Mulut Rahim Rapuh Penyebab Perdarahan di Kehamilan Kedua

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Perdarahan menjadi hal salah satu kejadian tak terduga yang harus diwaspadai semua ibu hamil saat proses persalinan.

Bagi calon ibu, keselamatan dan kesehatan baik ibu dan bayi sudah pasti jadi prioritas. Begitu juga dengan saya. Mau kehamilan pertama, kedua dan seterusnya, tetap saja hal ini yang jadi prioritas. Sayangnya, banyak kejadian tak terduga yang seringkali terjadi saat proses persalinan dan mengancam kesehatan bayi atau ibu. Meskipun selama masa kehamilan sudah mempersiapkan segalanya, misalnya dengan rutin memeriksakan kehamilan, mengonsumsi makanan sehat dan tetap berolahraga, namun kita tak bisa menghindari kejadian tak terduga saat proses persalinan.

Mulut Rahim Rapuh Penyebab Perdarahan di Kehamilan Kedua - Mommies DailyImage: www.healthline.com

Seperti yang terjadi pada kawan saya. Satu hari menjelang persalinan, kami masih saling mengirim pesan. Semua terlihat baik-baik saja. Begitu pula saat suami teman saya mengabarkan bahwa bayi sudah lahir, dan dalam keadaan sehat. Pesan selanjutnya membuat saya kaget dan panik. “Ada yang punya golongan darah A? Saya butuh darah A,” begitu bunyi pesan singkat kawan saya. Ternyata ia mengalami perdarahan saat proses persalinan. Akibat perdarahan yang cukup banyak tersebut, Hb-nya terjun ke angka 6 g/dl. Kebayang, ya, seperti apa lemasnya tubuh saat kekurangan darah.

Mulut Rahim Rapuh Penyebab Perdarahan di Kehamilan Kedua - Mommies Daily

Sekilas dari cerita kawan saya, ia mengalami perdarahan akibat mulut rahimnya yang rapuh, sehingga mengakibatkan robekan dan perdarahan saat melahirkan. Ia mengaku, persalinan pertamanya berlangsung lancar, sehingga tak mengira hal ini akan terjadi saat melahirkan anak kedua. Memang, sih, riwayat persalinan sebelumnya terkadang menjadi faktor risiko terjadinya gangguan di persalinan selanjutnya. Namun, tak ada yang tahu, kan, kejadian tak terduga apa yang akan dialami saat proses persalinan?

Menurut penjelasan dokter Royanto Darmaputra, SpOG dari Rumah Sakit St. Carolus, memang ada kasus mulut rahim yang rapuh atau tipis. Dalam kondisi ini, saat proses persalinan dan terdorong anak, pembuluh darah berisiko robek. Sebetulnya, robeknya mulut rahim ini tak hanya disebabkan oleh mulut rahim yang rapuh. Robeknya mulut rahim bisa juga disebabkan oleh ukuran bayi yang terlalu besar, cara mengejan yang terlalu kuat dan terburu-buru mengejan, padahal pembukaan belum lengkap. Saat pembuluh darah robek, maka perdarahan bisa terjadi.

Ini adalah salah satu contoh kasus kejadian tak terduga saat proses persalinan. “Kasus seperti ini sulit dideteksi dari awal sebelum melahirkan, sebab memang bisa terjadi begitu saja saat proses persalinan,” jelas dr. Royanto.

Bagaimanapun melahirkan memang sangat identik dengan perdarahan. Saat saya melahirkan secara caesar pun, saya yakin ada banyak darah yang keluar dari tubuh saya. Namun, perdarahan yang dimaksud di sini adalah perdarahan yang mengakibatkan volume darah berkurang drastis hingga menyebabkan kadar hemoglobin di dalam darah menurun. Dokter Royanto mengatakan, salah satu pertolongan pertama yang diberikan pada ibu melahirkan yang mengalami perdarahan adalah:

  1. Pasang infus

Jangan heran, kalau saat akan melahirkan, perawat akan memasangkan infus di tangan kita. Ini adalah salah satu tindakan awal untuk mencegah terjadinya kolaps pada pembuluh darah bila terjadi perdarahan atau gangguan lain. Apalagi bila ibu yang akan melahirkan sudah memiliki risiko untuk mengalami perdarahan, pemasangan infus sudah pasti harus dilakukan. Infus yang terpasang di awal berguna untuk memudahkan pasien mendapatkan tambahan darah dan obat.

  1. Mengatasi sumber perdarahan

Perdarahan yang terjadi saat proses persalinan bisa terjadi di rahim ataupun mulut rahim. Saat perdarahan terjadi di rahim, dokter akan memberikan pijatan untuk membantu agar ibu mengalami kontraksi. Kontraksi inilah yang akan membantu menghentikan perdarahan, karena dengan kontraksi rahim akan mengecil secara alami dan diharapkan perdarahan akan berhenti. Bila perdarahan terjadi di mulut rahim, maka proses penjahitan akan membantu mengatasi perdarahan. Nah, saat proses penjahitan mulut rahim kawan saya, ia bercerita bahwa dokter sempat kesulitan menjahit mulut rahimnya. Begitu di jahit, jahitan lepas dengan sendirinya hingga beberapa kali (ngilu!). Hal ini karena saat terjadi robekan tadi, terjadi pula pembengkakan di mulut rahim yang menyulitkan penjahitan mulut rahim.

Belum selesai rasa kaget sekaligus cemas saat kawan saya bercerita tentang hal ini, sebuah peringatan untuk tidak tidur membuat saya takjub. Bagaimana tidak, mereka sampai mengingatkannya lewat pengeras suara di kamar rawat. “Ibu Santi, jangan tidur, ya,” begitu pesan perawat, hihihi. Tidak salah, sih, sebab saya melihat kawan saya berulang kali mengeluh sangat mengantuk. Sementara, kondisinya yang sedang kekurangan darah melarangnya untuk tidur. Ini dilakukan untuk memantau pasien apakah ia kehilangan kesadaran atau tidak. Bila pasien tidur, kesadarannya akan sulit dipantau. Pasien yang mengalami kurang darah umumnya kadar oksigennya akan menurun dan membuat pasien gampang mengantuk. “Yang sabar, ya, saya tahu kamu sangat lelah dan mengantuk,” kalimat ini berulang kali saya katakan untuk menyemangati kawan saya. Kebayang, kan, Mommies, habis melahirkan normal, terus tidak boleh tidur, rasanya seperti sudah disodorin kopi susu tapi tidak boleh diminum, hehe.

Mulut Rahim Rapuh Penyebab Perdarahan di Kehamilan Kedua - Mommies DailyUntungnya, dari semua kejadian tak terduga itu, Daru (bayi dari kawan saya) sempat menerima IMD dan tetap mendapatkan ASI, karena kondisi ibu yang dinilai berangsur baik. Setelah menerima 6 kantung darah dan kondisi umum kawan saya membaik, ia pun diperbolehkan pulang. Melihat perjuangan ibu melahirkan, tak berlebihan rasanya untuk selalu memanjatkan doa terbaik saat kawan, saudara, adik, atau kakak yang sedang melahirkan. :)


Post Comment