Cari Tahu! Tetap Profesional Meski Banyak Kubu di Kantor

Boleh aja kok tergabung dalam satu kelompok pertemanan di kantor. Tapi alangkah baiknya, tidak sampai berubah menjadi sebuah kubu yang memberikan dampak jelek pada perusahaan dan reputasi diri sendiri.

Siapa yang tak senang diterima di perusahaan idaman? Apalagi kalau sudah diincar sekian lama, eh akhirnya bisa bergabung menjadi salah satu profesional di tempat itu. Seperti menemukan identitas diri. Tambah semangat ketika bertemu dengan anggota kelompok lain, saling bertukar informasi, membantu pekerjaan dan menyemanganti satu sama lain. Kalau suasana seperti ini, sudah pasti lebih semangat kerja untuk mencapai target yang ditentukan perusahaan.

clique-of-woman-at-work_eydxyvImage: www.sheknows.com

Namun, ketika sebuah kelompok berubah mejadi kubu atau “clique” yang tak lagi kondusif untuk atmosfer kerja, itu sih yang harus diwaspadai. Apalagi kalau ternyata kubu ini memberikan dampak negatif. 

Gimana ciri-ciri kubu yang sebaiknya kita hindari?

  1. Sudah bernuansa politik dan menciptakan persaingan yang tidak sehat di dalam organisasi
  2. Diskusi menjadi debat tak berujung
  3. Dialog menjadi gosip
  4. Masukan positif menjadi sindiran sarkastik kepada kubu lawan

Baca juga: 6 Tanda Mommies Terjebak di Lingkungan Kerja yang Tak Lagi Kondusif

Wajar sih kalau kita ingin mencari teman satu kubu, tapi secara sudah pada dewasa, kita juga harus pintarlah pilih-pilih. Jangan sampai terlibat di dalam kubu yang memiliki reputasi yang negatif atau memiliki musuh sehingga terus menerus berseteru. Dalam kondisi ini label buruk dari kubu tersebut dapat secara otomatis melekat pada diri kita. Tentunya hal ini akan merugikan terutama bila selama ini kita punya reputasi yang baik. Mungkin saja kita sebenarnya baik-baik saja, masalahnya kalau teman-teman kita memiliki stempel negatif, kita pasti jadi kebawa juga.

Apa yang terjadi jika terlalu banyak kubu dan solusinya?

Situasi kerja kantor bisa semakin buruk apabila terlalu banyak kubu yang ada di organisasi sehingga kepercayaan satu sama lain amat sangat rendah, karena sarat rasa curiga. Dalam kondisi ini bergabung dalam salah satu kubu dapat menjadi kerugian bagi kita, karena label negatif akan ikut melekat pada diri kita.

Baca juga: Banyak Intrik di Kantor? Nggak Perlu Takut

Pilihan sikap yang bisa kita ambil jika situasi ini terus berlangsung, adalah:

  1. Tetap menjaga jarak dan independensi di tengah-tengah keriuhan berbagai kubu yang ada. Dengan demikian mommies bisa tetap bersikap obyektif dan bebas kepentingan politis.
  2. Bersikap lebih profesional sebagai karyawan dan tidak dicurigai kubu manapun. Oleh karena itu penting bagi mommies untuk menjaga komunikasi yang positif dengan semua pihak.
  3. Berinteraksilah secara berimbang, bergaul secara sehat dengan siapa saja, tanpa menunjukkan komitmen untuk bergabung. Mommies tidak harus mengikuti semua ajakan dari setiap kubu.
  4. Ketika mereka mengajak bergosip, hindari untuk berkomentar atau memihak.
  5. Ketika diajak “berkonspirasi” tolak dengan halus. Pada akhirnya orang akan menghormati posisi kita sebagai orang di luar arena yang justru bisa bersikap fair dan obyektif.

Jika kita sudah terlibat cukup jauh dalam salah satu kubu, tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memulihkan kepercayaan kubu lain. Namun hal ini bisa dilakukan jika kita secara konsisten menjaga jarak dan keluar dari arena. Jika tarik menarik sudah cukup kuat dan membuat situasi kerja menjadi tidak kondusif, kita bisa mempertimbangkan untuk mencari lingkungan kerja yang baru.

Baca juga: Ini Dia Strategi Menghadapi Teman yang Menghambat Karier

Mungkin situasi barusan sedang Anda hadapi? Dan mau berbagi gimana caranya bisa tetap profesional bekerja di antara banyak kubu di kantor, kami akan senang sekali membaca pengalaman mommies.

*Artikel ini ditulis oleh Tim EXPERD


Post Comment