Wajib Tahu, Penyebaran dan Pencegahan Virus HPV

HPV merupakan virus umum yang bisa ada pada setiap orang dan mudah menular, untuk itu nggak ada alasan lagi untuk tidak tahu bagaimana penyebaran dan pencegahan virus HPV.

Beberapa waktu lalu saya mewakili Mommies Daily datang ke acara yang dilangsungkan Kondom Sutram DKT Indonesia dalam rangka Hari Kontrasepsi. Waktu itu banyak sekali fakta menarik sekaligus menyedihkan yang dipaparkan oleh nara sumber yang hadir, salah satunya dr.Med Firman Santoso, Sp.OG, soal kanker serviks.

Selain mengajak para lelaki untuk lebih bertanggung jawab dalam berperilaku seks dengan menggunakan kondom, fakta lain yang saya anggap penting berkaitan dengan penyakit kanker serviks dan penyebaran.virus HVP. Maklum saja, penularan HPV 85 % dikarenakan hubungan seksual.

virus HPV

Sampai saat ini, kanker serviks termasuk pembunuh tertinggi. Padahal kondisi ini bisa kita cegah dengan beberapa cara, sehingga virus tersebut tidak perlu berkembangmenjadi penyakit kanker. Sayangnya, penyakit ini justru lebih banyak tidak dketahui kapan datangnya. Artinya, kanker serviks terjadi pada area leher rahim dan seringkali ditemukan pada stadium lanjut. Alhasil, harapan hidup pasien sudah semakin rendah. Fakta inii saya ketahui lewat pemaparan  dr.Med Firman Santoso, Sp.OG.

Jangan lupa pakai kondom

Saya sempat mendapatkan informasi yang mengatakan kalau penyebaran virus HPV, dapat tertular melalui dudukan toilet umum. Padahal berita ini jelaslah tidak benar. dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG menegaskan kalau virus HPV ” hanya bisa tertular melalui skin to skin contact. “Artinya, penularannya melalui vaginal seks, anal seks, dan oral seks, jadi bukan karena proses penularan virus HPV lewat dudukan toilet,” katanya.

Selama tidak adanya kontak kulit secara langsung, penularan virus HVP tidak bisa tertular. Untuk itulah spesialis kandungan ini mengingatkan bahwa cara terbaik untuk mencegahnya dengan membentuk pembatas agar tidak adanya kontak langsung saat proses berhubungan intim berlangsung, yaitu menggunakan kondom saat bercinta dengan pasangan.

Vaksin dan Pap smear

Selain itu cara pecegahan yang cukup efektif adalah dengan vaksinasi HPV yang bisa dilakukan sejak usia 9 tahun. Tidak hanya itu, dr Firman juga mengatakan kalau sel prakanker juga bisa ditemukan adalah dengan pemeriksaan pap smear.

Oleh karena itu pemeriksaan pap smear  ini perlu dilakukan secara rutin setiap tahunnya, apalagi kalau perempuannya  sudah berhubungan seksual secara aktif yang dilakukan pada hari ke 10-20 terhitung dari mulainya siklus haid.

Firman mengatakan, pada dasarnya virus HPV bisa diatasi dengan imunitas tubuh sendiri. “Kalau imunitasnya bagus bisa mencegah kanker, tetapi ada kondisi tertentu yang membuat virus ini berkembang jadi kanker, misalnya gizi buruk, penyakit autoimun, atau kena infeksi menular terus menerus sehingga infeksinya menetap,” paparnya.


Post Comment