Tips Cukur Rambut Bayi Saat Akikah

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Ada rencana mau akikah si kecil? Biasanya ada proses cukur rambut di situ. Saya mau berbagi tips cukur rambut bayi.

Dalam agama Islam, setelah bayi lahir, ada salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan, yaitu akikah. Akikah menjadi salah satu bentuk rasa syukur dan tanda kegembiraan atas kelahiran bayi, yang ditandai dengan penyembelihan kambing, pemberian nama dan cukur rambut. Nah, kali ini saya mau ngebahas tentang proses cukur rambutnya itu.

Karena, jujur saja, saya sendiri ketika melakukannya, degdegan parah, takut melukai kepala si kecil. Menggunduli rambut bayi (bagi saya) membutuhkan waktu satu hari penuh. Sebentar cukur, sebentar berhenti, sampai semua bagian rambut tercukur habis. Belum lagi begitu melihat hasil tumbuhnya rambut suka nggak merata, hahaha. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan mencukur rambut bayi, antara lain:

Tips Cukur Rambut Bayi Saat Akikah - Mommies Daily

1. Gunakan alat cukur khusus
Mengingat kepala bayi masih sangat lunak, waktu itu saya menggunakan cukuran bulu untuk wanita. Saya dan suami juga memilih untuk melakukan pencukuran rambut bayi sendiri. Pastikan juga alat cukurnya masih baru ya. Dengan begitu, ketajaman cukuran tidak akan membuat kita mengulang-ulang dalam mencukur rambut.

2. Santai tapi pasti
Ketika itu, saya membutuhkan waktu satu hari penuh saat mencukur rambut Dhia. Saya mulai di pagi hari dan baru selesai menjelang sore. Karena saya melakukannya berdua dengan suami, maka kami melakukannya dengan santai. Saat Dhia sedang anteng, kami mulai mencukurnya perlahan, sampai semua bagian rambut tercukur habis.

3. Tak perlu terlalu perfect
Ada beberapa bagian kepala Dhia yang tak tercukur hingga benar-benar plontos. Sebab kami merasa kulit tersebut terlalu lunak, seperti bagian belakang kepala. Jadinya, kami memilih tak terlalu sempurna dalam mencukurnya, yang penting kulit kepala aman dari pisau cukur.

4. Bersihkan dengan air
Setelah proses mencukur selesai, saya membersihkan kepala (dan badan) bayi dari sisa rambut dengan cara memandikannya. Sisa rambut yang masih menempel di kepala dan badan bisa menimbulkan gatal yang membuat bayi merasa tak nyaman.

5. Gunakan penutup kepala
Setelah mandi, saya memakaikan topi agar Dhia tidak merasa kedinginan, meskipun berada di dalam rumah. Cukup topi saja, saya menghindari memakaikan ramuan-ramuan jamu atau sejenisnya (tradisi ini masih ada di daerah asal saya). Bahkan sekadar lotion pun tidak. Sebab, pori-pori kepala bayi yang sedang terbuka setelah dicukur berisiko infeksi bila dipakaikan minyak atau lainnya.

6. Membersihkan kerak kepala setelah beberapa hari
Setelah dicukur, kerak kepala yang tertinggal akan terlihat. Gemes, sih, ingin segera membersihkannya. Namun, saya memilih menunngu beberapa hari, sampai Dhia cukup beradaptasi dengan kepalanya yang baru, dan pori-pori kepala tidak terlalu terbuka. Untuk membersihkan kerak kepala, saya membersihkannya menggunakan cotton buds yang sudah diberi baby oil dan menggosokkannya perlahan, sampai kerak kepala terangkat. Setelahnya, baru membersihkannya menggunakan air.

Bagaimana dengan mommies? Punya tips lain saat mencukur rambut bayi?


Post Comment