Rahayu Prasetyawati, “Orangtua Perlu Mendidik Anak Supaya Nggak Gampang Rontok”

Ibarat rambut, Rahayu Prasetyawati, Head of Marketing PT Gondowangi Tradisional Kosmetika juga percaya bahwa anak-anak perlu dibekali pondasi yang kuat agar tumbuh menjadi generasi yang tidak mudah loyo dan gampang rontok. 

“Mbak Adis itu senang baca, ya? Sampai bawa novel seperti itu…” ungkap perempuan berparas ayu yang memiliki nama lengkap Rahayu Prasetyawati, Head of Marketing di PT. Gondowangi Tradisional Kosmetika.

IMG-20170820-WA0077

Saat berkunjung ke kantor PT Gondowangi Tradisional Kosmetika, untuk bertemu dengan Mbak Ayu, begitu saya menyapanya, saya memang sedang membawa sebuah buku novel karya Eka Kurniawan. Buku yang tak kunjung selesai juga dibaca bulan ini.

Dari sana, perbincangan kami pun jadi mengalir. Mbak Ayu cerita bahwa di kantornya ternyata punya tradisi membedah sebuah buku baru.  Menurut pemaparan Mbak Ayu, setidaknya dalam setahun ada beberapa buku yang mereka bedah untuk mendapatkan insight yang bisa diaplikasikan dalam pekerjaannya. Biasanya, buku yang dipilih tidak jauh dari buku-buku bisnis dan marketing.

“Paling nggak setahun beberapa kali bedah buku, tahun lalu kita sempat membedah 5 buku. Tapi kalau tahun 2017 sampai bulan Agustus ini kita sudah bedah buku sampai 4 kali. Di kantor saya memang selalu ada bedah buku, yang kami ulas bersama. Biasanya buku ini diberikan oleh Direksi,  buku baru yang dianggap bagus dan punya nilai yang bisa kami pelajari. Biasanya level atas dulu yang dapat challenge untuk bedah buku. Setelah baca, akan ada presentasinya yang menjelaskan buku itu seperti apa, kira-kira apa saja yang bisa diimplementasikan dari buku tersebut, yang memang sesuai dengan perusahaan. Kadang kalau habis baca buku, saya suka mendapatkan benang merah dengan perusahaan,” papar ibu dari Jaysyin A’la Dinik (8 tahun) dan Jasmine Khumaira (5 tahun).

Oh, ya, Mbak Ayu ini ternyata sudah bekerja PT Gondowangi Tradisional Kosmetika selama 11 tahun, lho. Saya pun penasaran, hal apa sih yang membuatnya sampai betah bekerja 11 tahun di perusahaan yang sama?

“Mungkin lebih ke motivasi, sih. Meskipun saya sudah cukup lama kerja di sini, tapi saya tetap termotivasi untuk bekerja dan mencapai posisi yang lebih tinggi. Support dari atasan itu selalu datang ke saya. Dalam artian para atasan selalu bisa kasih motivasi dan insight buat saya, bikin saya untuk bisa tetap stay di sini dan terus menggali apa yang bisa. Bekerja  11 tahun di sini, pasti banyak hal yang saya pelajari. Hal lain yang bikin saya nyaman karena memang birokrasi di sini tidak kencang, antara karyawan dan Direksi itu seperti punya kedekatan. Dan mereka sangat mendukung karyawannya untuk lebih maju.”

IMG-20170820-WA0083

Pekerjaan Mbak Ayu sekarang apakah berhubungan dengan latar belakang pendidikan?

Sebenarnya kalau dilihat dari pendidikan, saya ini lulusan Ekonomi Akuntasi, sebelumnya sempat kerja di bagian finance, tapi saya merasa dunia finance itu nggak dinamis. Dulu saya dapat challenge untuk bekerja sebagai Brand Executive di Sariayu. Di sanalah saya banyak belajar, ternyata setelah dicoba kok merasa passion saya memang di sini. Saya senang dengan pekerjaan yang sifatnya dinamis, pekerjaan yang menuntut saya untuk mencari beragam insight. Banyak pembelajaran yang bisa saya dapatkan di sini, punya motivasi untuk mengembangkan brand yang saya handle.

Sebagai ibu bekerja, apa saja tantangannya?

Bagaimana caranya antara pekerjaan dan keluarga itu bisa balance. Dulu, saya sempat memercayakan dan meminta bantuan pada ART untuk mengurus anak, tapi karena saya ini perfeksionis jadi, rasanya nggak puas. Dan pada dasarnya saya juga selalu berusaha untuk bisa terlibat dengan anak-anak, pada akhirnya saya memutuskan tidak pakai ART dan itu berlangsung sampai sekarang. Akhirnya saya lebih banyak melibatkan orangtua sebagai support system. Segala hal yang sudah atau ingin diterapkan ke anak-anak, diskusikan dan jelaskan pada orangtua lebih dulu. Pola saya mendidik anak saya oper ke orangtua, sehingga pola asuhnya memang bisa seragam. Tapi tetap saja semua saya supervisi, ketika di rumah ya semua saya handle sendiri, sebelum kerja hingga pulang kantor. Di luar kantor juga selalu menjaga komunikasi ke anak-anak. Ya, memang tantangan terbesar itu soal manajemen waktu.

Lalu bagaimana kiat Mbak Ayu menjalankan pekerjaan agar lebih efisien?

Dalam kondisi dihadapkan dengan beberapa meeting dalam satu hari, tentunya mengusahakan meeting selalu dimulai tepat waktu. Disiplin dengan waktu kerja dan waktu istirahat. Sebisa mungkin saat berkerja secara tim maupun individual menghindari mengerjakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan seperti ngobrol dengan rekan kerja, berselancar di internet di luar konteks pekerjaan, menonton film atau video, dll. Dan saat istirahat dapat menggunakan waktu untuk istirahat, baik tubuh dan pikiran, dengan beribadah serta makan siang. Dengan membiasakan rutinitas tersebut tentunya akan membentuk pola kerja dan karakter tim yang cepat dalam bekerja, kreatif, inovatif, juga produktif.

Bekerja di brand kecantikan, khususnya shampoo apa saja tantangannya, Mbak?

Market shampoo itu sangat besar. Tapi semua produk itu punya siklus, kalau kita nggak jaga ya akan sulit bertahan, secara brand kita memang harus mengikuti psikografis dengan konsumennya. Harus dinamis dan ikutin trend, tapi jangan asal mengikuti. Harus bisa create sesuatu yang baru. Mencari apa yang memang dibutuhkan pasar.

Oh, ya, saya perhatikan Natur itu juga sering memanfaatkan blogger atau influencer. Dari kacamata brand, apa sih yang dilihat dari blogger atau influencer?

Dalam memilih blogger memang kami cukup selektif. Kami mencari blogger atau influencer yang punya engagement yang baik. Bukan dari followers-nya, karena buat kami itu tidak menjamin. Apalagi followers itu bisa dibeli. Justru yang dibutuhkan adalah orang yang bisa jadi trend setter untuk para followers-nya. Ketika review juga punya pengaruh yang cukup kuat, membuat followers-nya penasaran dan mengikuti.

Dalam mendidik anak, pondasi apa sih yang paling mbak perhatikan?

Selain agama, buat saya itu yang paling penting adalah disiplin. Untuk disiplin waktu memang sudah saya terapkan ke anak-anak, mulai dari bangun pagi, belajar di rumah, sampai disiplin untuk tidur siang. Untuk disiplin ini juga saya jelaskan ke orangtua, supaya polanya tetap sama. Dengan saya atau dengan neneknya, ya, harus sama. Mungkin buat orang lain saya dianggap orangtua yang terlalu kaku dalam menerapkan disiplin waktu, tapi buat saya ini justru sangat penting agar saat besar anak-anak sudah terbiasa untuk berdisiplin.  Anak-anak saya ini kan termasuk millennial generation, ya, jadi harus dimulai dari disiplin diri.

Menjadi ibu masa kini, apa saja tantangannya?

Buat saya yang paling penting itu adalah mengolah seorang anak menjadi orang sukses. Sukses yang saya maksud bukan hanya soal karier. Tapi bagaimana mereka bisa survive menjalani hidup ini. Anak-anak zaman sekarang mudah sekali rontok, motivasinya sering down, ini juga yang saya dapatkan lewat baca buku mendapatkan banyak insight. Untuk membuat anak nggak gampang rontok, memang perlu dimulai dengan dengan disiplin. Anak juga perlu tahu risiko apa yang mereka hadapi. Contohnya, nih, saat ngobrolin cita-cita, anak perlu tahu apa risiko dan hal yang mereka siapkan. Supaya nggak ngawang-ngawang, bagaimana mereka bisa berkarya sesuai dengan keinginannya.

Setuju banget deh, penting untuk kita menciptakan generasi yang nggak mudah rontok.


Post Comment