Sehat Itu Pilihan, Begitu Juga dengan Bahagia

Bagi saya, sehat dan bahagia itu adalah dua hal yang sebenarnya bisa kita pilih. Nggak susah, yang penting niatnya kuat, hahaha.

Sehat Itu Pilihan, Begitu Juga dengan Bahagia - Mommies Daily

Sudah satu bulanan ini saya bersama beberapa teman kantor lagi rutin untuk Yoga dan PoundFit. Jangan ditanya gimana rasanya badan setelah pertama kali Yoga dan PoundFit after a looooooong break ……. Berasa tremor seluruh tubuh dari atas sampai bawah.

Belum lagi jam-jam kelas yang pilihannya lumayan menantang untuk ibu bekerja. Kalau nggak pagiiiiiiii banget, sekitar jam 06.30 WIB (kebayang kan jam berapa saya harus berangkat dari Bekasi!!!), ya pilihan lainnya setelah pulang kerja. Ada sih jam-jam cantik seperti jam 11 atau jam 4 sore, tapi kan sini masih butiran berlian yang jam kantornya belum bisa seenak udel.

Kalau ngikutin rasa malas, ya mendingan saya nambah sedikit jam tidur di pagi hari atau segera pulang kruntelan sama anak sepulang kantor. Tapi, saya merasa tubuh saya butuh olahraga, dan nggak kenapa – kenapa juga buktinya, jam tidur sedikit berkurang dan waktu bersama anak sedikit berkurang. Yang penting hasilnya saya sehat. Kalau saya sehat, yang untung bukan hanya saya, tapi keluarga saya :D. Jadi, sebenarnya, tergantung kita, seniat apa untuk memiliki tubuh yang sehat.

Sama kasusnya nih dengan bahagia. Kata orang, bahagia itu harus dicari. Kata saya, bahagia itu bisa kita ciptakan sendiri.

Saya punya satu teman. Dia cantik, ekonominya mapan kelas kakap, anaknya satu, suaminya juga ganteng. Tapi isi postingan di pathnya kurang lebih seperti ini:

– Waktu belum punya anak, curhat sedih-sedih kenapa nggak punya anak.
– Setelah punya anak, ngeluuuuh berkepanjangan karena nggak ada waktu untuk me time.
– Diajak jalan-jalan ke Amerika Serikat, sedih karena susah untuk mengambil foto karena ada tangan kecil yang selalu memegang tangannya (ini berarti tangan anaknya dong yang dimaksud, just in case mommies nggak ngerti :p).
– Sarapan sendirian karena suami masih tidur di sabtu pagi sehabis lembur, juga kesel karena merasa nggak diperhatiin.

Capek, kalau saya lanjutkan isi postingannya di sini.

Sedangkan di luar sana, banyak perempuan yang mungkin mau menukar tempat mereka dengan apa yang dijalani oleh teman saya sekarang.

See, bahagia atau tidaknya kita, itu tergantung sama diri kita sendiri. Apakah kita mengizinkan diri kita untuk bahagia, atau kita terlalu sibuk mengumpulkan duka dalam kehidupan kita. Hanya kita yang tahu jawabannya.

Nah, gimana dengan kita saat ini? Sudah merasa sehat dan bahagia belum?


Post Comment