Agar Anak Dapat Maksimal di Sekolah

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Urusan sarapan saya suka bawel ke Dhia. Ada nutrisi-nutrisi yang saya wajibkan Dhia untuk makan sebelum berangkat sekolah, karena alasan berikut ini….

Sampai detik ini saya masih suka bertanya-tanya, “Kira-kira kapan, ya, drama tentang makan sayur ini akan berakhir?” Sebab, sampai sekarang, Dhia masih saja hobi menyingkirkan sayuran dari piringnya. Malah sekarang udah makin pinter lagi negosiasinya. “Aku akan makan daging sampai habis, tapi sayurnya sedikit aja, ya. Karena aku lelah mengunyah keduanya.” Hmmmm…padahal dagingnya menggunakan daging giling!

Kenapa saya ngotot agar Dhia bisa menjadi pemakan sayur yang baik? Bukan gara-gara kalau ada orang nanya, “Anak kamu suka makan sayur nggak?” Lantas saya dengan bangga mengatakan, ” Anak saya senang sekali makan sayur.” Alasan terkuat saya ingin Dhia dan Gia makan sayur dengan baik adalah agar mereka mendapatkan semua kandungan vitamin dan mineralnya.

Dua buah penelitian membuktikan bahwa sayur dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, berkat kandungan lutein dalam sayur dan buah. Kedua penelitian yang dilakukan oleh Center for Nutrition, Learning and Memory di University of Illinois ini membuktikan bahwa pada anak usia 8-9 tahun dengan tingkat lutein tinggi, nilai tes mereka cenderung lebih tinggi, terutama matematika dan bahasa. Sementara, penelitian lainnya menunjukkan bahwa anak-anak dengan tingkat lutein tinggi memiliki kemampuan kognitif yang meningkat dan mampu menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.

Jadiiii, makan buah dan sayur bisa membantu Dhia konsentrasi saat belajar. Apa sih lutein ini?

Agar Anak Dapat Maksimal di Sekolah  - Mommies Daily

Lutein merupakan bagian dari karotenoid yang berkaitan dengan betakaroten dan vitamin A. Sehingga, makanan yang memiliki warna cerah, seperti orange atau hijau, menjadi sumber makanan yang mengandung lutein. Contoh makanan yang dimaksud antara lain brokoli, bayam, kangkung, jagung, jeruk, kiwi, zucchini, wortel. Banyak yang menganggap lutein sebagai ‘vitamin mata’. Ada juga yang menggunakan lutein untuk mencegah kanker usus besar, kanker payudara, diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung. Tidak salah, sih, mengingat sumber alami lutein berasal dari buah dan sayur yang memang banyak manfaatnya. Agar lutein lebih maksimal diserap tubuh, anak sebaiknya mengonsumsi sayuran bersamaan dengan makanan sumber lemak, seperti daging atau ayam.

Penelitian juga menyebutkan bahwa kuning telur juga mengandung lutein. Untuk jumlah yang disarankan, belum ada rekomendasi yang pasti berapa banyak makanan yang mengandung lutein harus dikonsumsi anak. Namun, selama anak mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan rekomendasi gizi seimbang, maka asupan lutein bisa tercukupi. Rekomendasinya makan sayur 3-5 porsi sehari dan buah 2-3 porsi sehari. Jangan lupa untuk memberikan buah dan sayur dengan jenis yang bervariasi.

Selain lutein, penelitian itu juga menunjukkan bahwa vitamin E berperan dalam meningkatkan kesehatan otak. Vitamin E yang terdapat di dalam kacang-kacangan, bisa menjadi pelengkap lutein dalam menjaga dan meningkatkan kinerja otak.

Sekarang tinggal pintar-pintarnya kita, nih, untuk mencari menu yang bisa menggabungkan semua zat-zat yang penting tadi. Kalau dilihat, sih, bahan-bahan makanan sumber lutein sangat mungkin dibikin menjadi makanan yang ‘ramah’ anak. Tinggal kita mau berusaha dan berkreasi atau tidak, agar anak mau menyantapnya tanpa argumen :D


Post Comment