Jangan Hanya Ke Suami, Lakukan Hal Ini Juga dengan Mertua Agar Hubungan Mesra

Ternyata menjaga hubungan baik dengan mertua ini nggak susah amat, kok. Malah, hubungan dengan mertua pun bisa mesra. Asalkan, kita tahu apa yang perlu dilakukan….

Hahaha…. Saya, kok, berasa sok tahu banget, ya, nulis soal hubungan antara menantu dan mertua. Bukan karena hubungan saya dengan ibu atau bapak mertua nggak baik, tapi lebih dikarenakan saya memang tidak punya kesempatan untuk mengenal ibu mertua. Seperti yang sempat saya tulis dalam artikel yang judulnya ‘Mertua’, ibunya pak suami memang sudah lebih dulu ‘berpulang’. Jauh Sebelum saya mengenal suami.

Syukurnya, meskipun nggak pernah tahu bagaiman hubungan dengan ibu mertua, saya masih punya kesempatan untuk mengenal dan mendapatkan figur ayah baru dari bapak mertua. Yang lebih membahagiakan, bisa dibilang hubungan kami cukup baik, kok. Nggak pernah ada cerita yang berkaitan dengan konflik yang bikin kepala pening. Umh, mungkin karena memang hubungan bapak mertua dan menantu cenderung lebih ‘manis’, ya? Entahlah.

Berdasarkan obrolan dengan beberapa teman dekat yang punya hubungan baik dengan mertua, termasuk ngobrol dengan psikolog keluarga, ternyata membangun hubungan supaya mesra dengan mertua nggak sesulit yang dibayangkan, kok.

Mertua-mommiesdailyl

Saya jadi ingat, dalam sebuah kesempatan saat ngobrol dengan Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, atau yang lebih sering sapa dengan Mbak Nina Teguh. Ia sempat mengingatkan bahwa sebagai menantu, kita  perlu kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi, termasuk memiliki pemikiran yang postitif.  Biar bagaimana pun, mertua itu kan orang tua suami kita sendiri, jadi nggak perlu, deh, berkonfrontasi. Hal kecil terlalu dibesar-besarkan. Ketika memang dirasa ada masalah atau hal yang mengganjal, lebih baik mengomunikasikannya lebih dulu dengan pasangan.  Toh, ujung-ujungnya memang untuk kebaikan hubungan dalam keluarga, khusunya dengan suami.

Menikah selama 8 tahun, termasuk belajar dari lingkungan terdekat termasuk hasil ngobrol dengan para ekspert. Saya mencatat, ada beberapa hal sederhana yang perlu dilakukan pada mertua.

Telepon secara berkala

Perlu diakui, intensitas saya bertemu dengan bapak mertua memang tidak terlalu sering. Soalnya, dibandingkan dengan teman saya, ada yang menjadwalkan untuk ke rumah mertua seminggu sekali. Sejak awal menikah, saya dan suami sebenarnya sudah sepakat, setidaknya melakukan kunjungan ke rumah mertua sebulan dua kali.

Kenyataannya, sih, kadang sulit direalisasikan, lantaran terbentur jadwal pekerjaan atau kondisi lainnya. Untuk mengakalinya, jangan lupa telepon secara berkala. Mertua itu juga happy banget, lho, mendengar perkembangan cucunya.  Meskipun nggak langsung ketemu, setidaknya komunikasi tetap lancar.

Nge-date

Maksudnya bukan nge-date berduaan aja, sih. Tapi memang selalu menjadwalkan untuk ketmu dan makan  bareng di luar rumah. Nggak perlu sebulan sekali juga, kok. Jadwalkan saja setidaknya tiga bulan sekali. Jadwal kencan seperti ini juga diperlukan untuk menghangatkan hubungan dengan mertua.

Curhat

Percaya, deh, mertua itu juga pengen update soal perkembangan anak dan cucunya. Jadi, nggak ada salahnya kok untuk curhat ke mereka. Tapi ingat, curhatnya juga dibatasi, ya. Nggak ada cerita, deh, untuk berkeluh kesah soal suami yang kurang peka, jatah bulanan yang kurang, suami yang sering marah-marah, atau hal lain yang justru mengeluhkan anak mereka, hahaha. Jadi, lebih baik cari topik yang lebih aman seperti curhat soal anak.

Berikan Kejutan

Selain memperlihatkan kalau kita punya rasa minat untuk ngobrol dengan melakukan berbincangan yang hangat dengan mertua, sesekali memberikan kejutan juga perlu.  Setidaknya saat mertua ulangtahun, atau memang ada occasion tertentu. Misalnya, saat kita melakukan perjalanan dinas, nggak ada salahnya untuk membelikan oleh-oleh yang sekiranya memang disukai mertua. Cara ini juga bisa memperlihatkan kalau kita memang memiliki perhatian dan kepedulian sama mereka. Ya, jangan cuek-cuek amat, gitu…

Ada yang mau menambahkan ‘resep’ lainnya? Boleh, lho!


2 Comments - Write a Comment

  1. kalau dari pengalaman saya sih susah2 gampang, apalg saya tinggal dengan mertua selama 2 tahun lebih.. hahaha.. paling gampangnya, inget kebaikan beliau aja jgn itungin jeleknya.. Mereka salah kita lapang dada blg maaf, kita yg salah lebih2 harus minta maaf ke mereka dan kalau lg berantem sama pasangan sebaiknya blg aja lg ga enak bdn (krn mereka bs baca raut muka kita), biar ga ketauan kalau lg ribut sama anaknya.. hihihi

    1. adiesty

      Hai Mbak…. hehheee…. iya, sih, aku ngga pernah punya pengalaman sampai tinggal di rumah mertua. Tapi bener juga, sih, agak repot juga ketika kita berantem sama suami. Tapi ada lho, temen aku yang suka curhat ke mertuanya kalau lg berantem sama suaminya :D

Post Comment