Iko Uwais, Sosok Ayah yang Ingin Selalu Memastikan Keluarganya Hidup Sehat

“Saya dekat sekali sama anak, kalau saya di rumah Atreya justru maunya sama saya,” ungkap Iko Uwais. Oh, ya, suami Audy ini pun mengaku punya cara berbeda untuk menyayangi dan melindungi keluarganya.

Masih ingat nggak, sih, dengan komentar pedas nitizen soal tubuh Audy yang tidak kunjung kembali normal setelah memiliki anak? Kalau saya bilang, sih, komentarnya memang sangat pedas, ya, ciri khas para nitizen yang sering kali nggak berpikir dua kali ketika ketika menjentikan jemarinya saat menulis komentar di social media. Semacam heters, gitu. Yang membanggangkan, Iko Uwais, sang suami justru yang lebih bersuara, dengan menuliskan kalimat dukungan yang bikin saya meleleh saat membacanya.

“Memang sekarang istri saya gendut, itu karena pengorbanan dia sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan seorang anak dari saya. Tapi saya sangat bersyukur, dengan mempunyai seorang istri seperti dia, walaupun dia ‘gendut’ sekarang, tetep sehat dan bugar. Dan dia mempunyai hati yang sangat istimewa, sayang terhadap keluarga dan suaminya. Tidak pernah mengomentari halyang negative terhadap yang lainnya seperti Anda, terima kasih.”

Nah, kebayang nggak tuh, kalau dapat dukungan dari suami seperti itu? Sebagi istri saya, sih pasti bangga dan tambah cinta, *uhuk*. Saya jadi ingat dengan apa yang pernah dikatakan oleh psikolog keluarga Mbak Nina Teguh, bahwa dalam keluarga memang sebaiknya tidak melupakan memberikan apresiasi dan dukungan pada pasangan. Ya, contohnya seperti yang dilakukan Iko Uwais ini.

Iko-Uwais

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang dengan Iko dalam acara Iko Uwais di acara ‘The Launch of #WhatsYourWhy’ AIA Indonesia, Lounge Elite Fitness Club, Jakarta Selatan. Ternyata karena prestasi serta pola hidup sehat yang selalu dijalankannya, Iko Uwais dinbatkan sebagai brand ambassador AIA Indonesia, sama seperti David Beckham yang didaput menjadi global brand ambassador AIA.

Saat berbincang dengan rekan media, aktor laga ini mengakui bahwa dirinya, sebagai kepala keluarga ingin menjamil kesejahteraan hidup keluarganya. “Kalau misalnya saya kenapa-kenapa, ya, bagimana dengan keluarga saya? Umur itukan memang tidak ada yang tahu,” ungkapnya.

Tidak hanya urusan finansial, dengan memiliki asuransi dan investasi untu masa depan keluarga, Iko mendaskan bahwa hal utama yang perlu dijaga justru bagaimana pola hidup sehat yang dijalankan keluarganya. Bahkan, dirinya berusaha melindungi keluarganya dari asap rokok dengan melarang tamu merokok di rumahnya.

“Untuk menjaga dan melindungi keluarga di rumah, salah satunya mengindari mereka dari asap rokok. Makanya di rumah saya nggak menyediakan asbak. Jadi otomatis kalau ada teman yang merokok di rumah, mereka harus keluar dan bikin asbak sendiri.”

Apa yang dilakukannya memang bukan tanpa alasan, sih. Sampai sekarang masih banyak sekali anak-anak yang akhirnya harus meregang nyawa lantaran terkena pneumonia.

Bagaimana sih memang pola makan di rumah?

Istri, Alhamdulillah juga masak makanan sehat sendiri.saya juga selalu bilang ke dia, kalau nanay yang akan merasakan manfaatnya dia sendiri. Lebih sehat dan lebih cantik, yang merasa enteng kan dia sendiri. Saya selalu kasih motivasi dan support. Ini juga berlaku buat apapun. Syukurnya saat dia menjalani, dia merasa senang juga. Alhamdulillah setelah makan makanan sehat, saya jarang sakit.”

Iko Uwais-mommiesdaily

Selain itu saya sempat bertanya mengenai pola asuh yang ia terapkan di rumah. Jawabannya,”Saya di rumah itu sangat dekat dengan saya, Mbak. Mungkin karena hubungan batin, ya, kalau saya kerja lama di luar rumah, saat di rumah ya anak maunya sama saya. Kalau lagi libur saya otomatis saya menghabiskan waktu bersama anak dan istri.”

Pondasi utama yang Iko dan Audy ajarkan?

“Tentu saja yang utama itu agama, ya. Bagaiman menconthkan anak untuk sholat, anak saya itu sudah  ikutan gelajr sajadah kalau kita mau sholat.”

Iginnya diliat sebagai sosok ayah seperti apa, sih?

“Saya nggak mau dilihat jadi ayah yang galak, tapi tegas saja, sih. Jadi anak bisa tetepa dekat dengan saya”

“Harapan buat Atreya?”

“Saya nggak pernah minta anak seperti saya ataupun mamanya. Temasukmenjadi orang lain. Ya, yang paling penting jadi diri sendir yang bisa membanggakan orangtaunya”.

 

 


Post Comment