6 Hal yang Perlu Diketahui Para Orang Tua tentang Aplikasi Sarahah

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Baru-baru ini, di jagad cyber dikejutkan oleh kehadiran aplikasi baru buatan Arab Saudi yang baru diluncurkan Juni 2017 lalu, menjadi hype di media sosial. Aplikasi apakah ini?

Sarahah, dari Bahasa Arab yang berarti ‘Kejujuran’, mengangkat konsep pesan anonim. Beredar secara viral di kalangan pengguna media sosial yang membagikan profil Sarahah mereka, hanya dalam hitungan bulan, aplikasi ini menduduki peringkat teratas dengan jumlah pengunduh terbanyak di Inggris, Kanada, Prancis, dan Amerika Serikat.

Segala yang viral pasti langsung bikin penasaran. Apalagi aplikasi ini terhubung ke Snapchat dan menjadi pembicaraan di Instagram lewat tagar #Sarahah. Biasanya, early adopter setiap ada aplikasi baru yang hype, mayoritas adalah netizen berusia muda, dan tak sedikit di antaranya anak-anak! Kehadiran aplikasi ini mengundang kontroversi, terutama di kalangan para orang tua. Apa sih yang diributkan? Berikut adalah 6 hal yang perlu Anda tahu sebelum membiarkan anak menggunakan aplikasi Sarahah:

6 Hal yang Perlu Diketahui Para Orang Tua tentang Aplikasi Sarahah - Mommies Daily

1. Testimoni profil.
Ide di balik penciptaan Sarahah semula dimaksudkan untuk kalangan profesional. Diperuntukkan bagi karyawan di tempat kerja, agar lebih leluasa memberikan kritik dan masukan yang konstruktif bagi atasan maupun perusahaan, dan sebaliknya. Dengan anonimitas, diharapkan mereka yang ‘bersuara’ atau komentar terhindar dari dampak yang tidak diinginkan.

Masih ingat dengan media sosial Friendster yang sudah almarhum? Nah, kira-kira Sarahah mirip dengan testimoni ala Friendster. Begitu juga dengan aplikasi LinkedIn, terdapat fitur ‘Recommendation’. Bedanya, kalau fitur ‘Recommendation’ testimoni lebih menekankan sisi positif dan kekuatan teman yang kita komentari. Sedangkan Sarahah terbuka pada masukan apa pun, baik positif maupun negatif. Testimoni ini masuk ke inbox pribadi. Selain beredar di antara teman kantor, teman beda kantor, testimoni juga bisa datang dari lingkar pertemanan.

2. Target demografi yang bergeser
Jika target demografi LinkedIn sangat jelas, menyasar usia profesional, Sarahah yang semula juga menyasar usia yang sama, tetapi pada kenyataannya malah bergeser. Sarahah lebih banyak diminati oleh kalangan usia 20-an, bahkan juga kalangan remaja dan anak-anak. Terlebih lagi karena popularitas Sarahah melejit karena peran Influencer lewat Instagram (yang notabene digemari pengguna berusia muda dan anak-anak). Pengguna yang sudah bergabung dengan Sarahah memposting link profil mereka di Instagram, dan juga screenshot penggunaan Sarahah, menjadi marketing tools yang membuat Sarahah menjadi hype.

3. Anonimitas
Sarahah menekankan pada fitur anonimitas. Kita bisa memberi komentar pada profil orang tanpa orang tersebut perlu mengetahui identitas kita yang sebenarnya. Di sinilah kelebihan, sekaligus ancaman tersembunyi dari keberadaan apps ini. Sarahah juga disebut-sebut membuka pintu gerbang cyber bully, yang jika digunakan oleh anak-anak, membuat mereka menjadi rentan terpapar sebagai korban cyber bully. Sarahah sendiri tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas hal ini karena ini bukan pertama kalinya terjadi bullying di platform digital.

4. Tak sedikit review negatif dari pengguna

Misalnya, beberapa komen di bawah ini:

“Semua pesan yang saya terima berisi pesan yang kejam, sadis, dan menyakitkan. Hal-hal yang pasti tidak diinginkan oleh siapa pun, terutama mereka yang memiliki gangguan depresi. Aplikasi ini seakan membolehkan orang untuk saling merendahkan orang lain. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada solusinya.”

“Aplikasi ini mendorong terjadinya cyber bully. Pesan yang saya terima adalah komentar yang penuh kebencian. Bahkan ada juga komentar yang bernada pelecehan seksual. Saya tidak akan merekomendasikan app ini. Saya sendiri sudah menghapus app ini dari smartphone saya setelah saya menerima 20 pesan masuk.”

“Ketika kasus cyber bully di kalangan remaja menjadi masalah besar yang belum teratasi, kenapa malah diperparah dengan munculnya app semacam ini? Kalau Anda ingin mengkritik dan mengatakan hal buruk tentang seseorang, rasanya tidak perlu menjadi anonim.”

5. Sebagai orang tua, kita perlu mengecek aplikasi apa aja yang dipergunakan oleh anak.
Apakah menggunakan Sarahah adalah langkah yang bijak atau tidak, apakah app sesuai dengan usianya atau tidak. Diskusi semacam ini harus sesering mungkin dilakukan, sebab perkembangan teknologi informasi begitu cepat. App baru terus bermunculan. Ajak anak berdiskusi tentang sisi positif dan negatif dari aplikasi baru yang ia gemari.

6. Bukan hanya Sarahah, yang perlu diwaspadai.
Selain Sarahah, app sejenis juga bermunculan dan menjadi trending. Sebut saja ‘tbh’ (dari singkatan ‘to be honest’), Yik Yak, Secret, dan sebagainya, yang cara kerjanya semacam Sarahah.


Post Comment