Bahagia Dulu Mom, Baru Pikirin yang Lain

In the journey of motherhood, as you travel with little children, the flight analogy rings true: put your mask on first, and then assist others..

Dulu, kuantitas kumpul-kumpul saya bersama teman bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Dulu, setiap kali traveling luar kota atau nengeri pasti karena undangan liputan, bukan karena saya ingin pergi untuk kepentingan pribadi. Dulu, begitu kerjaan kelar saya langsung ngepot pulang ke rumah karena ingin sebanyak mungkin menghabiskan waktu bersama anak (in the name of perasaan bersalah akibat terlalu sibuk kerja). Dulu, dunia saya adalah anak-anak saya. Bagi saya, nggak penting apa yang saya butuhkan atau inginkan, selama keinginan anak-anak terpenuhi, selama diri saya bisa berada di dekat mereka, itu sudah cukup. Itu dulu!

Sampai kemudian saya merasa kehilangan jati diri saya. Saya kehilangan gairah dalam menjalani hidup. Saya kehilangan semangat menyambut pagi. Saya nggak tahu lagi ketika melakukan sesuatu, apakah memang saya benar-benar ingin melakukannya, atau karena tuntutan untuk menjadi perempuan, istri dan ibu yang hebat?!

Saya capek, ya Tuhan. Mencoba untuk menciptakan frame-frame indah maha sempurna di jagad social media. Saya pun berontak.

Saya mulai nongkrong sama teman-teman selepas kerja. Sambil deg-degan apakah anak-anak saya akan marah. Apakah ini berarti saya ibu yang buruk? Dan ternyata semua dugaan saya tidak terbukti. Anak-anak memang bertanya, kenapa saya pulang malam. Kadang mereka ngambek. Tapi ya sudah, sebatas itu. Mereka tetap baik-baik saja kok kalau mamanya sesekali pulang telat.

Bahagia Dulu Mom, Baru Pikirin yang Lain - Mommies Daily

Saya mulai rutin menjadwalkan traveling bersama teman-teman dekat. Satu tahun dua kali. Tanpa suami, tanpa anak. Hanya saya dan teman-teman. Para perempuan yang ingin merasakan jalan-jalan tanpa harus mikirn itinerary dan makanan apa yang cocok untuk anak-anak. Traveling yang suka-suka saya.

Saya mulai rutin melakukan hal-hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Seperti semalam, datang ke konser musik sendirian dan nonton SENDIRIAN!! Ahahaha. Deg-degan awalnya, maju mundur waktu mau beli tiket, maju mundur waku mau pergi ke lokasi konser, maju mundur waktu mau masuk ke hall acara 30 menit sebelum acara. But finally, I did it! Saya masuk, nonton tanpa kenal siapapun di dalam sana, ikut larut dalam keseruan konser dan saya HAPPY!!!

Mungkin, ini semua nggak lantas membuat saya menjadi ibu yang luar biasa dalam mengasuh anak. Tapi setidaknya, karena saya bahagia dengan hidup dan diri saya, saya jadi happy ketika bersama anak-anak. Waktu bersama anak-anak juga jauh lebih berkualitas karena si mama nggak cranky, hahaha.

Jadi, IMO, nggak pernah salah jika kita mencari kebahagiaan untuk diri sendiri dulu, karena dampaknya pasti juga ke anak. Toh bahagia yang kita buat tidak dengan cara menghilangkan kebahagiaan anak-anak kita, kan?

In the journey of motherhood, as you travel with little children, the flight analogy rings true: put your mask on first, and then assist others..


Post Comment