“Dibuang” ke Divisi yang Tak Saya Suka, Harus Bagaimana, ya?

Ada saja permasalahan di kantor yang kerap dihadapi ibu bekerja. Salah satunya, bisa saja dihadapkan dimutasi ke divisi yang tidak kita suka. Harus bagaimana, ya, kalau seperti ini.

Kalau ngomongin soal kerjaan memang tidak ada habisnya, ya, mommies. Bekerja di suatu divisi yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki memang impian semua orang. Namun tidak semua orang memiliki pengalaman atau hal serupa.

Saya “Dibuang” di Divisi yang Tak Saya Suka, Harus Bagaimana, ya? - Mommies DailyAda yang kurang beruntung “tercemplung” di perusahaan yang tidak cocok dengan divisinya atau malangnya lagi, sengaja dibuang ke divisi tertentu. Padahal yang bersangkutan, tidak punya passion di bidang tersebut. Jika menghadapi situasi ini, sebaiknya jangan ragu untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

1.Speak up!

Merasa dibuang ke suatu divisi yang tidak disukai memang menimbulkan perasaan “mengganjal”. Boleh, lho menggunakan hak kita sebagai karyawan untuk berbicara kepada Tim HRD dan berkonsultasi mengenai keluh-kesah mommies dalam bekerja. Perasaan dibuang di divisi yang tidak disukai bisa memicu dampak, terutama terhadap pekerjaan mommies seperti, tidak perform, bermalas-malaskan bahkan pekerjaan banyak yang terbengkalai akibat ketidaknyamanan mommies. Yuuk…jangan takut untuk menyampaikan ketidaknyamanan mommies karena merasa “terbuang”. Mungkin hati mommies bisa lega ketika apa yang menjadi keluh-kesah bisa tersampaikan.

2.Utarakan pada pihak yang tepat

Jangan juga semua orang mommies jadikan tempat curhat. Segala keluh-kesah dan ketidaknyamanan ada baiknya didiskusikan pada tempat yang sesuai, yaitu seperti poin pertama tadi, pihak HRD atau tanyakan kepada atasan mommies langsung. Yakin deh, setiap permasalahan akan ada solusinya.

3.Minta penjelasan

Daripada menerka-nerka salah kita dimana, atau apa sih, alasan spesifik dipindah ke divisi yang sebetulnya bukan bidang yang biasa kita geluti. Lebih baik bertanya langsung ke pihak yang punya wewenang memindahkan mommies. Minta data serinci mungkin, di poin mana kita tidak bisa mencapai KPI. Jika mommies yakin dengan prestasi kerja mommies dan ingin bertahan di divisi yang sebelumnya, imbangi dengan data versi mommies. Semakin detail data yang mommies berikan, semakin kuat posisi mommies untuk tawar menawar posisi.

*Artikel ini ditulis oleh Tim EXPERD, Wenita Cyntia Savitri.


Post Comment