Ingatkan Saya Saat Kelak Anak-anak Saya Beranjak Dewasa

Ditulis oleh: Dona Kamal

Pernah nggak sih, berkonflik dengan mertua atau bahkan orangtua sendiri setelah menikah? Mulai dari gaya pengasuhan, mitos ASI, bahkan sampai mengatur interior rumah. Saya sering!!

Ingatkan Saya Saat Kelak Anak-anak Saya Beranjak Dewasa - Mommies Daily

Sebenarnya konflik antara anak dan orangtua/mertua nggak perlu terjadi jika anak dan orangtua/mertua menyadari dan memahami posisinya masing-masing. Apa yang saya dan suami alami saat ini semoga dapat menjadi pengingat saat kelak anak-anak kami sudah dewasa dan berkeluarga. Pengingat agar kami sadar dan paham posisi kami sebagai orangtua, sebagai kakek dan nenek yang tugas pengasuhannya sudah selesai.

Intinya, ada beberapa poin yang saya harap dapat kami pegang saat anak-anak dewasa nanti, di antaranya:

1. Jika kelak anak-anak sudah berkeluarga, ingatkan saya bahwa itu artinya mereka sudah menjadi manusia dewasa. Iya, mereka memang tetap anak saya dan mungkin sampai sebesar apapun saya akan menganggapnya anak kecil, maklumlah, emak-emak kan sukanya baper plus posesif plus merasa manusia paling benar di dunia. Tapi tolong ingatkan saya, sebagai manusia dewasa, mereka pasti punya pilihan-pilihan dalam hidupnya dan pilihannya tidak harus sama dengan pilihan saya. Ingatkan saya untuk menghargai setiap pilihan mereka.

2. Ingatkan saya untuk tidak mencampuri atau bahkan menentang setiap keputusan-keputusan yang mereka buat untuk rumah tangganya. Tugas saya hanya memberi masukan. Itupun jika diminta. Mereka sudah dewasa, mereka pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan sendiri atas keputusan yang diambil untuk rumah tangganya. Ingatkan saya untuk tidak mengatur-atur hidupnya. Karena sudah saatnya mereka diberi kebebasan untuk mengatur hidupnya sendiri.

3. Kelak, ketika mereka sudah memiliki anak, ingatkan saya bahwa walau bagaimanapun, seorang anak adalah hak sekaligus tanggung jawab kedua orangtuanya. Saya harus menghormati gaya pengasuhan yang dipilih ayah dan ibunya. Saya tidak berhak menghakimi gaya pengasuhan yang telah mereka pilih. Tugas saya hanya memberi masukan, dan kalaupun masukan saya tidak diterima, saya tidak seharusnya marah kepada mereka. Saya harus ingat bahwa ilmu parenting yang saya dapat ketika saya mengasuh mereka ketika mereka kecil pasti sudah jauh berkembang dari ilmu parenting ketika jamannya mereka menjadi orangtua.

Ada yang mau menambahkan, moms?


2 Comments - Write a Comment

Post Comment