Apa Itu Dry Drowning dan Hubungannya dengan Keselamatan si Kecil Ketika Berenang?

Dry drowning adalah gangguan pernapasan yang mungkin saja dialami si kecil usai berenang. Risiko terburuknya, menurunkan fungsi paru-paru.

Istilah dry drowning ini, saya akui memang belum familiar di Indonesia. Hal ini saya konfirmasi ke dokter dr. Meta Hanindita dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, setelah sempat ia telusuri rupanya istilah dry drowning diciptakan oleh dokter forensik. Namun belum menjadi istilah resmi dunia kedokteran secara global.

???????????????????????????????

Jadi dry drowning ini adalah kondisi saat air terhirup ke dalam paru-paru. Biasanya terjadi saat anak tak sengaja menelan air ketika berenang. Dan gejalanya terjadi saat anak sudah selesai beraktivitas di dalam air. Sementara tiga ciri utama dry drowning yang dilansir stasiun televisi NBC menyebutkan:

  1. Kesulitan bernapas
  2. Merasa sangat kelelahan
  3. Dan berperilaku aneh, karena penurunan tingkat oksigen pada tubuh.

Ketika ada tanda-tanda di atas, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas, mengingat dry drowning ini erat kaitannya dengan aktivitas berenang, saya beralih ke narsum lain Mury, S.Pd M.Si, Ketua Umum ANOKI (Asosiasi Nutrisionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia). Beliau mengamini juga kalau dry drowning ini masih asing di telinganya.

Baca juga: Si Kecil Mau Renang di Area Water Park? Wajib Perhatikan 6 Hal Ini!

Namun, Mury akui ada beberapa kejadian yang mirip dengan dry drowning. Intinya ketika air segar masuk dan menembus paru-paru, maka akan membahayakan fungsi paru. Di antaranya menembus membran alveolus dan akhirnya menghambat kerja surfaktan yang berperan membuat saluran alveolus tetap mengembang. Membran alveolus ini merupakan permukaan terjadinya pertukaran gas. Darah yang kaya karbondioksida dipompa dari seluruh tubuh ke dalam pembuluh darah alveolaris, di mana, melalui difusi, ia melepaskan karbondioksida dan menyerap oksigen. Keadaan lebih parah lagi jika yang tertelan adalah air laut yang mengandung garam, karena dapat menyebabkan penurunan volume darah dan peningkatan konsentrasi elektrolit serum.

Tindakan pencegahan

Bagaimanapun tindakan pencegahan adalah yang utama, kata Mury Perhatian penuh dari orang tua menjadi kunci utama. Seorang  penjaga kolam akan sibuk memperhatikan banyak pengunjung sehingga akan tidak akan fokus pada anak anda. Oleh karena itu, orangtua yang ikut berenang bersama anak akan membuat perhatian lebih saat anak berenang sehingga risiko dapat dikurangi.”

Baca juga: Kolam Renang Hotel yang Keren & Kids Friendly

Selain itu, sedini mungkin mengajarkan si kecil berenang akan membuat ia lebih aman dan nyaman, dan yang paling penting terhindar dari menelan air terlalu banyak saat berada di dalam kolam, yang merupakan cikal bakal terjadinya dry drowning.

Baca juga: Ajarkan Anak Teknik Mengapung di Air Demi Keselamatan, Yuk!

Setelah membaca tentang dry drowning ini, jangan jadi parno ngajak si kecil berenang, ya, mommies. Karena kegiatan berenang tetap punya banyak banget manfaat. “Berenang dapat membuat anak menjadi aktif dan memiliki kemampuan motorik yang baik, anak juga akan diajarkan agar disiplin. Selain itu banyak sekali manfaat berenag diantaranya meningkatkan pernapasan menjadi lebih baik, meninggikan badan, baik untuk tulang, membantuk badan menjadi ideal, meningkatkan fleksibilitas sendi dan tubuh dan banyak lagi,” pungkas Mury.


Post Comment