Menjadi Perempuan Satu-satunya dalam Tim Kerja, Harus Bagaimana, Ya?

Jangan gentar jika situasi ini terjadi pada mommies. Cukup hadapi dengan 4 kiat berikut ini.

Ketika memasuki dunia kerja, kita tidak bisa memilih ditempatkan di situasi seperti apa. Termasuk kemungkinan menjadi perempuan satu-satunya dalam sebuah divisi kerja. Hal ini bisa menjadi keuntungan tersendiri sebenarnya untuk mommies, misalnya menempa diri agar mampu bersosialisasi dengan lawan jenis tanpa rasa canggung.

Menjadi Perempuan Satu-satunya dalam Tim Kerja, Harus Bagaimana, Ya? - Mommies DailyImage: www.wearethecity.com

Sebagai perempuan adakalanya lebih diprioritaskan dalam beberapa hal. Contohnya jika bepergian dengan tim kerja, sudah menjadi kewajaran mommies akan merasa dilindungi. Dan berteman dengan laki-laki dalam dunia kerja itu, seru, lho mommies. Salah satunya karena itu tadi, mereka punya sifat peduli yang tinggi.

Keuntungan lainnya, laki-laki bisa menjadi teman curhat yang asik, karena pria cenderung menggunakan logika berpikir, dibandingan perempuan yang cenderung menggunakan perasaan. Namun, di balik semua nilai positif bekerja satu tim yang semuanya laki-laki, juga harus diimbangi dengan tiga trik berikut ini.

1. Tetap Mandiri

Tahu sendiri, ya, mommies. Strereotipe perempuan (kadang) diidentikan sebagian orang dengan sifat manja. Namun, ketika mommies bekerja dalam tim yang semuanya laki-laki hal ini tentu harus dibuang jauh-jauh. Tunjukkan perempuan juga setara dengan laki-laki dengan segi kemandirian. Tunjukkan, perempuan pantas untuk dihargai dan diajak bekerja sama dengan profesional.

2. Jangan Terlalu Sensitif dengan Rekan Kerja Pria

Jika mommies berada di lingkungan kerja yang mayoritas pria, maka berpikir dengan logika. Walaupun pada dasarnya perempuan cenderung menggunakan perasaannya. Kalau kata istilah anak kekiniaan, jangan baper, ya, mommies! Menjadi perempuan satu-satunya harus mampu  menghadapi kicauan rekan kerja pria yang sering kali ceplas-ceplos. Kondisikan perasaan mommies, jangan diambil hati semua pembicaraan mereka.

3. Bisa Memimpin dan Diandalkan

Sifat professional tetap harus dikedepankan, baik itu untuk laki-laki atau perempuan. Sesekali ambil inisiatif untuk memimpin project kerja, di titik ini, tim mommies akan melihat potensi mommies sebagai perempuan yang bisa memimpin dan bisa diandalkkan. Dengan begitu, walau menjadi minoritas, keberadaan mommies tetap diperhitungkan.

4. Tahu batasan

Jika sudah akrab sebagai rekan kerja dan terjalin pertemanan. Ada baiknya, mommies juga membatasi diri dalam beberapa hal. Misalnya, jika pergi dengan mereka, pulangnya tidak terlalu larut malam. Hal ini dilakukan juga untuk melindungi diri mommies, dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, juga membangun citra, mommies punya pertahanan diri yang kuat.

Di antara mommies ada yang mau menambahkan?

*Artikel ini ditullis Wenita, anggota dari Tim EXPERD


One Comment - Write a Comment

Post Comment