Mengenal Nipple Stimulation, dan Aturan Mainnya

Ada saja metode untuk merangsang kontraksi jelang kelahiran. Termasuk nipple stimulation. Eits, tapi, jangan sembarangan dilakukan, ya. Ada syarat dan ketentuan yang menyertai.

Mommies yang sudah mengalami masa kehamilan, pasti pernah mendapatkan berbagai saran terkait merangsang kontraksi. Khususnya pas menjelang trimester akhir, ya. Yang pasti sih, sensasinya rasa sakitnya, nggak pernah saya lupa, ya. Nasihat yang pernah mampir ke saya, antaranya:

“Sering-sering jalan, ya. Supaya membuka jalan bayi untuk lahir!”

Mengenal Nipple Stimulation, dan Aturan Mainnya - Mommies Daily

Atau, dokter kandungan saya, mengingatkan, di usia tertentu kehamilan, saya dan pasangan dipersilakan untuk berhubungan intim. Selain dua cara yang tadi saya sebutkan, ternyata ada satu cara lagi yang terbilang cukup lama. Sssttt, FYI yang satu ini saya baru tahu, sih mommies. Yaitu “Nipple Stimulation”, Agung Sunarko Putra, dr. SpOG, dari RSAL dr. Ramelan Surabaya bagian Obstetri Ginekologi, menyebutkan cara ini adalah rangsangan pada puting susu (dalam hal ini papilla dan areola ibu, yaitu puting beserta lingkaran coklat kehitaman di sekitar puting) dengan tujuan stimulasi hormon oksitosin untuk fungsi tertentu.

Dikatakan oleh dr. Agung cara ini terbilang cukup efektif, bahkan zaman dahulu merupakan metode yang terbilang populer. Tapi, harus diingat mommies, metode ini harus dilakukan tenaga profesional dan di tempat kesehatan. Jadi kalau ada tindakan emergency, bisa segera ditindaklanjuti.

Kapan nipple stimulation dilakukan dan bagaimana caranya?

Yang namanya merangsang kontraksi, sudah pasti di usia kehamian yang cukup, dong, ya. “Harus dipastikan usia kehamilan confirm dan sesuai rekomendasi terakhir usia kehamilan 39 minggu adalah yang terbaik untuk melahirkan bayi dengan luaran yang baik,”ujar dr. Agung.

Pertama-tama, saya mau disclaimer dulu, ya, mommies. Penulisan cara nipple stimulation ini, BUKAN UNTUK DITIRU DI RUMAH. Sebatas pengetahuan saja, karena seperti yang sudah saya singgung di atas, nipple stimulation hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, dan dilakukan di rumah sakit.

Jadi, menurut dr. Agung, nipple stimulation, “Dilakukan dalam sehari 3-4 kali selama masing-masing 10-15 menit dilakukan rangsangan/pijatan ringan pada payudara, terutama puting dan area coklat kehitaman di sekitarnya. Tidak disarankan melakukan stimulasi bersamaan pada kedua payudara karna dapat menimbulkan over kontraksi yang membahayakan. Sekali lagi hanya dilakukan di fasilitas yang bisa melakukan tindakan emergency segera,” tegas dr. Agung.

Selain itu, dr. Agung mengingatkan nipple stimulation tidak boleh dilakukan pada kehamilan yang berisiko. Seperti kehamilan yang berkomplikasi. Misalnya risiko keguguran, perdarahan, risiko prematur, dan lain-lain. 

Ada yang pernah kontraksi dengan cara ini? Boleh ya, tolong bagi ke kami ceritanya, mommies :)


Post Comment