Devita Syarief, Forum FDN Langkah Awal Mendirikan Crown Box, Sekaligus Belajar Menjadi Konsumen Cerdas

Devita Syarief (33), berhasil merintis Crown Box dan Bath Market, setelah 10 tahun bekerja. Apa, ya, pemicu ia bisa berani menjadi mompreneur. Dan bagaimana awalnya member FDN ini, berjodoh dengan forum FDN, hingga akhirnya kini punya dua bisnis sekaligus?

Saya pribadi selalu kagum dengan orang yang berhasil mewujudkan ide segarnya menjadi bisnis. Entah itu yang berawal dari bekerja kantoran lalu resign atau yang memang dari awal niat berprofesi sebagai pengusaha. Salah satunya Devita Syarief, atau akrab disapa Vita. Ibu dari Kenzo (5,5), dan Kimora (3,5), dulunya pernah bekerja sebagai pegawai Bank, 10 tahun lamanya. Karena sebuah kondisi, akhirnya memutuskan resign, dan ingin punya usaha sendiri.

Devita Syarief, Forum FDN Langkah Awal Mendirikan Crown Box, Sekaligus Belajar Menjadi Konsumen Cerdas - Mommies Daily

Vita juga tergabung menjadi member Female Daily Network, ia akui mendapatkan banyak manfaat dari sini, terkait dengan bagaimana ia memulai usahanya. Yuk simak, bagaimana sekelumit perjalanan bisnis perempuan lulusan STEKPI, dan penyuka warna turquoise ini.

Bisa tolong diceritakan mbak, bagaimana awalnya mulanya kamu membangun bisnis crownbox?

Awalnya mulanya, saya kan kerjanya di Bank, hampir 10 tahun. Suatu hari saya diminta pindah ke tempat yang macet banget. Sementara saya punya anak. Jadi saya memutuskan untuk resign. Sebelum resign itu, saya sudah punya link untuk eksport import barang, dari China, yaitu baju. Yang biasa dijual di butik-butik Hongkong dan Korea. Hanya saja, karena kendala quality control, saya hentikan bisnis ini.

Lalu saya sempat main ke forum Female Daily Network di 2010, awalnya hanya ingin cari sprei yang lucu untuk anak-anak, saya baru mau melahirkan waktu itu. Nah itu semua keluar informasinya, review tentang Female Daily, saya jadi mikir kan, apa ya Female Daily ini? Dan saya bergabung jadi membernya. Nah, ternyata ada thread Market Plaza. Di situlah, saya memulai buka pre order. Lama-lama, banyak yang minta barang yang ready stock, karena lama kalau PO. Dari itu saya juga jualan di IG. Crown Box-nya sendiri mulai dari 2013.

Thread apa yang bisa paling sering kamu gabung di situ?

Saya suka banget main di thread fashion dan tas. Dari situ mainnya ke thread make up dan skincare. Tapi yang paling banyak tuh, ke skincare.

Setelah sekian tahun, bergabung di forum FDN. Manfaat signifikan apa yang paling dirasakan?

Manfaatnya banyak banget, ya. Jadi saya kan kenal dengan orang-orang yang senang me-review barang. Jadi saya pun ibaratnya, ketularan. Kalau membeli suatu barang, nggak bisa sembarangan membeli. Memerhatikan dari mulai packaging sampai kandungannya. Dulu mungkin sebelum ketemu sama FD, beli barang hanya karena merk atau faktor lainnya. Sekarang kalau beli barang, cari dulu review-nya di FD, oke apa nggak. Sekaligus belajar untuk menjadi konsumen yang cerdas.

Devita Syarief, Forum FDN Langkah Awal Mendirikan Crown Box, Sekaligus Belajar Menjadi Konsumen Cerdas - Mommies Daily

Lalu kamu juga merambah menjadi soap maker, ya? Cukup unik dan nggak banyak sih yang menekuni bisnis ini, bisa tahu ceritanya?

Nah, ini juga gara-gara keseringan main sama member FDN. Kerjaannya ngeliatin kandungan suatu produk. Jadi awalnya, kalau kita mau menjual suatu barang, kita akan mencari tahu modal awalnya. Sebetulnya gara-gara ditolak mau jadi reseller. Jadi gemas sendiri, dan memutuskan untuk bikin saja sendiri. Pas tahu, oh segini toh, modalnya. Ya sudah deh, saya mulai mencoba bikin sabun sendiri. Selain sabun, juga ada bath care dan skin care.

 Ada nggak kiat bekerja tetap efisien, di antara kesibukan mbak yang lain?

Kalau saya, karena dari awal ingin fokus ke anak. Jadi saya harus investasi di sumber daya manusia yang benar. Supaya saya bisa mendelegasikan pekerjaan saya ke mereka.

Apa yang kamu biasa lakukan, saat lagi merasa stuck dengan pekerjaan?

Biasanya saya kalau sudah stuck nggak ada ide, adakalanya memang harus traveling. Dengan begitu kita bisa membuka wawasan. Punya ide-ide baru dan segar, mengembangkan produk kita dari berbagai elemen. Traveling juga jadi momen me time andalan saya,

 Ada nggak aplikasi andalan untuk me-manage pekerjaan?

Trelo, Droop Box untuk bagi pekerjaan. Pinterest, karena kita kan bisa save sesuatu untuk ide dan inspirasi.

Buku favorit tentang entrepreneur dan parenting yang sedang dibaca?

Untuk buku parenting, saya senang membaca buku yang berbau parenting ala Nabi Muhammad. Sementara kalau entrepreneur, saya lagi fokus di buku, Komunitas Tanpa Riba. Selain itu, juga lagi baca buku “Doa yang Tak Tertolak.”

Boleh kah dibagi kiat-kiatnya, kalau mau merintis usaha sesuai dengan passion?

Kalau saya dulu kan, sempat kerja selama 10 tahun di Bank. Punya perasaan, “Kok kayaknya nggak mungkin saya punya usaha sendiri.” Jadi saya memulai dengan mengikuti seminar Ippo Santosa dan Sandiaga Uno. Untuk akhirnya memutuskan untuk menjalani usaha. Salah satu insight yang saya dapat. Dengan usaha, segala macam ide yang ada di kepala kita, bisa dikembangkan, tanpa ada yang melarang. Selain itu, melalui usaha, kalau sedang nggak punya uang sama sekali, takutnya kan bulan depan terancam nggak bisa makan. Dari itu kita akan berpikir berulang kali bagaimana caranya menghasilkan uang.

Devita Syarief, Forum FDN Langkah Awal Mendirikan Crown Box, Sekaligus Belajar Menjadi Konsumen Cerdas - Mommies Daily

Di antara kesibukan kamu menjadi mompreneur, gimana nih mbak kiat-kiat menjaga quality time dengan kedua anak dan pasangan?

Kalau sama anak, mereka kan memang sekolah dari jam 8-12. Selama mereka sekolah, saya kerja. Setelah itu jemput. Dan setelah mereka sudah pulang, saya melibatkan mereka dalam pembuatan sabun. Untuk menimbang, membereskan botol-botol. Bahkan mereka bisa menentukan, mau sabun seperti apa, warnanya. Kalau sama suami, kebetulan dia juga sebagai partner kerja saya di Crown Box dan Bath Market. Jadi quality time-nya sudah terbangun saat menjadi partner kerja dan suami istri.

Tantangan membesarkan anak di zaman sekarang, dan bagaimana mengatasinya?

Kendalanya adalah rasa keingintahuan mereka yang besar dan kendala lainnya yang menurut saya paling sulit adalah porsi menonton TV dan main HP. Itu luar biasa, lho, perjuangannya. Jadi memang harus komitmen mengenai aturan gadget. Misalnya aturan yang saya berlakukan, boleh nonton youtube setelah melakukan tugas rumah.

Terima kasih Mbak Vita, sudah bersedia berbagi cerita dengan pembaca Mommies Daily, semoga ada yang terinspirasi menjadi mompreneur andal, seperti kamu, ya :)


Post Comment