Menghadapi Anak ‘Lola’ Dibawa Traveling

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Lola di sini maksudnya adalah anak yang loading-nya lama alias butuh pemanasan dulu ketika bertemu orang baru atau saat pergi ke tempat baru.

Anak-anak lahir dengan temperamen bawaan. Ada yang mudah diajak bertemu orang baru ataupun pergi ke tempat-tempat baru, ada yang tipe ‘lola’ (loading lama alias butuh pemanasan dulu), tapi ada pula yang sulit. Cerita dari momen mudik kemarin, adik saya yang tinggal di Jawa Timur mengeluhkan putrinya yang baru berusia 13 bulan, Alicia. Alicia tipe anak yang sulit, hanya mau berinteraksi dengan ayah ibunya. Adik sempat khawatir membawa Alicia mudik ke luar kota, yang artinya membawanya ke tempat baru dan akan bertemu orang-orang yang tidak ia kenal. Baru membayangkannya saja sudah seperti ‘disaster’.

Baca juga:

Agar Anak Jangan Jago Kandang

Saya jadi ingat dengan anak saya Pi sewaktu masih seumuran Alicia. Pi mungkin levelnya sedikit di bawah Alicia. Ia tipe yang sulit sih, ‘lola’ juga. Ciri anak seperti ini antara lain: tingkat aktivitas yang tinggi dan sering impulsif; ekstra sensitif terhadap stimulasi sensorik; sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas dan pengalaman baru; reaksi yang intens dan tidak fleksibel; mudah terganggu atau sangat fokus; tidak mampu menenangkan diri dengan baik; dan irama biologis tidak teratur, seperti jadwal kelaparan atau jadwal tidur; mood cepat berubah sehingga rewel berlebihan atau menarik diri sepenuhnya.

Menghadapi anak dengan salah satu atau beberapa karakteristik tersebut membuat hidup menjadi lebih menantang, baik untuk orang tua maupun untuk anak. Anak-anak dengan temperamen ini butuh ekstra diajari untuk mengatasi kepekaan dan tingkat adaptasi mereka.

Dulu, Pi tidak bisa berinteraksi dengan orang selain ayah ibunya. Setiap diajak ke tempat baru, ia akan menangis. Pengalaman mudik pertama kali, baru di depan pintu rumah Nenek, ia sudah minta pulang.

Namun, semakin besar anak, tingkat adaptasinya juga semakin berkembang. Dari sisi temperamen, sesekali masih ada sih, ‘ledakan-ledakan’ kerewelan, tapi sudah jauh lebih mendingan dibanding dulu. Percayalah, badai itu pasti berlalu, kok.

Baca juga:

Bye Bye Balita, Welcome ABG

Yang masih punya anak balita, sekadar berbagi pengalaman, berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan, bagaimana saya mengatasi si balita sulit dan cranky saat diajak jalan-jalan.

Menghadapi Anak ‘Lola’ Dibawa Traveling - Mommies Daily

• Sebelum traveling, cukupi kebutuhan dasarnya. Kebutuhan dasar anak adalah makan yang tepat dan waktu tidur yang cukup. Pertahankan waktu makan dan waktu tidur yang dapat diprediksi, dan jadwal aktivitas pada jam yang sama secara rutin setiap hari. Selain itu, ada kebutuhan primer yang juga tak kalah penting, yakni perhatian dan kasih sayang.

• Fokus pada kelebihan yang dimiliki anak. Alih-alih mengeluh dan mengomelinya terus-terusan, bantulah apresiasi anak setiap kali anak fleksibel, positif, atau mudah beradaptasi.

• Hindari memberi label pada anak-anak, seperti “anak bermasalah”, “cengeng”, atau lainnya. Sebab, hal itu akan memengaruhi kepercayaan dirinya.

• Latih perubahan yang bisa diantisipasi. Misalnya, saat akan mengajak anak ke pantai, ceritakan seperti apa suasananya, apa yang bisa dilakukan di sana.

• Ajak anak ngobrol seperti layaknya berdiskusi dengan orang dewasa. Maksud saya, mengajaknya bicara dari hati ke hati. Walaupun usia anak belum bisa ngomong, saya percaya sesungguhnya anak bisa menangkap apa yang kita sampaikan. Saya, misalnya, menjelaskan kepada Pi, kenapa, sih, harus mudik. Kenapa sih, harus traveling ke luar kota (karena ayah ibunya butuh piknik, he…he…he…). Supaya ia mengerti alasan mengapa ia seolah ‘dipaksa’ keluar dari kenyamanan rumah dan rutinitas di rumah.

• Hindari bereaksi berlebihan, meninggikan suara kita, atau mengeluarkan ancaman dan ultimatum. “Diem, nggak! Kalau masih rewel, adik ditinggal saja, deh!” Tidak perlu juga tunduk pada kemauan anak jika permintaannya berlebihan alias impossible. Misalnya, saat anak rewel minta pulang, padahal baru tiba di tempat tujuan di luar kota. Hadapi kerewelan anak dengan tenang, kepala dingin, dan tanpa basa-basi. Ini akan membantu anak mengendalikan dan mengembangkan kepercayaan dirinya.

Baca juga:

Alasan Mengapa Kita Harus Membiarkan Anak Laki-laki Kita Menangis

• Di luar acara traveling, sering ajak anak jalan-jalan secara rutin. Tidak harus ke tempat mahal atau ke luar kota. Bisa saja ke kolam renang, taman, atau tempat outdoor yang ramah anak dan terdekat dari rumah. Hal ini untuk membiasakannya menemui tempat baru di luar comfort zone-nya.

Baca juga:

Saat Anak Berkebutuhan Khusus Mengalami Tantrum


Post Comment