Penting! Lakukan Hal ini Saat Kondisi Kuangan Keluarga Pailit

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Mengalami pailit tentunya tidak diinginkan oleh siapapun. Namun terkadang kendala muncul tanpa bisa dihindari, sehingga kondisi keuangan keluarga yang sebelumnya baik-baik saja, harus mengalami kemunduran bahkan pailit.

Menyikapi situasi pailit seperti ini, apakah yang Mommies bisa lakukan untuk menyelamatkan keuangan keluarga agar tidak terpuruk lebih jauh? Ada 5 check  list yang sebaiknya diperhatikan dan mommies jalankan.

keuangan keluarga pailit -mommiesdaily

  1. Cek kembali utang produktif dan konsumtif

Utang produktif adalah segala macam bentuk benda atau kepemilikan yang bisa menghasilkan uang untuk Mommies. Sementara utang konsumtif adalah barang atau cicilan yang memiliki defisit nilai sehingga terjadi penurunan nilai terhadap barang yang kita beli.

Hindari penambahan utang dengan mempergunakan pinjaman atau KTA. Karena bunga dari pinjaman yang besar akan membuat kita untuk semakin sulit membayar kembali utang baru yang kita buat. Sebaiknya kita lebih bijak menggunakan dana atau asset yang ada dalam menyikapi kepailitan.

  1. Restrukturisasi utang

Jika saat ini mommies masih memiliki pinjaman, maka ada 2 hal yang dapat dilakukan terkait pembayarannya. Pertama adalah meminta cuti pembayaran dan kedua adalah rescheduling utang. Sehingga Mommies bisa mendapatkan perpanjangan waktu pembayaran dan memperkecil jumlah cicilan. Cuti pembayaran memang bisa diajukan, apalagi kalau Mommies bisa memberikan bukti kepailitan. Namun tidak semua pemberi pinjaman akan memenuhi permintaan ini dan proseduralnya juga akan memakan waktu.

  1. Cek kembali kepemilikan dana darurat

Mommies memiliki dana darurat? Nah, apabila Mommies selama ini sudah menyimpan dana darurat maka sekarang ini saat yang tepat untuk menggunakan dana darurat tersebut. Dengan harapan kondisi keuangan akan ter-recovery dalam waktu 6-12 bulan mendatang, maka kebijakan kita dalam mempergunakan dana darurat sangat dibutuhkan.

  1. Atur ulang pengeluaran rutin bulanan

Mungkin selama ini ada pengeluaran rutin yang sebenarnya tidak perlu, atau kurang perlu. Mommies harus bisa memilih manakah yang penting dan menjadi prioritas dalam keluarga. Berlangganan tv kabel, misalnya, mungkin hal ini bisa ditunda dulu dan diubah dengan paket standar. Kebiasaan untuk makan bersama seminggu sekali di pusat pembelanjaan juga sebaiknya ditunda dahulu. Memang kebutuhan rekresasional adalah penting, namun lebih penting lagi mempertahankan keuangan keluarga yang sedang pailit daripada menjaga image social.

  1. Utamakan dana pendidikan anak

Dari semua pengeluaran, penting bagi Mommies untuk mengutamakan dana pendidikan anak dibandingkan hal dan kebutuhan yang lainnya. Dengan kondisi keuangan keluarga yang pailit, kita harus pandai menghitung pengeluaran dana pendidikan. Tujuannya, agar tidak habis di awal dan malah nantinya anak-anak harus putus sekolah. Contohnya, manfaatkan program gratis sekolah hingga SMA, meski masih ada sedikit biaya untuk dana yang lain.

Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 

 

 


Post Comment