Arisan, Masih Zaman Nggak Sih?

Arisan, salah satu ajang ngumpul yang banyak disukai Ibu-ibu. Tapi zaman sekarang masih banyak nggak sih, yang tertarik ikutan arisan?

Buat orang-orang yang sudah cukup kenal baik dengan saya, pasti sudah cukup ngeh, kalau saya tipe orang yang ‘mure’ kalau diajak ngumpul. Pernah suatu ketika, di salah satu WAG, temen-temen sedang merencanakan untuk ngumpul. Kemudian ada yang berkomentar, “Eh, kalau Adis nggak usah ditanya, ya, bisa nggak kalau ngumpul minggu ini. Dia kan anaknya gampangan, hahahaa..”

Ya, ada benarnya juga, sih. Selama memang anak nggak sakit, ngga ada kerjaan, dan sudah dapat ACC dari suami, plus dana buat ngopi-ngopi cantik masih, ada, saya nggak akan pikir panjang buat ngumpul-ngumpul.

Arisan - Mommiesdaily

Hobi ngariung bersama temen-temen seperti ini akhirnya sering dimanfaatkan untuk arisan. Dari pada cuma kumpul, ha ha hi hi nggak jelas, lebih baik dimanfaatkan buat arisan. Iya nggak, sih?

Beberapa waktu saya mulai kembali melakukan kegiatan ‘undian uang’ ini bersama teman-teman kampus. Tujuannya, sih, nggak terlepas dari menjalin silaturahmi pertemanan yang lebih solid. Intinya, sih, buat saya arisan ini jadi ajang senang-senang.

Ngomongin soal arisan, banyak orang yang bilang kalau arisan itu banyak manfaatnya. Tapi ada juga yang menganggap bahwa arisan kurang bermanfaat dan nggak begitu terlalu penting untuk diikuti. Menurut saya pribadi ada plus minus kalau kita ikutan arisan. Apa saja?

1. Ajang sosialisasi. Ini sih, jelas keuntungan utama yang saya cari. Kalau ikutan arisan, saya punya kesempatan untuk ketemu temen-temen, dari ini siapa tahu jadi bisa memperluas networking.

2. Punya stok tabungan atau barang. Setahu saya, sekarang ini arisan nggak hanya dalam bentuk uang cash saja. Mau barang elektronik, bisa. Mau logam mulia,bisa. Mau tas branded, juga bisa. Semuanya sih, tinggal kesepakatan bersama saja. Arisan ini mau dalam bentuk apa?

3. Saatnya menawarkan jasa atau barang yang kita punya. Nah, selain ajang kumpul, arisan ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjual apa yang kita punya. Suka bikin kue? Atau memang senang belanja make up atau fashion? Jangan lupa bawa barang tersebut saat arisan.
4. Menghilangkan stress. Saya selalu percaya, setelah ketemu dan kumpul dengan temen-temen, saya seperti dapat suntikan energi baru. Berbagai cerita dengan teman-teman bisa mengurangi beban pikiran.

Kalau ada yang menganggap arisan itu seperti menabung, sepertinya memang kurang tepat sih. Justru kalau arisan itu ibarat mencicil. Soalnya kau dilihat dari kacamata finansial, sebenarnya nggak ada manfaatnya dikarenakan arisan ini memang tidak ada bunga yang didapat.

Belum lagi kalau ingat sebenarnya arisan ini nggak ada payung hukum yang membawahinya. Artinya, ketika ada anggota yang nggak bertanggung jawab, dan nggak bayar arisan sementara dia sudah dapat arisan di awal, bisa repotkan?

Paling enak, sih, bisa dapat arisan di awal. Soalnya, bisa kita kelola dengan baik. Misalnya dengan menggunakan uang arisan tersebut untuk investasi. Sementara kalau dapatnya belakangan, dari segi ‘time value of money’ nggak aman berkembang. Contoh, nih, salam sebulan kita ikut arisan sebesar 1 juta rupiah. Saat mendapatkan uang arisan, jumlahnya hanya 12 juta rupiah. Sementara kalau uang tersebut kita manfaatkan untuk Reksa dana, jumlahnya tentu saja bisa berkembang.

Jadi gimana, mau tetep main arisan atau nggak?


Post Comment