Tips Menjaga Anak yang Super Aktif

Saat anak saya lagi senang-senangnya berlari, melompat, memanjat segala barang yang bisa dipanjat, hati saya nggak pernah berhenti deg-degan, takut dia jatuh lalu kenapa-kenapa.

Tips Menjaga Anak yang Super Aktif - Mommies Daily

“Bunda, tadi Jordy jatuh, lagi main sama Dani!”

“Jordy, lari-larian, sih, ya?”

“Iya Bunda, lari-lari terus jatuh, deh!”

Cuplikan percakapan di atas, sudah jadi makanan sehari-hari saya sebagai ibu dari anak laki-laki berusia 3 tahun 3 bulan. Baru saja jatuh, tiga hari lalu, eh muncul lagi luka baru, karena sebab yang sama atau bisa juga berbeda.

Iya sih, saya tahu banget kalau anak seusia Jordy itu lagi getol-getolnya bereksplorasi dan sebaiknya dibiarkan saja, asal kita tetap mengawasi agar nggak lantas kenapa-kenapa. Tapi namanya juga ibu, ya kaaaan, tetap aja was-was kalau melihat Jordy lari kencang, ngeyel mau lompat dari tempat yang lumayan tinggi, segala sesuatu dipegang, duuuh! Mau ngelarang, kok ya juga nggak tega. Mau membiarkan, suka nggak tega juga sama hati saya yang nggak berhenti deg-degan, hahaha.

Selain itu, saya juga ngebayangin kalau jadi Jordy, lagi mau eksplorasi kemudian dilarang, itu pasti kesal banget.  Apalagi mengingat kata Alison Gopnik, dalam bukunya, The Gardener and The Carpenter, “Anak menjadi lebih berkembang ketika mereka diberi kebebasan untuk bereksplorasi.”

Makanya, saya berusaha untuk membuat  fase eksplorasi Jordy berjalan aman. Saya pribadi, membekali si kecil dengan empat hal ini:

1. Imunitas + vaksin

IMO, kesehatan Jordy itu menjadi salah satu ‘pondasi’ utamanya untuk bisa beraktivitas dengan bebas.  Kalau badan sehat, mau ngapain saja bisa, iya kan! Makanya, asupan makanan sehari-hari Jordy benar-benar saya perhatikan. Saya mengusahakan, setiap hari, ada sumber karbohidrat, protein dan serat yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Dari segi kualitas kesegaran bahan mentah jadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Tapi masalahnya zaman sekarang, nggak bisa cuma mengandalkan asupan makanan saja. Secara sekarang penyakit makin ajaib dan lingkungan semakin buruk. Memberikan vaksin menjadi perlindungan berlapis yang paling masuk akal dari segi medis untuk saya. Menurut dr. Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog pertama di Indoneia, vaksin bukan untuk diri sendiri, namun juga untuk kepentingan lingkungan sekitarnya. Dengan cakupan imunisasi yang luas, maka akan semakin banyak orang yang terlindungi dan pada akhirnya suatu penyakit dapat dieradikasi (musnah total).

2. Beri kepercayaan

Mengizinkan anak eksplorasi, tapi masih nggak percaya kalau mereka bisa bertahan dengan caranya sendiri? Jatuh tanpa luka serius, udah panik dan segera dibantu berdiri. Pegang tanah, duduk di lantai, teriak-teriak kalau itu kotor. Susah kadang, tapi ya kita sebagai orangtua juga perlu belajar percaya dong sama anak! Misalnya Jordy pernah minta izin menyiram tanaman. Di awal kami sepakat, durasi menyiramnya nggak boleh terlalu lama. Selain hemat air, kasihan tanamannya, kalau terlalu banyak air, yang nanti malah busuk :D. Dan ya sudah, Jordy menikmati tugas barunya. Baju basah, kaki kecipratan tanah, ya gampang, tinggal mandi. Di luar dugaan, dia malah lebih tanggung jawab, inisiatif mematikan keran air, hihihi.

3. P3K is a must!

Kita nggak pernah tahu, apa yan menimpa si kecil dalam fase coba-cobanya. Di kasus Jordy, luka beset di dengkul dan tangan paling sering terjadi. Persiapan P3K di rumah, nggak bisa ditawar, takutnya dari luka kecil, bisa infeksi dan melebar kemana-mana.

Tips Menjaga Anak yang Super Aktif - Mommies Daily

Selama ini saya menggunakan Betadine Salep, sayangnya Jordy suka nolak, karena tekstur salep perlahan akan mencair dan meninggalkan noda di sekitar lukanya. Sudah gitu, harus pakai cotton buds waktu mengoleskannya. Beruntung sekarang ada Betadine Dry Powder Spray, tinggal semprot di daerah yang terluka. Formulanya cepat kering, dan karena sensasinya dingin, malah membuat Jordy suka ketawa geli. Praktis, cepat dan nggak bikin perih. Dari segi kemasan, juga memungkinkan dibawa kemana-mana. Senjata andalan untuk mommies yang punya anak super aktif.  Si Betadine Salep? Tetap saya gunakan, tapi untuk orang dewasa di rumah.

4. Practice makes perfect

Sesekali saya mengikutsertakan Jordy di kelas-kelas gymnastic balita. Pertimbangannya, mereka punya instruktur khusus anak untuk mendukung pertumbuhannya. Otot-otot Jordy yang sehari-hari kurang dimaksimalkan, bisa dilatih dan tidak kaku. Misalnya, bergelantungan di media tertentu, untuk melatih keseimbangan dan otot tangannya. Lalu, berjalan di balok, dan diberi contoh bagaimana mendarat dan teknik lompatan yang aman.  Dengan begitu, saat dia melakukan berbagai gerakan saat bermain, kemungkinan cedera dapat diminimalkan.

Nah, mau dong bagi tips mommies yang lain.


Post Comment