Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Dapur di Area Terbuka

Cita-cita saya berikutnya setelah melakukan sebagian renovasi rumah second yang kami beli adalah membuat dapur di area terbuka di belakang rumah. Ternyata untuk membuat dapur terbuka di lahan yang tidak terlalu besar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Sejak beberapa tahun lalu, saya dan suami punya target untuk bisa merenovasi rumah second yang sudah kami sejak awal menikah. Artinya, rumah tersebut sudah dianggurin lebih dari usia anak saya. Bayangkan saja kondisinya seperti apa? Kalau lagi ngecek rumah, anak saya pun selalu bilang kalau rumahnya kaya rumah hantu, hahahhaa. Nyaris ambrol!

Syukurnya, tahun kemarin keinginan ini bisa kami realisasikan. Meskipun belum maksimal, setidaknya saat ini rumah sudah layak huni. Sudah nyaman kalau kami mau menginap saat akhir pekan. Iya, meskipun sudah direnovasi, keluarga kecil saya memang masih belum pindah dari rumah orang tua karena beberapa pertimbangan.

Nah, ke depannya saya mau memindahkan dapur di area belakang. Jadi dapurnya di ruang terbuka. Setiap kali melihat majalah atau foto di Instagram dan Pinterest, saya selalu membatin, “Next, yang perlu direnovasi itu adalah bagian dapur yang akan dipindahkan ke area belakang.”

dapur di area terbuka-mommiesdaily

Entah kenapa, saya selalu senang melihat rumah yang konsep dapurnya menyatu dengan area taman belakang, dengan area terbuka. Nggak sumpek, gitu, lho. Sambil masak, saya nyaman menghirup udara segar. Aroma masakan juga pasti lebih cepat menguap kalau sirkulasi di dapur terbuka.

Masalahnya, lebih ke faktor cuaca kalau sedang ekstrim. Misalnya, saat hujan deras, atau yang perlu diperhatikan lagi soal hama yang bisa lebih bebas masuk ke area dapur. Tapi sebelum mewujudkannya, saya pun sudah lebih dulu memperhatikan jika ingin membuat dapur terbuka di belakang rumah.

Pilih atap atau gunakan kanopi yang sesuai

Nah, ini sih memang harus dilakukan, ya. Nggak mungkin kalau membiarkan terang belakang terbuka begitu saja. Bisa-bisa nanti bisa banjir kalau sedang musim hujan, hahahaa. Tapi, yang perlu diingat, kaopi yang digunakan tentu saja nggak peru menutupi seluruh area karena kita kan masih membtuhkan cahaya matahari.

Soalnya, struktur atap atau langsit dapur di area outdoor memang snagat penting. Pilihannya ini bisa dibuat atap yang permanen atau yang non permanen sehingga dapat dimasukkan ditarik ke dalam saat tak digunakan. Setahu saja, sih, atap model seperti ini sudah banyak dipilih.

Pilih lokasi yang tepat

“Kamu jadi mau bikin dapur di belakang rumah? Jadi dapur yang sekarang bisa kita renovasi untuk kamar ART?”

Suatu kali suami saya bertanya hal ini. Ia melanjutkan, kalau memang ingin membuat daur outdoor,baiknya sudah direncanakan sejak dini dan memilih area yang tepat. Biar gimana pun lokasi dapur baiknya adalah lokasi yang memang mudah diakses. Sehingga nggak perlu repot saat ingin membawa minum atau makanan ke area lainnya. “Lagi pula, kan kita juga harus ngerencanain  bagaimana nanti aliran listrik atau pipa airnya lebih dulu,” ujar suami saya lagi. Benar juga, sih, perihal lubang saluran air memang wajib diperhatikan. Nggakbisa sembarangan dan untuk mengurangi risiko hama seperti tikus dan kecoa mudah memasuki rumah.

Menggunakan material yang tepat

Muanya, nih, dapur saya nanti punya kitchen set yang kece. Biar tambah etah kalau sedang masak, hahahaa. Masalahnya, kalau dapur diarea terbuka tentu saja nggak bisa sembarangan memilih materialnya supaya nggak mudah lapuk. Biar gimana, area dapur terbuka akan lebih mudah terpapar sinar matahari dan atau udara dingin saat musim hujan. Halini tentu saja akan memengaruhi kondisi kayu. Sedangkan untuk lantainya, harus dipilih yang punya ketahanan misalnya semen, ubin dari batuan. Oh, ya, pemilihan material ini juga berlaku saat menentukan kitchen appliances yang dibutuhkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Post Comment