Mau Sehat di Musim Pancaroba? Jangan Lupa Mempersenjatai Keluarga dengan Hal Ini

Dua bulan belakangan ini, keluarga saya sering mengalami common cold, termasuk  panas dalam. Padahal kondisi ini bisa dicegah kalau saya ekstra hati-hati, tahu apa yang perlu dilakukan, termasuk menghindari kebiasaan buruk yang menimbulkan risiko munculnya berbagai penyakit.

“Dis, loe batuk pilek lagi?. Perasaan belum lama, deh, loe batuk pilek kaya gini? Duh… nyebarin virus di kantor aja, sih. Ke dokter sana…”

Kira-kira begini deh, komentar Fia, Managing Editor Mommies Daily sebagai ‘tetangga’ yang duduk di sebelah saya. Iya, Fia ini memang cukup ‘bawel’, concern kalau ada teman di kantor yang sedang batuk pilek. Ya nggak heran, sih, virus infuenza itu kan memang gampang banget nyebarnya. Apalagi kalau musim pancaroba seperti sekarang. Lah wong, common cold yang saya alami ini seperti ping pong. Begitu anak saya kena, dan sembuh, kemudian larinya ke saya. Nyebelin.

Sick woman sleeping on office desk

Waktu periksa, dokter pun mengingatkan saya kalau saat ini risiko munculnya berbagai penyakit salah satunya influenza  memang sangat besar. Maklum, sejak September hingga Oktober sudah musim pancaroba.

dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid, pun mempertegas hal ini. Kebetulan kemarin saya sempat ikutan diskusi soal panas dalam yang diadakan teman-teman wartawan yang tergabung dalam Forum Ngobras bersama PT Kino Indonesia Tbk. “Perubahan cuaca sangat ekstrem, tekanan udara, angin kencang, penyebaran serbuk sari yang bisa menyebabkan seseorang dengan riwayat asma mengalami serangan asma seperti batuk-batuk, pilek, badan agak hangat,” ujar dokter Spesialis Penyakit Dalam ini.

Nah kan… terbukti banget, sih. Apalagi keluarga saya juga punya riwayat asma. Kalau nggak hati-hati, ya, bahaya. Seperti yang dikatakan dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid, common cold yang meyerang di musim pancaroba ini sering disebut flu musiman atau seasonal influenza. Gejala utama influenza musiman yang paling sering adalah batuk, pilek, dan rasa panas di tubuh meskipun kadang tidak disertai kenaikan suhu tubuh. Tenggorokan juga terasa kering dan sakit untuk menelan. “Inilah yang oleh masyarakat disebut panas dalam”.

Jadi, kalau memang daya tahan tubuh sedang rendah, jadi lebih rentan mengalaminya. Hal ini berlaku lintas usia, mulai anak-anak, dewasa, lansia. Risiko semakin akan tinggi bagi mereka yang memang tidak memerhatikan pola hidup sehat, termasuk jarang olahraga, termasuk ibu yang sedang hamil.

Balik lagi ke masalah panas dalam, ternyata ada beberapa faktor yang yang berperan dalam menghadirkan gejala panas dalam, mulai dari faktor eksternal seperti virus dan lingkungan, serta  faktor internal berupa daya tahan tubuh.

Pertanyaannya, apakah saat marasa panas dalam dibutuhkan ke dokter dan pemeriksaan yang lebih lanjut? Dalam hal ini, dr. Aswin menegaskan kalau panas dalam dapat sembuh tanpa pengobatan, tapi perlu dibantu asupan cairan yang cukup. Soalnya, cairan dibutuhkan untuk mengembalikan suhu tubuh kembali ke normal. “Hidrasi yang baik akan melancarkan mekanisme dan metabolisme di dalam tubuh, termasuk meningkatkan imunitas tubuh,” tegasnya lagi.

Untuk itulah, yang dibutuhkan justru pencegahan yang tepat. Bagaimana kita bisa menyiapkan diri  terhadap perubahan cuaca yang sangat ektrem. Caranya, dengan memakai baju lebih tebal saat hujan, tidak banyak keluar rumah saat cuaca tidak bersahabat, makan dan minum lebih sering dan lebih banyak, serta banyak minum  minuman yang mengandung banyak mineral.

Salah satu pencegahan bisa juga dengan mengonsumsi larutan yang mendinginkan tubuh dan mengandung mineral tinggi.  Dalam hal ini, Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT Kino Indonesia Tbk, memaparkan Larutan Cap Kaki Tiga bisa jadi salah satu solusi. Kandungan Gypsum Fibrosumyang terdapat di dalamnya  berfungsi mendinginkan tubuh, termasuk kandungan mineral Calcitum yang larut dalam air.

Apabila kebutuhan mineral dan vitamin kita tercukupi, maka daya tahan tubuh meningkat dan kita dapat terhindar dari berbagai penyakit di musim pancaroba yang ekstrem ini. Seperti yang diungkapkan dr. Aswin, “Memang di dalam air putih biasa juga sudah mengandung mineral, tetapi akan lebih baik jika ditambahkan lagi dengan mineral tambahan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan alami, seperti mineral dalam Larutan Cap Kaki Tiga.”

 


Post Comment