4 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kulit Ibu-Ibu Cepat Keriput

Mumpung masih awal minggu, selain semangat fokus untuk urusan pekerjaan, gimana kalau fokus juga pada urusan kondisi kulit wajah?

Kalau yang namanya pertambahan usia memang nggak bisa kita cegah sih, ya! Sayangnya kita juga bukan highlander yang selalu muda terus, ahahaha. Tapi kalau mencegah datangnya keriput, flek hitam dan kulit kusam, itu masih lebih mungkin sih :D.

Mengatur pola makan dengan gizi seimbang sudah pasti, dibantu dengan pemakaian produk perawatan kulit juga, plus doa yang kencang, ahahaha. Ada satu lagi nih yang bisa kita jadikan perhatian, yaitu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang mungkin aja suka kita lakukan tanpa sadar.

Beberapa kebiasaan buruk di bawah ini ternyata memiliki peranan membuat kulit kita cepat keriput dan muncul noda hitam. Alhasil, kita kelihatan tua sebelum waktunya. Yuk, mari hilangkan kebiasaan buruk berikut ini.

4 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kulit Ibu-Ibu Cepat Keriput - Mommies Daily

Malas pakai sunscreen

Masih belum pakai sunscreen juga? Dih, ngeyel banget dibilangin. Saya aja udah berkali-kali nulis tentang pemakaian sunscreen. Tahu sendiri kan, malas pakai sunscreen itu akan merusak kolagen, elastin, serta sel kulit kita. Kulit yang dibiarkan ‘telanjang’ tanpa perlindungan akan mengalami penuaan dini. Kerutan akan cepat muncul, termasuk bintik hitam serta mungkin saja kanker.

Selalu oleskan sunscreen, atau tabir surya 20-30 menit sebelum terkena sinar matahari langsung. Pilih tabir surya yang bisa melindungi kulit dari sinar UVB (ditandai dengan nilai SPF) dan UVA (ditandai dengan nilai PA), atau biasa yang disebut dengan perlindungan spektrum luas (broad spectrum). Contohnya, dalam kemasan sunscreen akan tertulis SPF 30 PA ++.

Baca juga:

5 Area Ini Juga Membutuhkan Sunscreen

Hobi Begadang

Bukan rahasia lagi, kalau selama kita tidur di malam hari sel kulit akan beregenerasi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Itulah kenapa, rangkaian produk perawatan kulit di malam hari cenderung lebih banyak dan lengkap. Proses ini membuat kulit dehidrasi sehingga penting mengoleskan pelembap, cream malam, hingga serum di malam hari. Nah, buat mommies yang baru punya bayi, mungkin bisa tidur 8 jam di malam hari itu semacam halusinasi ya? :D

Diakalinya adalah dengan ikut tidur ketika bayi tidur. Walaupun ini juga kedengarannya sulit dilakukan (saya pun mengalaminya. Selain mencegah penuaan dini, tidur cukup membuat kita tetap waras karena terhindar dari kelelahan (halo, untuk mommies yang hobi nonton drama korea sampai pagi! Hahaha…)

Melewatkan sayur dan buah-buahan

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), melewatkan konsumsi sayuran dan buah sebanyak dua hingga tiga cangkir sehari, akan mempercepat tanda-tanda penuaan di kulit. Kenapa bisa terjadi?

Karena kita kekurangan antioksidan dan vitamin, yang jelas-jelas tersedia di dalam sayuran dan buah-buahan tersebut. Kedua kandungan ini membantu kulit melawan radikal bebas dan menjaga sel kulit kita tetap sehat. Cobalah untuk mencari buah-buahan atau sayuran yang banyak mengandung vitamin E, A, C, dan B3. Khusus untuk vitamin-vitamin tersebut, membantu mencegah kerusakan kolagen dan mempertahankan elastisitas kulit serta mengurangi hiperpigmentasi. Jadi, marilah mulai hari ini belanja sayur-sayuran berwarna gelap seperti bayam, paprika merah, jeruk, asparagus, jamur, atau bahkan ubi jalar.

Baca juga:

Kenapa Perawatan Anti Aging Perlu Dilakukan Sejak Dini?

Terlalu banyak mengonsumsi gula

Ini bukan berarti ngemilin gula pasir atau gula jawa, ya. Tapi lebih kepada makanan yang mengandung kandungan gula tinggi seperti makanan berbahan utama tepung. Jika kita mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi akan memicu peradangan di kulit serta timbulnya jerawat. Wow. Makanan yang manis-manis akan menyebabkan glikasi, sebuah proses saat molekul gula menempel pada kolagen. Akibatnya kolagen jadi tidak fleksibel dan memicu munculnya kerut pada kulit.

Jadi bagaimana? Masih mau meneruskan kebiasaan buruk di atas? Yuk, sama-sama kita rawat kulit kita dari sekarang, biar di masa depan saat anak kita sudah remaja pas jalan sama kita dikira kakak adik (halu harus maksimal, hahaha…).


Post Comment