Yasmine Wildblood, “Saya beruntung punya suami yang hands on sama anak.”

Bagi Yasmine Wildblood (24), menjadi ibu di usia muda tak semudah yang ia bayangkan sebelumnya. Namun, dia berhasil menghadapi sejumlah drama parenting berkat bantuan dari suaminya, Abi Yapto.

Walau menjadi orangtua tidak ada manual book-nya, Yasmine cukup santai dan nggak dibawa repot menjalani peran barunya sebagai orangtua, mengurus Seraphine (11 bulan),  bersama Abi Yapto. Meski terpaut cukup jauh dengan suami, nyata kerja sama mereka terbilang cukup baik.

Yasmine Wildblood, “Saya beruntung punya suami yang hands on sama anak.” - Mommies Daily

Yasmine mengakui, beruntung punya suami seperti Abi, yang tak segan hands on sama anak, diwaktu-waktu genting, seperti saat mereka sedang taveling. Untuk tahu, cerita selengkapnya, mengenai cuplikan kehidupan Yasmine dan pasangannya, setelah memiliki anak, silakan langsung baca obrolan saya dengan Yasmine berikut ini.

Gimana rasanya menjadi ibu dari seorang putri cantik, seperti Seraphina?

Rasanya pasti bahagia, senang banget bisa punya anak seperti Seraphina. Pokoknya menjadi seorang ibu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, perasaannya seperti apa. Yang jelas, happy banget.

Menjadi orangtua di zaman sekarang, tantangannya apa sih?

Tantangan pasti ada, ya. Apalagi pas maish hamul, mikirnya tuh, gampang lah ngurus bayi. Dan ternyata pas bayinya keluar, mengurus anak, tidak semudah yang dipikir sebelumnya. Banyak sekali tantangan yang harus dilewati. Yang pertama itu, ada drama menyusui, kedua menghadapi kalau anak sakit, lalu cara orangtua mengstimulasi anaks. Jadi memang, dalam mengasuh anak itu, tidak segampang yang dibayangkan.

Peran Abi sendiri sebagai ayah untuk mengurangi drama-drama itu bagaimana?

Dia tipe yang hands on sama anak, ya. Karena Sera, tidurnya bareng sama kami. Jadi Sera juga dekat dengan Papanya. Kalau nggak saya, sama Papanya ya, nggak masalah. Papanya juga senang ngajak dia main, setelah seharian kerja. Lalu kalau kami traveling, kan hanya kami berdua. Nggak heran, Sera nempel banget sama kami berdua. Dan Abi, sangat membantu saya kalau lagi traveling, misalnya kalau saya lagi mengerjakan sesuatu, Abi bantuin mandiin Sera. Beruntung banget saya punya suami yang hands on sama anak.

Beralih ke soal MPASI, ya Yasmine. Ada masanya, nggak Sera susah makan? Dan bagaimana menghadapinya?

Stress sih yang pasti, karena kelihatan banget, Sera badannya langsung kurus. Solusinya saya banyakin biskuit dan menyusui langsung. Dan kemarin itu sempat nggak mau  makan lagi dua minggu, pas gigi atas keluar. Maunya justru makan sendiri. Ya sudah, kalau lagi ke restoran, saya pesan sayuran yang dikukus. Supaya dia bisa pegang dan makan sendiri, daripada nggak ada makanan yang masuk sama sekali.

Sera termasuk yang tipe pemakan semua, atau picky eater?

Nggak sih, ya. Sera itu nggak pilih-pilih makannya. Jadi dia apapu dimakan. Mau saya kasih rasa apapun, dilahap saja. Saya kasih buah yang manis, karbohidrat yang lebih gurih, biskuit semua rasa dan sumber makanan lainnya, sama dia pasti dimakan.

Sera sudah bisa apa saja sekarang mbak?

Sudah bisa merangkak, mencoba untuk berdiri, sudah bisa dadah-dadah, tepuk tangan. Kalau manggil orang, tangannya juga ikut melambai. Bisa joget, dan dia hobi joget, hahaha.

Yasmine, saya sempat “ngintip” di IG-nya Mas Abi. Kalian juga sering traveling. Ada nggak tips buat orangtua baru, yang juga punya hobi yang sama?

Tipsnya jangan diambil pusing kalau lagi traveling, santai aja jangan terlalu dibawa stress. Karena memang akan sedikit lebih repot. Makanya penting banget punya suami yang mau hands on sama anak. Contohnya, bangun pagi Mas Abi bantuin mandiin Sera, saya juga siap-siap. Jadi pas saya juga selesai siap-siap, bisa langsung pakein Sera baju. Memang harus kerja sama banget suami kalau sedang traveling. Selain jangan stress, dibawa fun, saja. Misalnya, pas traveling kemarin, Sera lagi agak susah makan. Di restoran saya kasih sayuran kukus, dan biskuit.

Yasmine Wildblood, “Saya beruntung punya suami yang hands on sama anak.” - Mommies Daily

Kalau kamu dan Mas Abi sendiri, ketika Sera sudah besar. Mau dianggap menjadi orangtua seperti apa oleh Sera?

Pastinya mau dianggap orangtua yang bisa diajak komunikasi sama dia. Dan membuat dia nyaman sama saya dan Mas Abi. Saya dan Mas Abi nggak mau takut sama kami, dan menyembunyikan cerita-cerita tertentu. Kami mau meanggap kami tidak hanya menjadi ibu dan ayah, tapi juga tempat buat dia sharing, kalau lagi kenapa-kenapa larinya bisa ke saya atau Mas Abi.

Kekhawatiran orangtua yang terbesar ketika nanti Sera besar apa?

Kekhawatiran saya, pas nanti Sera masuk masa-masa ABG. Karena dari yang saya dengar, justru masa-masa tersulit parenting bukan pas usia balita atau anak-anak, tapi pas mereka mulai remaja. Karena dari pergaulannya, sensitive nggak mau bicara sama orangtuanya. Tapi kan itu masih lama, ya. Sekarang enjoy saja dulu.


Post Comment