. Jadi, kalau memang ada kegiatan tambahan, bisa dilihat lebih dulu apakah penting atau tidak.

Jangan lupa minum susu

Dancow--post-1200x628

Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan nutrisi anak tentu saja akan ikut bertambah. Termasuk kebutuhan kalsiumnya. Karena kalsium tidak dapat diproduksi tubuh, kebutuhannya harus dipenuhi dari makanan. Salah satu sumber kalsium yang baik adalah susu. Saat ini pilihan susu pun sudah sangat banyak, tapi yang jadi favorit anak saya itu DANCOW Futrigro UHT rasa coklat dan stroberi yang kaya Vitamin A, C & E untuk perlindungan anak. Belum lagi kandungan kolinnya yang membantu anak dalam proses belajar. Satu lagi yang paling penting, susu DANCOW Futrigro UHT praktis dibawa ke mana saja. Mau minum di manapun jadi lebih mudah.

Bagaimana dengan imunisasi dan vaksinnya

Biasanya, nih, ibu-ibu yang punya anak usia sekolah suka lupa dengan jadwal imuniaasi atau vaksinnya. Beda sekali saat anak masih bayi. Seminggu sebelum jadwal imuniasai kita sudah sibuk dan mencatat dalam kalender. Kalau sekarang? Padahal ini juga salah satu faktor penting, lho, untuk memastikan anak tetap sehat meskipun aktivitasnya padat. Jadi jangan sampai lupa untuk cek kesehatan si kecil secara berkala. Jadi sudah tahu belum jadwal imunisasi untuk anak SD?

Multivitamin

Makan sayur sudah, daging dan ikan juga sudah, termasuk dengan buah-buahan. Menurut saya, sih, nggak ada salahnya kalau anak-anak diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Yang perlu digaris bawahi memberikan mulitivamin ini nggak perlu kebablasan dan idealnya lebih dulu kondultasikan pada dokter anak. Kalau saya, sih, lebih senang memilih multivitamin yang alami, seperti madu.

Bagaimana dengan mommies lain menyiasati kegiatan anak yang super padat?


Post Comment