3 Cara Menyendawakan Bayi

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Suara sendawa bayi begitu ia kelar minum ASI pasti menjadi salah satu suara yang paling saya tunggu, hehehe. Nah, ini dia 3 teknik menyendawakan bayi.

Enam tahun yang lalu, seorang bidan yang mengajari saya cara menyusui yang benar berpesan, “Nanti, sampai rumah, jangan lupa sendawakan bayinya, ya, Bu.” Kemudian ia mengajarkan saya posisi menyendawakan bayi. Namun karena saat itu Dhia tidak habis menyusu, jadi ya nggak muncul-muncullah itu suara sendawa. Dengan berbekal keyakinan, saya pun meng-iyakan perintah bu bidan.

Sampai di rumah, saya pun kebingungan, hahaha. Saya menyesal tidak menanyakan berapa lama sebaiknya bayi dalam posisi disendawakan, apakah ada posisi lain yang bisa saya lakukan untuk membantu bayi bersendawa dan bagaimana bila bayi tak juga bersendawa? Padahal menyendawakan bayi sangat penting untuk menghindari bayi dari kolik, gumoh atau yang paling seram untuk menghindari masuknya cairan susu ke dalam paru-paru bayi. Intinya, menyendawakan bayi sangat penting untuk memperlancar pencernaannya.

Agar tidak berakhir dengan kebingungan seperti saya 6 tahun yang lalu, berikut 3 teknik menyendawakan bayi:

 Teknik Menyendawakan Bayi - Mommies Daily

1. Menggendong di atas bahu
Pertama, gendong bayi di bahu dan pastikan kepala disangga dengan baik menggunakan tangan kiri. Lalu, gunakan tangan kanan untuk menepuk-nepuk punggung bagian tengah dengan sangat lembut. Saran saya, gendong bayi dengan posisi lebih tinggi supaya perut bayi bersandar di bahu Anda. Bila dengan menepuk-nepuk punggung bayi tak kunjung bersendawa, ganti dengan elusan. Biasanya gerakan lembut ini justru bisa berhasil menyendawakan bayi.

2. Menyendawakan dengan menelungkupkan bayi
Untuk menelungkupkan bayi, sebaiknya Anda sudah harus ahli dalam meggendong bayi terlebih dahulu. Sebab, menurut saya, membalikkan tubuh bayi gampang-gampang susah. Untuk membantunya bersendawa, telungkupkan bayi di paha Anda. Jangan lupa pegangi kepalanya agar ia tidak ‘tenggelam’ dan sulit bernapas. Kemudian, tepuk-tepuk perlahan punggung bayi sampai ia bersendawa.

3. Menyendawakan sambil duduk
Bagi saya menyendawakan bayi sambil duduk termasuk level yang cukup sulit ketimbang menelungkupkan bayi. Memposisikan bayi untuk duduk artinya harus memegangi kepala, leher dan badannya sekaligus. Jadi, sebaiknya posisi ini dilakukan saat usia bayi sudah lebih besar. Untuk mempermudah, pegangi kepala, leher dan dada bagian depan dengan tangan kiri. Dengan menggunakan tangan kanan, tepuk perlahan punggung bayi atau elus bagian punggungnya sampai ia bersendawa.

Ada kalanya, ketika bayi sudah diposisikan untuk bersendawa, namun ia tak kunjung bersendawa juga. Bila ini terjadi, jangan kkhawatir, hal ini tidak apa-apa, kok. Perhatikan saja wajahnya, bila wajahnya tenang-tenang saja, artinya sendawa tak banyak berarti. Tapi kalau ia sudah mulai meringis atau terlihat tak nyaman, maka bersiaplah untuk memosisikan kembali bayi pada posisi sendawa.

Agar bayi tak terlalu lama berada di posisi sendawa, saya memilih untuk menerapkan trik-trik seperti menyusuinya langsung dari payudara, dan menyusui bayi dalam posisi sedikit tegak. Seiring bertambahnya usia, bayi akan menjadi lebih ahli untuk bersendawa sendiri. Selain itu, dengan bertambahnya usia bayi, sistem pencernaannya akan mencerna makanan dengan lebih baik, jadi frekuensi untuk bersendawa menjadi berkurang.

Yang penting jangan terburu-buru saat akan menyendawakan bayi. Posisi sangat menentukan prestasi Moms :D


Post Comment