6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya

Fungsi rahim untuk perempuan dikatakan dinamis oleh dunia kedokteran. Karena memiliki fungsi reproduksi. Tapi bagaimana jika organ ini mengalami kelainan bentuk? Apa saja dampak yang mungkin dihadapi si pemilik rahim?

Di tengah diskusi hangat acara Mommies Daily bersama Andalan alat kontrasepsi beberapa waktu lalu. Perhatian saya sempat dicuri dengan perbincangan seputar kasus bergesernya alat kontrasepsi IUD pada rahim perempuan. Lalu sempat disinggung, salah satu penyebabnya adalah bentuk rahim pada perempuan itu berbeda-beda. Bahkan ada bentuk IUD khusus, yang didesain untuk bentuk rahim tertentu agar tidak bergeser dan berfungsi sebagai mestinya.

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies DailyImage: www.thehealthsite.com

Sebagai tim editorial yang sehari-hari haus akan ide artikel, perbincangan semacam ini pasti dong, menarik minat saya untuk menggali lebih dalam tentang bentuk-bentuk rahim. Selain itu, penasaran juga nih. Kalau ada bentuk dan fungsi yang normal, berarti jika ada struktur rahim yang nggak normal, apakah juga berpengaruh para fungsinya?

Dari segi fungsi, dr Azami Denas ,SpOG dari Divisi uroginekologi rekonstruksi Departemen Obstetri Ginekologi, Universitas Airlangga/ RSUD dr Soetomo Surabaya, menyebutkan rahim itu adalah organ reproduksi perempuan yang dinamis. Dan memiliki beberapa fungsi reproduksi, yaitu menstruasi, implantasi, kehamilan, dan persalinan. Rahim responsif terhadap perubahan hormonal di dalam tubuh, yang memungkinkan adaptasi terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita mulai dari menarche (pertama kali mendapat menstruasi), Reproduksi, pre menopause dan menopause.

Nah, kalau dari segi bentuk, di antara mommies  ada yang sudah tahukah, bentuknya seperti apa? Secara keseluruhan, bentuk rahim normal seperti buah pir. Letaknya ada di panggul perempuan. Antara kandung kemih di bagian depan dan rektum dibagian belakang. Dimensi rata-rata sekitar 8 cm, lebar 5 cm, dan tebal 4 cm, dengan volume rata-rata antara 80 dan 200 mL. Rahim dibagi menjadi 3 bagian utama: fundus (puncak Rahim), badan, dan serviks (mulut Rahim.

Bentuk rahim sangat dipengaruhi oleh duktus muller (duktus muller itu yang akan membentuk uterus,tuba,serviks dan vagina bagian atas), sehingga kelaianan bentuk Rahim juga akibat dari ketidak sempuraan dari pembentukan duktus muller, seperti:

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

1. Agenesis uterus

Agenesis uterus disebabkan oleh kegagalan pembentukan duktus muller sebagai pembentuk Rahim dan vagina bagian atas sehingga Rahim dan vagina tidak dapat terbentuk sempurna. Penampakan Rahim sangat kecil bahkan tidak ada. Dengan terbentuknya Rahim yang tidak sempurna menyebabkan pasien tidak akan mengalami menstruasi dan tidak bisa punya anak. Contoh dari kelainan ini ada pada sindroma Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH).

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

2.Uterus Arkuata

Uterus arkuata adalah bentuk anomali uterus atau variasi dimana rongga rahim menampilkan kontur cekung terhadap fundus. Biasanya rongga rahim lurus atau cembung menuju fundus pada pencitraan (MRI/USG), namun pada rahim arkuata, otot Rahim yang di fundus turun ke rongga dan bisa membentuk dinding pembatas kecil. Kelainan ini sering menjadi penyebab susah hamil.

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

3. Bicornuate uterus

Pada kelainan ini, rahim wanita tidak berbentuk seperti buah pir, melainkan seperti bentuk hati dengan lekukan dalam di bagian atas. Karena bentuknya, kelainan ini sering juga disebut sebagai uterus dengan dua tanduk. Dan bisa juga dibilang seolah olah memiliki 2 rahim. Bicornuate uterus tidak memengaruhi kesuburan, namun risiko keguguran menjadi lebih tinggi jika wanita hamil dengan kondisi ini. Begitu pula dengan kelahiran prematur.

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

4. Unicornuate uterus

Kondisi ini terjadi ketika rahim wanita hanya berukuran setengah dari normal dan memiliki satu saluran tuba falopi. Kelainan yang disebut juga uterus dengan satu tanduk ini disebabkan oleh jaringan yang membentuk rahim tidak berkembang dengan baik. Pada unicornuate uterus, jumlah indung telur sama seperti biasa (dua buah), tapi hanya satu yang akan terhubung ke rahim. Wanita bisa mengandung jika hidup dengan kondisi ini, namun risiko keguguran akan lebih besar.

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

5. Uterus didelphys

Ini merupakan kondisi di mana rahim wanita memiliki dua rongga bagian dalam, dua serviks, dan dua vagina. Wanita dengan rahim ganda mampu hamil dan melahirkan, namun terkadang rentan mengalami ketidaksuburan, keguguran, melahirkan prematur, dan kelainan ginjal. Bisa juga wanita memiliki 2 rongga Rahim tetapi memiliki 1 serviks sehingga 1 bagian rongga Rahim tidak terhubung serviks. Bila hal ini terjadi dan rongga Rahim yang tidak terhubung serviks bisa menstruasi akan menyebabkan menstruasi terjebak didalam sehingga rahim akan membesar dan wanita tersebut bisa nyeri luar biasa.

6 Kelainan Bentuk pada Rahim dan Dampaknya - Mommies Daily

6. Septa uterus

Ini kondisi di mana bagian dalam rahim wanita dibagi oleh dinding otot atau jaringan ikat fibrosa (septum). Septum bahkan dapat memanjang hingga ke dalam rahim (septum parsial)  atau serviks (septum lengkap). Septum parsial lebih umum daripada septum lengkap. Septate uterus dapat membuat penderitanya sulit hamil dan meningkatkan risiko keguguran. Pembesaran Rahim dan nyeri luar biasa dapat terjadi bila darah menstruasi terjebak akibat adanya septa.

Sekecil apapun keluhan yang terjadi di sekitar area rahim, memang sebaliknya dicek ke dokter mommies. Supaya kalau dibutuhkan tindakan, bisa segera diatasi.

Baca juga:

Trend Sewa Rahim

Rahim Buatan dari Plastik, Harapan untuk Bayi Prematur Bertahan Hidup

Mulut Rahim Rapuh Penyebab Perdarahan di Kehamilan Kedua


Post Comment