6 Strategi Tetap Dekat dengan si Kecil dari Ayah yang Super Sibuk

Ditulis Oleh: Anggung Suherman (Angkuy)

Sebagai ayah, yang kerjaannya sibuk keliling kota hingga luar negeri bukan jadi alasan saya kurang dekat dengan si kecil. Semua masalah ada jalan keluarnya. Termasuk mengakali quality time dengan anak, saya pakai 6 cari ini. Kalau anda?

Sejak memulai pekerjaan sebagai pegiat seni, saya hanya fokus pada kebutuhan diri sendiri. Rutinitas kerja yang terkadang lebih banyak di luar rumah berhari-hari bahkan berminggu-minggu hingga bulanan membawa saya memiliki banyak ‘rumah’ dan keluarga baru. Saya leluasa untuk mengatur waktu dan peran untuk diri sendiri. Namun ternyata, pekerjaan ini yang membawa saya menjadi pribadi yang lebih mandiri yang memberi banyak pelajaran baru tentang peran keluarga.

6 Strategi Tetap Dekat dengan si Kecil dari Ayah yang Super Sibuk - Mommies DailyBagi saya, peran keluarga sangat berpengaruh dalam proses berkarya, mereka menjadi salah satu sumber inspirasi sekaligus motivasi. Restu dan doa dari mereka selalu memberi energi besar dan kuat. Beruntung saya pun memiliki keluarga yang mendukung pekerjaan yang tidak memiliki jam kerja, bersyukur saya memiliki istri yang sangat mengerti akan pekerjaan seni yang saya miliki.

Ketika ikatan semakin dekat dan kuat, sebagai seorang suami cukup mengalami adaptasi yang panjang. Khususnya ketika saya harus meninggalkan istri sendiri di rumah, rasa khawatir hingga rasa rindu selalu muncul di setiap saat. Namun ikatan ini juga yang berhasil memberi kekuatan yang indah yang kami alami. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk tetap berada di sisinya, berada dekat secara emosi hingga memberi rasa keamanan dengan cara-cara tertentu menjadi kewajiban suami.

Hal yang paling indah lainnya ternyata muncul ketika saya menjadi seorang ayah. Peran yang memberi banyak pengalaman dan pelajaran dalam hidup saya ketika menjadi makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki ikatan yang saling ketergantungan dengan makhluk lainnya. Yah, menjadi seorang ayah yang sering melakukan travelling working harus menyusun banyak cara untuk tetap memiliki quality time bersama anak.

Binar Lembayung Vasundhara, nama putri pertama saya. Sejak dia lahir, saya sering diskusi dengan istri dan mencari berbagai informasi tentang anak. Proses ini menyadarkan saya bahwa bonding dengan anak memiliki pengaruh yang sangat besar. Khawatir tidak bisa memiliki peran dan posisi yang dekat dengan anak saya karena travelling working, saya pun menyusun berbagai cara untuk tetap ber-quality time.

1. Tetap Komunikasi

Bagi saya, komunikasi adalah kunci. Jika saya sedang di luar kota atau luar negeri, setidaknya 3x sehari saya selalu berkomunikasi dengan anak saya. Beruntung sekarang ada komunikasi virtual dengan bantuan video call atau bertukar foto-foto kegiatan via istri. Jadi, komunikasi tetap terjalin, tetap berusaha ada di dekatnya dan rindu pun terobati.

2. Minta Izin

Dalam artian, setiap sebelum travelling working, saya selalu menghabiskan waktu bersama anak untuk main-main di rumah. Meskipun masih tergolong bayi kecil dan belum bisa paham secara verbal, saya selalu bercerita bahwa saya akan pergi kerja dan meminta izin untuk pergi dulu. Sambil main dengannya, saya juga selalu meminta doa kelancaran dan keselamatan kepada dia. Meskipun dia tidak mengerti apa yang saya ucapkan, tapi saya merasakan ada sebuah hubungan yang saling terikat untuk saling mengerti. Cukup klise tapi saya berhasil membuat hubungan kami tetap ceria dan bahagia saat terpisah oleh jarak.

3. Bermain Secara Virtual

Anak saya (bahkan semua anak saya rasa) punya jam-jam kebiasaan untuk mandi, makan hingga bermain. Saya selalu menyempatkan untuk bermain bersama dia secara virtual lewat video call. Memainkan gerakan-gerakan favoritnya dari jauh secara virtual dan direspon oleh anak itu menjadi sebuah pengalaman indah. Jadi, dalam keadaan apapun di pekerjaan, saya selalu izin untuk bermain secara virtual dengan anak. Tidak peduli lingkungan sekitar saya melihat kelakuan aneh saya misalnya loncat-loncat di pinggir jalan, hahaha, atau menggeleng-gelengkan kepala di bandara, selama anak saya merespon permainannya, saya tetap lakukan.

4. Bertukar Sesuatu

Saya selalu meminta foto dan video ter-update anak saya lewat istri. Jadi selama travelling working ketika kangen, saya selalu tersenyum sendiri menghabiskan waktu melihat foto dan video itu. Saya pun selalu melakukan hal yang sama, mengirim foto dan video untuk anak saya lewat istri, dan meminta istri untuk menceritakan apa saja yang saya lakukan.

5. 3:1, 5:2, 7:3

Angka-angka ini adalah perbandingan antara jumlah hari kerja di luar rumah dengan jumlah hari untuk dihabiskan bersama. Jadi jika 3 hari saya tidak ada di rumah, berarti ketika ada di rumah, saya harus menyisihkan 1 hari penuh untuk anak saya, dan perbandingan seterusnya.

6. Membawa serta anak istri

Dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu di luar rumah, saya selalu mengajak anak dan istri untuk ikut datang ke tempat saya bekerja. Jadi selain untuk terus bonding bersamanya, juga sering dijadikan untuk berlibur. Jadi misalnya ketika dalam jadwal hari Minggu udah beres, saya kadang minta extend untuk mengajak anak dan istri ikut serta ke tempat penginapan dan bermain bersama.

Buat para ayah yang membaca artikel saya, boleh ya, kalau mau ikut menambahkan enam strategi saya di atas :)


One Comment - Write a Comment

  1. Salam hangat untuk AyahBunda yang sedikit sibuk dengan pekerjaan, Kami membuka cabang DAY CARE di JL GANDARIA TENGAH III NO.5 Info lebih lanjut AyahBunda dapat menghubungi kami di 0877-8566-8075. Kami selalu menunggu kedatangan AyahBunda di DAY CARE kami. Salam hangat

Post Comment