Ketika Diremehkan oleh Rekan Kerja Pria, Hadapi dengan Cara Ini!

Nggak pernah ada yang suka diremehkan, apalagi jika kita diremehkan oleh rekan kerja pria. Saat itu terjadi, lawan dengan empat cara ini! 

Katanya, perempuan itu sudah sejajar dengan laki-laki dalam urusan pekerjaan. Dan, memang sih sudah banyak juag perempuan-perempuan hebat yang berada di puncak kepemimpinan dalam sebuah perusahaan. Sayangnya, masih ada juga segelintir laki-laki yang beranggapan kalau perempuan itu nggak cocok menjadi pemimpin.

Mulai dari dianggap moody hingga terlalu terbawa perasaan sehingga membuat perempuan sulit bersikap profesional. Nggak jarang, ini menimbulkan benturan-benturan, karena rekan kerja pria mulai meremehkan kemampuan rekan kerja perempuan. Mau secuek apapun seorang perempuan, kalau didiamkan pasti akan mempengaruhi produktivitas kerja, iya nggak, sih?

Ketika Diremehkan oleh Rekan Kerja Pria, Hadapi dengan Cara Ini!  - Mommies DailyImage: www.listcrux.co

Mungkin sebagian dari kita ada yang sedang atau pernah mengalami perlakuan diskriminatif. Dalam situasi apapun perilaku diskriminatif tidak dibenarkan.Lantas, apa harus resign, kalau sudah begini? Jangaaan dulu! Sebaliknya, kita tunjukkan dong kalau perempuan mampu, menghadapi situasi semacam ini, jangan gentar, atur strategi dan hadapi dengan empat cara ini:

1. Tunjukkan Kemandirian

Orang-orang hebat dan profesional dalam bekerja tentunya memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Tunjukkan bahwa kita mampu mengendalikan diri sendiri, tanpa terlalu sering bergantung kepada orang lain. Dari situ, anggapan perempuan harus selalu dibantu, bisa kita patahkan! Namun perlu diingat, bukan berarti kita mampu bekerja tanpa bantuan dari orang lain.

 2. Tuntaskan setiap pekerjaan

Kadang, kita kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena memang load kerja sedang menggila. Kita jadi bingung, mana dulu yang mau diselesaikan. Kemudian kita berusaha menyelesaikan semuanya secara berbarengan, at the end malah nggak tuntas. Bawaannya ingin mencari jalan pintas, dengan meminta bantuan kepada orang lain. Kondisi ini justru akan menegaskan, bahwa kita tidak profesional. Coba untuk belajar tentang skala prioritas. Mana dulu yang paling urgent dikerjakan, sampai mana yang deadline-nya agak longgar. Kalau sudah terbiasa, semua to do list harian, bisa selesai kok.

3. Meningkatkan Kemampuan Kerja

Dalam hal ini mungkin hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah jangan pernah ada kata “enggan” untuk belajar. Sebab, inilah yang membangkitkan produktivitas kita untuk terus berusaha menjadi yang terbaik sebagai wanita karier. Karena kemampuan serta semangat yang tinggi merupakan aset besar bagi sebuah perusahaan.

4. Jangan Ragu Mengemukakan Pendapat

Dalam setiap pengambilan keputusan jangan ragu, sekalipun hanya kita satu-satunya perempuan yang ikut terlibat. Jangan pernah takut salah dan minder karena pendapat kita tidak didengar. Tunjukkan bahwa kita perempuan yang cerdas dan tegas sehingga mampu berkontribusi dan memberikan argumen yang konkrit dalam setiap pengambilan keputusan. Nyatakanlah juga pendapat secara santun ketika kita merasa mendapat perlakuan diskriminatif. Seimbangkanlah dengan prestasi yang kita raih, sehingga sulit bagi siapapun untuk merendahkan kita, hanya karena kita perempuan.

Jika dirasa makin keterlaluan, diskusi ke bagian HRD. Supaya mereka bisa mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Artikel ini ditulis oleh Tim EXPERD, Wenita Cyntia Savitri.


Post Comment