Dear Para Selebritas, Sadarkah Kalau Pengaruh Kalian Bisa Mengubah Dunia?

Ditulis oleh: Ficky Yusrini

Untuk para selebritas tanah air, sesungguhnya kalian punya privilege untuk menyelamatkan generasi dan membuat dunia menjadi lebih baik, atau sebaliknya! Jadi cobalah berpikir sebelum bertindak :).

Meski saya sama sekali bukan fans Youtuber seperti Awkarin ataupun Anya Geraldine, tapi terus terang, naluri kepo membuat saya sesekali mengikuti update-an kalian. Saya tak pernah ambil pusing dengan apa pun yang kalian lakukan. Mau posting ganti warna rambut apa kek, posting foto Instagram pakai bikini kek, pose mesra dengan pacar, atau apa pun. Terserah! Whatever!

Baca juga:

Kasus Awkarin dan Pelajaran Bagi Kita Para Orangtua

Dear Para Selebritas, Sadarkah Kalau Pengaruh Kalian Bisa Mengubah Dunia? - Mommies Daily

Anda ini memang bukan siapa-siapa. Jauh dari panggung entertainment layar kaca dan layar lebar. Akan tetapi, saya tahu Anda punya ratusan ribu bahkan jutaan follower, yang selalu mengikuti ‘kiprah’ Anda di media sosial. Di antara sekian banyak hater ataupun para ‘pengintip’ yang tak peduli seperti saya, banyak punya ‘worshipper’ yang mengidolakan segala tindak tanduk Anda. Tak sedikit di antara para pemuja Anda-Anda ini adalah mereka yang masih anak-anak. Nah, ini sebetulnya yang menjadi concern saya sebagai ibu, yang anaknya juga penikmat Youtube dan media sosial. Saya miris sekali jika orang-orang seperti Anda menjadi trendsetter yang diikuti anak saya. Oh no!

Begitu juga, saya ingin mencolek Anda para selebritas. Kalau Youtuber dan selebgram -yang notabene orang biasa- saja mampu memberi pengaruh sebegitu kuat dalam masyarakat, terlebih lagi Anda yang menempati level selebritas ataupun public figure. Suka atau tidak, Anda menjadi panutan atau role model. Apa pun yang Anda posting di media sosial, dilakukan, diucapkan, punya pengaruh besar.

Seperti misalnya, beberapa waktu lalu, heboh kabar sakitnya dua anak artis Oki Setiana Dewi yang sakit campak, dikabarkan bahwa jatuh sakitnya tersebut disebabkan karena keputusan sang artis yang menolak untuk memvakasinasi anaknya. Saya ikut sedih atas sakitnya anak Anda. Akan tetapi, saya juga ingin mengingatkan, sadarkah Anda bahwa Anda secara tidak langsung telah melakukan kampanye antivaksin. Dari sudut pandang dunia kedokteran, tentu hal ini dianggap berbahaya, karena ditakutkan terjadi penyebaran penyakit ganas pada anak yang sebetulnya bisa diatasi dengan vaksinasi. Saya sih, ngeri. Bahwa sebuah tindakan yang kita lakukan bisa menyebabkan anak orang lain berada di dalam bahaya, sadarkah Anda atas kemungkinan itu?

Baca juga:

Antivaksin Berisiko Membunuh Bayi Orang Lain

Saya masih ingat, setahun lalu, putra seorang public figure pemuka agama, Alvin Faiz melangsungkan pernikahan di usianya yang baru menginjak 17 tahun. Okelah kalau dia bukan siapa-siapa, mungkin keputusannya itu tidak akan menjadi kontroversi. Itu urusan pribadi. Tapi, lain soal kalau posisi Alvin sebagai public figure. Keputusan Alvin ini tetaplah sebuah ‘kampanye’ gaya hidup menikah muda.

“Saya tidak 100% mendukung pernikahan di usia muda ya, catat baik-baik. Saya tidak bisa menyalahkan beberapa kritikan atau komentar pedas tentang #NikahMuda karena memang ada sebagian yang benar, dan sekali lagi, saya tidak ada niat untuk memprovokator sana sini untuk mencontoh saya. Saya lebih menunjukan bahwa #NikahMuda itu enggak mutlak tidak bisa, bisa kok dilakukan, tapi harus disertakan beberapa persiapan seperti persiapan ekonomi, mental, kematangan, dan hal lainnya,” tulisnya di status Instagramnya @Alvin_411.

Lagi-lagi. Saya sedih kalau kelak anak saya juga menjadi korban kampanye nikah muda Anda. Sebagai ibunya, belum tentu dia mau mendengarkan nasihat saya. Pernahkah terbersit di pikiran kamu, dek…. Bahwa organ-organ tubuh perempuan itu membutuhkan persiapan jika ingin hamil dan melahirkan? Bahwa pernikahan itu juga butuh kematangan secara emosi?

Memang sih, bukan kemauan Anda menjadi role model. Bukan niat Anda untuk menjadi panutan. Bukan mau Anda juga menjadi trendsetter. Tapi, harus diingat, di era seperti sekarang, Anda yang berada di panggung sorotan, punya popularitas, punya follower, Anda adalah para ‘junjungan’ baru abad 21. Sudah saatnya -Anda yang punya privilege ini- menyadari posisi Anda sebagai influencer atau marketer gaya hidup.

Saya sedih dengan ucapan Miley Cyrus, yang pernah mengatakan, “Bukan tugas saya memberi tahu anak-anak Anda, apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, karena saya sendiri juga tidak tahu,” seperti yang dilansir dari OK Magazine. Pantas saja dia tak berhenti bikin kontroversi. Lebih sedih lagi karena semakin banyak Miley Cyrus wannabe.

Jadi untuk semua influencer di luar sana, ingatlah bahwa postingan Anda bukanlah milik Anda pribadi. Ada jutaan pasang mata yang selalu menyimak gerak-gerik Anda. Apa pun yang Anda lakukan punya pengaruh besar. Kehidupan personal Anda adalah teladan bagi anak-anak dan juga masyarakat pada umumnya. Maaf, kalau tuntutan saya terlalu tinggi. Saya berharap banyak dari Anda, para selebritas.


Post Comment