Wajib Tahu! 7 Hal yang Menjatuhkan Harga Diri Suami

Setegar-tegarnya pak suami, dia tetap manusia yang punya hati, lho mommies. Bisa tersakiti, dan merasa harga dirinya ada di titik terendah saat istri berbuat sesuatu yang seharusnya nggak dilakukan pasangan hidupnya.

Suatu hari saya melihat pemandangan yang bikin risih dan rasanya pingin bilang ke pasutri ini, “Boleh nggak barentemnya jangan di area publik?.” Saya perhatikan dari curi dengar, awal masalahnya sepele, si istri minta ambil ini dan itu, tapi nggak pakai kata tolong. Semacam pak suami asisten pribadi saja. Dan itu terpampang nyata, jadi tontonan orang banyak.

Wajib Tahu! 7 Hal yang Menjatuhkan Harga Diri Suami - Mommies Daily

Terlihat sepele, ya, mommies, mengucapkan kata “tolong”, tapi ini bisa jadi sesuatu yang besar dampaknya, kalau tidak laksanakan. Suami merasa, harga dirinya terkoyak, diperlakukan layaknya pembantu di depan umum, padahal dia kan kepala keluarga. SEDIH!

Bagaimana dari para pasangan lainnya? Dari hasil survei kecil-kecilan di sekeliling saya, ada beberapa jawaban menarik, dan saya sendiri mengamini, kalau beberapa hal ini berpotensi menjatuhkan harga diri suami.

1. Masalah gaji atau menafkahi

“Karena kami para suami pastinya punya harga diri untuk memberikan yang terbaik buat keluarga, jadi kalau para istri membandingkan dengan tetangga yang selalu liburan atau bisa keluar negeri itu bisa TERASA LUAR BIASA!”

2. Seputar hubungan intim

“Ketika sang istri merasa belum terpuaskan oleh pasangannya, tapi disampaikan dengan cara yang nggak bikin nyaman, malah suami merasa tersudut.”

3. Ngomel-ngomel di depan umum

“Emosi boleh saja, tapi kepala harus tetap dingin. Masa mau nanggung malu di depan umum untuk urusan sepele, yang harusnya bisa disampaikan baik-baik, nanti di rumah. Kami merasa seperti tersangka jika istri seperti ini.”

4. Mengungkit kesalahan

“Nggak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan laki-laki. Kalau mau mengubah kami menjadi lebih baik, caranya juga harus baik kan? Jangan lantas, dunia harus tahu, suami pernah salah ini dan itu. Kalau caranya begitu, kami juga jadi setengah hati mau berubah.”

5. Curhat “dapur” rumah tangga ke pihak keluarga besar

“Alasannya, setelah menikah idealnya menurut saya, harusnya suami yang pertama dilibatkan kalau ada apa-apa. Sebelum memutuskan ke pihak keluarga. Mungkin karena istri mempertimbangkan masalah itu nggak related atau nggak mau memberatkan suami. Tapi tetap saja, rasanya suami jadi dianggap nggak mampu untuk menyelesaikan masalah keluarga.”

6. Dituntut gaji suami harus lebih besar dari istri

“Ini sebetulnya bukan pengalaman pribadi saya dan istri. Tapi karena melihat banyak contoh kasus, dari pasangan di sekitar saya yang cerita soal ini. Sebagian teman laki-laki saya yang sudah jadi suami, dituntut untuk punya pendapatan lebih besar dari istri. Kalau saya merasa, hal ini bisa menjatuhkan harga diri suami. Yang penting kan, sama-sama menghargai dan tetap berusaha memperjuangkan kesejahteraan keluarga.”

7. Pihak luar ikut campur masalah rumah tangga

“Saya merasa harga diri suami terabaikan jika ada pihak lain (baik itu keluarga istri atau saya sendiri), ikut campur dalam urusan rumah tangga kami. Karena intinya, segala keputusan itu idealnya harus dari saya selaku suami.”

Semoga sebagai istri, kita selalu bisa memanusiakan pak suami. Namanya juga partner hidup, sudah jadi keharusan kan, saling menghormati :)


Post Comment