Kata Siapa Makan Es Krim Menyebabkan Anak Batuk dan Pilek-mommiesdaily

Kata Siapa Makan Es Krim Menyebabkan Anak Batuk dan Pilek?

Sampai sekarang saya masih sering mendengar pendapat yang mengatakan kalau makan es krim bisa menyebabkan batuk dan pilek. Apa iya begitu? Jangan-jangan, es krim hanya dijadikan ‘kambing hitam’ saja.

Sabtu pagi, tidak lama setelah sarapan, anak saya Bumi, merengek minta sesuatu. Biasa, deh, kalau akhir pekan, anak saya memang punya privilege. Selain dapat jatah main games, anak saya selalu menantikan momen makan camilan favoritnya. Apalagi kalau bukan es krim.

Kata Siapa Makan Es Krim Menyebabkan Anak Batuk dan Pilek-mommiesdaily

Aaah, kalau ngomongin es krim, rasanya makanan yang satu ini memang jadi favorit semua orang, ya? Saya pun ketika sudah jadi orangtua seperti sekarang, masih doyan menikmati es krim. Makanya setiap akhir pekan kami sekeluarga punya ritual makan es krim bersama. Setidaknya, kami merasa  makan es krim bareng-bareng seperti jadi ajang ice breaking, ‘sahabat’ terbaik untuk mencairkan suasana untuk memulai obrolan.

Masalahnya, nih, kalau mau mengajak Bumi makan es krim, mama saya—neneknya Bumi—sering banget komentar. “Kok, makan es krim terus, sih? Nanti sakit, lho! Bumi jadi batuk dan pilek”. Maklum, sampai sekarang saya memang masih tinggal di rumah orangtua. Ada masanya orangtua saya pun ikut ambil bagian dalam pola asuh, termasuk urusan yang makan es krim, hahaha.

Pertanyaannya, apa benar es krim bikin batuk dan pilek? Untuk menyamakan persepsi dengan orangtua, saya pun akhirnya mencari tahu lebih dulu, apakah pandangan yang mengatakan es krim bikin anak batuk dan pilek sekedar mitos atau fakta. Untuk itu saya pun bertanya pada dr. Meta Hanindita, SpA.

Masalah penyakit batuk dan pilek, dr. Meta mengingatkan bahwa pada dasarnya common cold memang sering sekali dialami anak-anak, khususnya yang masih balita. “Kadang setiap bulan malah anak-anak itu mengalami common cold. Batuk, pilek, bisa ada demam juga,” terangnya di awal obrolan kami.

Lebih lanjut dr. Meta menegaskan, pada dasarnya seorang anak bisa terjangkit suatu penyakit dikarenakan oleh 3 hal berikut ini:

  1. Host, yang dimaksud dengan host adalah keadaan anak itu sendiri, bagaimana kondisi imunitasnya, bagaimana status imunisasi, termasuk status gizi, dan banyak hal yang memengaruhi kesehatan anak.
  2. Agen, yaitu kumannya. Misalnya, bagaimana jumlah atau keganasan kuman yang ada di dalam tubuh.
  3. Lingkungan, dalam hal ini kondisi lingkungan yang punya andil besar sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan anak. Contohnya, apakah kondisi lingkungan anak banyak yang merokok atau tidak.

“Jadi memang, anak sakit common cold bukan disebabkan langsung karena makan es krim. Makan es krim tentu saja boleh,” ungkapnya.

AICE PRODUCT STICK

Ya, sebagai orangtua saya pun cukup paham dengan hal ini. Toh, memang makan es krim nggak setiap saat dan setiap waktu dilakukan bukan? Sebagai orangtua saya pun cukup concern memilih jenis es krim yang akan kami konsumsi. Kualitas dan kandungan tentu saja yang paling saya utamakan. Contohnya es krim Aice yang tahun ini mendapatkan Excellent Brand Awards 2017, berhasil memperoleh predikat nilai tertinggi di industri es krim.

Soal kualitas dan keamanan, saya sih nggak ragu lagi dengan es krim Aice. Lagi pula, Aice telah sudah memperoleh Sertifikat Halal dan Implementasi Sistem Jaminan Halal dengan nilai A yang dikeluarkan oleh LPPOM-MUI. Hal ini bikin saya yakin memilih es krim Aice.

Berbeda lagi dengan anak saya, Bumi. Dia sih, senang karena memang varian rasa Aice ini cukup banyak antara lain Semangka stick, Nanas stick, Mochi, Chocolate Cup, Manggo Slush Low Fat dan produk lainnya. Bumi pun paling senang dengan Chocolate cup dan Semangka stick.

Chocolate Cup_bg

Oh, ya, Aice juga punya varian Mango Slush yang Low-Fat, lho! Salah satu varian yang paling saya suka karena kandungan rendah lemak telah sesuai dengan standar rendah lemak BPOM  . Cocok buat saya yang cukup concern dan punya niat besar untuk bisa menurunkan berat badan. Membuat hari-hari saya lebih indah tanpa harus takut mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan, hehehe.

Ada lagi alasan lain yang bikin saya jadi sering memilih Aice. Es krim ini juga punya misi sosial yang patut diberikan acungan jempol. Soalnya, Aice berkomitmen membantu rakyat yang berpendapatan kecil mengatasi kesenjangan perekonomian di masyarakat. Membantu para usaha kecil dengan memberikan sebuah freezer untuk meningkatkan pendapatan agar mereka bisa memiliki hidup yang lebih indah.

Alasan tersebutlah yang akhirnya menjawab kenapa Aice lebih mudah ditemukan di toko kelontong daripada supermarket besar yang reseller-nya sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Jadi, siapa yang gemar makan es krim Aice seperti keluarga saya? Have an Aice day!

 


Post Comment