10 Smart Hacks Every New Parents Needs To Know

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Untuk orangtua baru. Simpan baik-baik, 10 trik dari para orangtua “senior” berikut ini. Mulai dari cara mengatasi mainan yang sering hilang, sampai mengatasi anak yang susah makan.

Kerepotan mengurus anak pertama? Yah, namanya juga orang tua baru, belum berpengalaman dan masih terkaget-kaget dengan situasi yang dihadapi. Tapi tenang saja, mommies, kerepotan anda mudah-mudahan dapat sedikit teratasi dengan beberapa tip dan trik yang dibagikan mommies yang lain. Beberapa smart hacks ini niscaya akan menjadikan hidup lebih mudah dan mengurangi kerepotan yang anda, suami, ibu atau mertua hadapi. Selamat mencoba!

Baca juga:

Superwoman Gagal itu Bernama Ibu

Book Review: Real Mom Real Journey

10 Smart Hacks Every New Parents Needs To Know - Mommies Daily

1. Anak Belajar Makan

“Taruh koran di bawah high chair. Baik belajar makan menggunakan tangan atau sendok, keduanya akan sama berantakannya. Jadi setelah makan, saya tidak perlu repot menyapu atau mengepel lantai.” Ira, ibu dari Darren, 6 bulan.

2. Anak Belajar Merangkak

“Masa-masa aktif belajar merangkak ini perlu pengawasan ekstra ketat. Jangan sampai seperti saya, bayi mungil mommies terjatuh dari atas tempat tidur ketika terbangun tanpa suara *amit-amit. Coba beli sprei dengan satu ukuran yang lebih besar, tempatkan guling berat di dalam sprei, mengelilingi anak yang sedang tertidur. Trik ini harus diganti setelah anak semakin jago merangkak dan bisa menaiki rintangan.” Monik, ibu dari Kenzo, 16 bulan.

3. Anak Belajar Jalan

“Mubazir sekali rasanya, ketika kepalang membeli push walker, anak malah belajar berjalan dengan mendorong-dorong galon air mineral. Akhirnya saya menaruh beberapa galon air mineral setengah penuh di beberapa spot di rumah.” Bunga, ibu dari Deary, 20 bulan.

4. Menginap di Rumah Nenek

“Salah satu item di packing list yang tak boleh tertinggal adalah penutup stop kontak. Saya selalu membawa lima buah untuk berjaga-jaga, di mana saja ada stop kontak yang cukup rendah atau mudah dijangkau oleh anak. Ngeri rasanya melihat stop kontak “telanjang’.” Roberta, ibu dari Lea, 10 bulan.

5. Makan di Luar

“Senjata agar anak tenang ketika kami makan di luar ada dalam satu tas berisi mainan yang jarang dilihatnya. Jika tak ada mainan yang berhasil, gadget pun keluar sebagai pamungkas, menyetel lagu-lagu kesukannya.” Isra, ibu dari Mikha, 18 bulan.

Baca juga: Saya Mengizinkan Anak-anak Bermain Gadget, Terus Kenapa?

6. Mengecilkan Volume Mainan

“Istri saya membeli mainan anak secara online dan ternyata suaranya sangat annoying. Mudahnya, sih, tinggal menempelkan selotip di bagian speaker untuk meredamnya,” Lukas, ayah dari Joseph, 5 bulan.

7. Menaruh Mainan Kecil

“Mainan seperti Lego, kan, gampang dihilangkan oleh anak ya. Maka saya menaruhnya di rak sepatu plastik yang tergantung di dinding. Mudah mencari dan menaruhnya kembali.” Jess, ibu dari Aida 2 tahun.

8. Mencuci Kaus Kaki Bayi

“Entah mengapa, dulu saya sering kehilangan sebelah kaus kaki bayi ketika mencucinya. Akhirnya saya menemukan tip untuk mencucinya menggunakan kantong jaring yang biasanya saya gunakan untuk mencuci pakaian dalam. Kaus kaki pun selalu utuh!” Veby, ibu dari Sean, 3 bulan.

Baca juga: 5 Tanda Kita Adalah Orangtua Overprotective

9. Memencet Sabun Mandi

“Sabun mandi cair jenis pump memang menarik perhatian anak. Tak heran jika akhirnya anak mulai meminta untuk memencet sendiri pump tersebut dan berujung pada borosnya sabun yang dikeluarkan. Untuk menyiasatinya, saya lilitkan karet gelang pada bagian selang pump-nya, agar sabun yang keluar lebih sedikit ketika ditekan.” Lina, ibu dari Brita, 18 bulan.

10. Anak Susah Makan

“Sepertinya ini momok bagi orang tua baru seperti saya, sampai akhirnya saya mencoba tip ‘bola-bola’ yaitu membentuk semua makanan menjadi bulat seukuran kelereng. Ketika si kecil membuka mulutnya, tinggal hap!” Irene, ibu dari Saba, 14 bulan.

Kalau mommies punya hacks yang lain dari 10 daftar di atas, boleh banget, lho dibagi di kolom comment :)


One Comment - Write a Comment

  1. “Coba beli sprei dengan satu ukuran yang lebih besar, tempatkan guling berat di dalam sprei, mengelilingi anak yang sedang tertidur.” — > walaupun konteksnya ‘kalau terbangun’, ini agak berlawanan sama tips mencegah SIDS nggak, ya? Seperti yang disebutkan di sini http://mommiesdaily.com/2016/04/26/pastikan-keamanan-bayi-saat-tidur-2/–> “Pastikan seprei pada boks bayi terpasang dengan pas dan kencang, serta boks bayi bersih dari dari benda-benda, mainan, boneka, selimut atau bantal.”
    Atau yang di artikel ini buat bayi yang gedean dan umumnya sudah cukup waspada sendiri akan barang di sekelilingnya ya (karena disebutkan ‘anak’ dan ‘belajar merangkak’), tapi ada kata ‘bayi mungil’ kayak merujuk ke bayi usia muda.

Post Comment