Manajemen Dapur yang Perlu Diperhatikan Ibu Bekerja

Percaya, deh, selain harus punya manajemen waktu yang baik, seorang ibu bekerja juga perlu memerhatikan manajemen dapur. Bagaimana kita bisa menghidangkan makanan sehat, tapi dengan waktu efektif dan efisien.

Dari dulu, saya ini hobi banget ngerecokin mama saya masak. Setidaknya, saya lebih senang kalau mama meminta bantuan untuk mengolah masakan ketimbang beberes rumah, apalagi kalau diminta menyeterika baju. Rasanya, kok, pekerjaan rumah yang satu ini membosankan, ya? Hahahaha…

Pandangan ini pun nggak kunjung berubah setelah saya menikah dan punya anak. Dari sekian banyaknya pekerjaan rumah tangga, saya paling senang berkutat di dapur. Membuatkan makanan kegemaran Bumi, anak saya. Apalagi kalau anak saya sampai bilang, “Ibu.. makanannya enak, deh! Aku suka.” Pujian seperti ini rasanya tuh bikin hati meleleh, jadi mood booster paling ampuh bikin semangat sepanjang hari.

IMG_20170831_085427

Meskipun kemampuan masak saya masih standar, tapi setidaknya saya berusaha untuk menyenangkan anak dan suami dengan memasak makanan kegemaran mereka. Lagian, bukankah memulai pola hidup sehat harus dimulai dengan mengonsumsi makanan rumah? Sudah banyak penelitian yang menyebutkan kalau anak yang terbiasa mengonsumsi makanan rumahan, tumbuh kembangnya akan lebih baik.

Huffingtonpost, pernah menulis soal penelitian Dokter asal Amerika Mark Hyman, MD dalam tulisan How Eating at Home Can Save Your Life yang menunjukkan bahwa anak yang terbiasa untuk makan di rumah bersama keluarga, memiliki nilai lebih memuaskan, berhubungan baik dengan orangtuanya, dan jauh dari masalah.

Masalahnya, nih, sebagai ibu bekerja saya masih suka kerepotan membagi waktu. Gimana caranya bisa menghidangkan makanan enak buatan sendiri, bisa menyelesaikan deadline kerjaan kantor yang numpuk, bahkan kalau bisa tetep bisa tampil kece dan eksis di lingkungan sosial. Pelan-pelan saya pun belajar soal manajeman dapur, supaya keingian saya ini bisa diwujudkan!

Membuat Menu Mingguan

Ternyata mikirin menu masakan yang akan diolah itu bikin mumet kepala, ya. Memang sih, anak dan suami saya bukan tipe orang yang ribet dalam urusan makanan. Tapi, bukan berarti saya lantas bisa masak menu yang sama setiap hari, dong? Untuk memudahkan, membuat jadwal menu mingguan. Lengkap dengan sayur, lauk pauk. Biasanya sih, untuk mendapatkan referensi saya akan bertanya langsung pada anak dan suami, atau mengintip beragam pilihan menu dari Google.

Cermat memilih home appliances yang memudahkan proses memasak

Buat saya, sih, home appliance atau peralatan rumah tangga bukan lagi kebutuhan tersier, tapi kebutuhan pokok. Termasuk peralatan ‘perang’ di dapur yang membantu saya mengolah makanan lebih cepet, dan tentu saja sehat! Saya itu sering ‘mupeng’ kalau melihat ada produk baru yang bisa dijadikan solusi praktis saat memasak.Salah satu produk yang saya sedang incar saat ini adalah Healsio Automatic Cookware, produk home appliances terbaru Sharp.

IMG_20170831_085442

Setelah melihat dan membaca beberapa review ang sudah menggunakannya, katanya, Healsio Automatic Cookware ini banyak membantu dan bikin praktis kaum ibu yang memasak meskipun tidak dibekali keterampilan khusus. Soalnya memang sudah dilengkapi dengan fitur yang lengkap.

Salah satu keunggulanya adalah automatic cooking yang mampu mengatur tingkatan panas memasak tinggi, sedang dan rendah karena ada steam sensor serta temperatur sensor yang mampu mendeteksi jenis makanan agar tidak hangus dan meluap serta melindungi makanan dari bakteri dan jamur. Selain itu terdapat 115 menu memasak dan fitur keren lainnya adalah fitur automatic stirring pengaduk otomatis berdasarkan porsi masakan dan tingkat kelembutan masakan tersebut.

Bahkan untuk memudahkan proses memasak, ada tujuh pilihan tombol pengaturan masakan yaitu curry atau soup, simmer, boil, steam, noodle, ferment, sampai dessert. Hanya itu? Tentu saja nggak, sebagai ibu bijak, kalau membeli produk rumah tangga saya juga selalu memerhatikan watt yang digunakan. Biar setiap bulan tagihan listrik nggak melonjak tajam, hahahaha. Dan ternyata konsumsi listrik Helasio Automatic Cookware ini juga nggak sampai ribuan, kok, hanya 800 watt, berkapasitas 2,4 liter, lebar 216 mm dan tinggi 147 mm. Fitur unggulan lain yang semakin membuat saya ingin membeli produk ini adalah adanya pre-set timer cooking membantu saya mengatur waktu penyajian sesuai waktu yang diiinginkan. Asik, ya!

Stok kaldu dan bumbu dasar masakan yang sudah diolah

Salah satu hal yang banyak membantu saya menghemat tenaga dan waktu saat masak adalah dengan cara membuat stok kaldu, baik kaldu ayam, udang, ataupun daging. Kemudain saya bekukan seperti ice cube. Cara ini cukup membantu, lho. Selain itu, setiap akhir pekan saya pun sering menbuat bumbu masakan dasar masakan dengan jumlah yanhg cukup banyak, baik duo bawang atau cabe. Hal ini juga berlaku kalau saya membuat bumbu pasta. Dengan begini, saat masak jadi nggak perlu repot lagi.

Sejauh ini, tiga langkah di atas sangat membantu saya. Mungkin Mommies yang lain punya kiat jitu yang berbeda?


Post Comment