Efek ASI Pada Pola BAB Bayi

Kenapa, ya, warna feses anak bayi sering berubah padahal asupannya baru ASI? Duh, kok, anakku sudah seminggu masih belum BAB? Jangan-jangan bayi saya mengalami konstipasi? Apakah mungkin semua ini karena efek ASI pada pola BAB bayi?

Jadi orangtua itu memang mudah khawatir, ya? Apalagi kalau statusnya masih ibu baru yang punya satu anak. Saya ingat sekali, dari sekian  banyaknya kekhawatiran yang berkaitan dengan kesehatan anak, masalah BAB juga yang jadi concern saya saat jadi ibu baru.

Dulu sempat khawatir karena anak saya, Bumi nggak kunjung pup. Mulanya saya pikir sembelit. Sudah dipijat secara rutin, nggak ngaruh. Berusaha membuatnya aktif bergerak, nggak membuahkan hasil juga. Mau memberikan air putih atau buah, ya, jelas saja nggak mungkin. Lah wong, masih ngASI.

efek asi pada bab bayi-mommiesdaily

Nah, di antara mommies yang merasa senasib dengan saya? Meskipun masa-masa ini sudah saya lewati lebih dari 5 tahun lalu, tapi saya masih penasaran dan ingin mencari tahu mengenai BAB pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Sebenarnya apa saja, sih, efek ASI pada pola BAB bayi? Berikut penjelasan dr. Meta Hanindita, SpA. Berpraktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Dok, benar nggak, sih, kalau pola buang air besar pada bayi akan dipengaruhi oleh usia mereka? Mengapa?

Betul. Hal ini karena komposisi ASI selalu sesuai dengan tahap perkembangan sistem pencernaan bayi sehingga zat makanan mudah dicerna.

Bagaimana frekuensi  BAB bayi yang baru lahir hingga usianya 6 bulan, hingga mengenal MPASI?

Bayi baru lahir akan mengeluarkan mekonium, minimal satu kali pada hari pertama. Kemudian bayi BAB minimal dua kali di hari ke-dua, minimal tiga kali di hari ketiga. Setelah itu lebih dari tiga kali, sampai berusia satu bulan. “Lebih” di sini pun sangat variatif. Ada anak ASIX yang bisa BAB sampai 10 kali per hari di minggu pertama, ada yang hanya empat kali, tapi yang jelas minimal tiga kali.

Di atas usia 4-6 minggu, bayi ASIX mulai jarang BAB-nya, bahkan ada yang sampai 10 hari tidak BAB. Itu pun normal banget.  Selama tidak ada keluhan lain, berat badan naik baik, tidak apa-apa.

Normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, bisa dideteksi dari warna fesesnya. Bisa dijelaskan tidak, dok, bagaimana kondisi atau warna fases bayi yang dikatakan ‘sehat’ sehingga orangtua tidak perlu khawatir?

Bayi ASIX di awal kelahirannya akan mengeluarkan mekonium pada 24 jam pertama. Mekonium ini adalah kotoran yang dihasilkan bayi saat masih dalam rahim, berwarna hijau gelap.

Setelah itu, kotoran bayi ASIX biasanya berwarna kuning, sedikit berbau, lunak agak cair dan berbij-biji. Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Bisa juga berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Ini masih normal kok. Tapi, jika kotoran bayi ASIX berwarna hijau, artinya cara ibu menyusui belum benar. Warna hijau berarti yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak.

Bagaimana kondisi fases yang perlu kita waspadai?

Yang perlu diwaspadai  itu jika melihat kondisi  BAB berwarna pucat, jadi warnanya seperti dempul. Ada noda darah pada BAB kemudian warna  BAB hitam seperti petis

Dok, kenapa, sih, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung sulit BAB?

Sebetulnya bukan sulit lho! Justru sebaliknya,bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan tinja. Sulit BAB bisa diartikan sebagai konstipasi, sesuatu yang tidak normal. Tapi bayi ASI memang setelah berusia satu bulan bisa jadi lebih jarang BAB dibanding yang mendapat formula.

Bahkan bisa 10 hari lebih tidak BAB. Ini Normal banget selama tidak ada keluhan lain (misalnya bayi rewel, tampak kesakitan, terlihat lemas dll). Kenapa bisa begini? Karena seiring pertambahan usianya usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik.

Sebenarnya kapan kondisi BAB bayi dikatakan masih normal, dan  kapan dikatakan bayi mengalami konstipasi?

Karena frekuensi BAB pada bayi ASIX sangat bervariasi, tentu konstipasi tidak dapat didefinisikan hanya berdasarkan frekuensi atau waktu terakhir bayi BAB. Jika bayi mengedan sambil menangis keras seperti kesakitan, rewel, menolak menyusu, mengejan kuat-kuat saat BAB, perut teraba keras dan bayi terlihat tidak nyaman. Kalau memang bayi mengalami kondisi seperti ini, bisa saja bayi mengalami konstipasi. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahuinya secara pasti.

Bagaimana mengatasi konstipasi pada bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif?

Pertama, pastikan bahwa jumlah ASI yang diminum bayi cukup. Timbang berat bayi untuk mengetahui cukup tidaknya ASI. Kemudian, konsultasikan pada dokter untuk mencari apa penyebabnya. Salah satu yang yang dapat menyebabkan konstipasi pada bayi ASIX adalah alergi susu sapi. Ibu yang menyusu perlu melakukan diet bebas protein susu sapi. Ini sebagai  contoh saja, ya.

—-

Gimana, mommies? Masih bingung atau ada sesuatu yang dikhawatirkan yang berkaitan dengan pola BAB pada bayi yang masih ngASI? Semoga saja penjelasan dr. Meta ini bisa jadi ‘pencerahan’ buat mommies semua, ya.

 


Post Comment