5 Perubahan yang Terjadi Antara Saya dan Ponsel Setelah Punya Anak

Sebelum jadi ibu, ponsel jadi bagian dari hidup saya yang terpisahkan. Bagaimana setelah punya anak? Ternyata banyak perubahan yang signifikan lho antara hubungan saya dengan ponsel. Paling nggak, saya merasakan ada 5 perubahan.

Saya harus mengakui kalau anak itu memang membuat banyak perubahan banget di dalam hidup setiap orangtua (termasuk saya). Name it, mulai dari emosi jadi lebih sabar, pola hidup lebih sehat sampai kebiasaan-kebiasaan harian, seperti pemakaian gadget. Oh, sama hubungan suami isteri (biasanya intensitas yang berubah, hehehe) plus hubungan di lingkungan sosial yang jadi kian terbatas karena waktu yang terasa kian sempit. Dari sekian banyak perubahan, saya lagi mau cerita tentang dampak kehadiran Bumi, anak saya, terhadap hubungan saya dengan benda kesayangan saya, ponsel!

5 Perubahan yang Terjadi Antara Saya dan Ponsel Setelah Punya Anak-mommiesdaily

Iya, kalau dulu kan ponsel itu seperti pacar. Selalu nempel dan susah banget dilepaskan. Walaupun sekarang juga nggak bisa hidup tanpa ponsel, tapi toh, tetap banyak perubahan yang saya rasakan. Biar gimana, pasti sedih kalau anak sampai protes dan bilang, “Tatap mataku, dong, bu…. jangan lihat handphone terus….”

Favorite Contact

Hayoo…. ngaku, pasti deh setelah punya anak favorit kontak yang ada di ponsel juga ikutan berubah. Dulu,nomor telepon favorit saya adalah nomor orangtua dan suami. Sekarang? Nomor kontak yang jadi favorit itu adalah nomornya dokter anak, hahahaa. Apalagi saat Bumi dulu masih bayi dan balita. Semacam nomor dokter anak kami selalu ada di speed dial. Untungnya saya masih paham etika kok kalau mau telepon.

Jumlah foto yang kian bertambah

Seingat saya, sih, sebelum punya anak, momen foto-foto jarang banget saya lakukan. Paling kalau memang ada acara spesial bersama sahabat atau keluarga. Tapi setelah jadi ibu baru dan punya anak?  Beragam macam angle si kecil berhasil menjadi obyek foto saya. Mulai dari sedang tidur, ngiler, ketawa, sampai timbang pakai pospak aja juga difoto. Jadi ibu baru ternyata membuat prosentase rasa norak jadi meningkat tajam, ya? Nggak papa sih pamer, tapi ingat ya kita juga harus tahu batas. Nggak semua boleh dipamerkan. Foto anak, jangan sampai jadi incaran pedofilia. 

Baca juga : Ajukan 6 Pertanyaan Ini Sebelum Posting Foto Anak di Social Media

Teks untuk suami

Siapa sangka, saat ini saya harus lebih hati-hati menulis pesan untuk suami. Percayalah, ketika anak sudah mampu membaca, anak akan serig ‘kepo’ dengan isi kalimat whatsapp yang ibu kirimkan untuk bapaknya. Hal ini sering sekali saya alami beberapa tahun belakangan ini. Alih-alih mengirim text yang ‘mengoda’ suami dengan harapan ia cepat pulang, sekarang kalimatnya justru lebih banyak pesan-pesan sponsor yang berkaitan dengan kebutuhan anak.

Screen time

Dulu sebelum punya anak mana berlaku istilah screen time? Kapan pun mau mesra-mesraan dengan ponsel, ya, bisa dilakukan kapan saja. Sedangkan sekarang? Jelas berbeda. Karena saya mau memberikan contoh yang baik untuk anak, kebebasan untuk pegang ponsel di rumah tentu saja sudah tidak bisa seperti dulu lagi.

Baca juga : Aturan Terbaru Screen Time untuk Anak

Music playlist….

Nah, ini jadi salah satu perubahan yang sangat terasa buat saya, sekarang music playlist yang ada di ponsel saya juga didominasi dengan lagu kegemaran anak saya. Contohnya, lagu-lagu  One Direction yang kini mendominasi music playlist.

Ada yang punya pengalaman serupa dengan saya nggak, sih?


Post Comment