Bantu si Kecil Mengembangkan Sikap Positif Saat Memulai Sekolah

Setuju nggak kalau saya bilang, memulai sekolah merupakan langkah besar bagi bagi anak-anak? Untuk itu, kita sebagai orangtua perlu mengembangkan sikap positif sebagai bekal ketika ia memulai sekolah. 

Hallooo…. Ibu-ibu yang senang karena anaknya mulai masuk sekolah, mana suaranya? :D

Ngomongin anak sekolah, masih ingat dalam ingatan saya peristiwa tiga tahun yang lalu. Saat Bumi resmi mengenyam pendidikan di Play Group. Ya, meskipun sekolahnya masih seminggu tiga kali, belajarnya juga masih main-main, tapi menurut saya awal masuk sekolah merupakan bagian terpenting bagi proses pembelajaran di kehidupannya.

Waktu itu, sih, Bumi masih benar-benar ‘nempel’. Nggak mau lepas dari ‘induknya’ sehingga saya pun harus menemaninya di kelas. “Nggak apa-apalah, namanya juga pertama kali sekolah. Ketemu lingkungan yang baru. Jadi memang butuh adaptasi lebih dulu,” pikir saya. Jangankan anak yang masih balita, saya sebagai orangtua ketika anak masuk sekolah juga perlu adaptasi, kok.

Melewati proses tersebut, saya semakin paham kalau sebenenarnya ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu si kecil untuk mengembangkan sikap positifnya di sekolah.  Dan tentu saja dalam rangka membantunya untuk melewati awal harinya yang lebih dan menganggap bahwa datang ke sekolah merupakan pengalaman berharga  untuk hidupnya.

mengembangkan sikap positif-mommiesdaily

Membangun hubungan positif

Menyeramkan nggak, sih, kalau mendengar atau melihat ada anak sekolah yang senang membully temannya? Beruntung, saat ini sudah ada peraturan yang lebih tegas menindaklanjuti sikap bullying di sekolah. Bukankah membangun sikap positif itu sangat diperlukan? Dan cara cara terbaik bagi anak untuk membangun persahabatan bisa mulai dilakukan lewat permainan. Jadi untuk anak-anak yang baru memasuki dunia sekolah, biarkan saya mereka bermain dengan teman-temannya.  Mengajaknya playdate atau sering bertemu dengan lingkungan baru, termasuk melatihnya untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman orangtuanya juga sangat baik karena  bisa membantu keterampilan sosialnya.

Tumbuhkan rasa percaya diri dan inisiatif

Menurut saya, sih, ketika anak mulai sekolah, penting bagi mereka untuk bisa lebih percaya diri dan punya rasa inistiatif. Untuk melatihnya bisa memulai dengan hal-hal kecil yang memberikan anak kesempatan untuk mengembangkan kemandiriannya. Misalnya, dengan meminta si kecil melakukan tugas di rumah. Membereskan mainannya sendiri, membersihkan tempat tidurnya sendiri, membantu kita memasak dan menyiapkan makanan di meja makan. Oh, ya, nggak ada salahnya memberikan pilihan pada anak sehingga ia bisa belajar membuat keputusan sendiri.

Melatih emosi dan tingkah lakunya

Saya selalu ingat pesan para pakar psikolog anak yang mengatakan kalau sejak kecil anak perlu ditalih untuk mengeksplorasi berbagai perasaan dan emosi. Caranya juga banyak, kok. Mulai dari diri kita sendiri yang menjelaskan beragam emosi dan mengutarakannya secara langsung, bisa juag lewat tontonan film dan buku. Jangan lupa tanyakan juga bagaimana perasaannya. Dari sana kita bisa membantu  anak bagaimana berperilaku dan menghadapi situasi yang berbeda.

Mendengarkan

Sudah sedewasa ini, saya sangat sadar kalau mendengarkan itu perlu ilmu. Kadang, maunya hanya didengarkan anak saja. Tanpa mau mendengar apa yang diinginkan anak. Padahal, anak juga butuh didengar. Sampai sekarang, saya pun masih belajar untuk bisa mendengarkan anak secara penuh saat anak ngajak ngobrol. Dengan berpaling untuk memberinya perhatian penuh, meletakan gadget sehingga ada kontak mata. Dari sini, anak pun bisa belajar bagaimana cara mendengarkan orang lain.

Perkembangan fisik

Huuft…. Saya mau membuat pengakuan, kalau saya ini termasuk jarang melakukan aktivitas fisik bersama anak. Olahraga bersama, bisa dihitung dengan jari. Jalan-jalan dan bermain di taman? Jarang juga saya lakukan. Padahal saya sangat paham kalau anak butuh aktif untuk memaksimalkan perkembangan fisiknya.

Motivasi!

Yang terpenting dan terakhir adalah bagaimana anak perlu diberikan motivasi atau dorongan. Bantu anak kita untuk  melakukan atau belajar hal-hal yang memang diminatinya. Misalnya, jika anak senang mengeksplorasi alam semesta, berikan dukungan dan fasilitas yang tepat.  Bisa dimulai dengan membelikannya buku,  dan membantu dia bereksperimen dengan berbagai cara.

 


Post Comment