7 Alasan Umum Bayi Menangis dan Cara Menenangkannya

Sudah tahu, dong, kalau salah satu kemampuan bayi itu adalah menangis? Yup, menangis merupakan salah satu cara bayi untuk berkomunikasi, oleh karena itulah kita, para orangtua perlu memahami tangisan bayi. Apa alasan bayi memangis, dan bagaimana cara menenangkannya.

Siapa yang saat jadi ibu batu suka panik saat mendengar anaknya menangis? Malah terkadang saking bingungnya, dan si kecil nggak kunjung berhenti menangis, malah jadi ikutan nangis juga. Hahahhaa, eh, kalau yang terakhir ini, sih, alasan saya pribadi.

Saya masih ingat sekali, zaman baru melahirkan Bumi, saya sering dibikin khawatir. Termasuk ketika saat menangis. Jadi bertanya-tanya sendiri, apa sih maunya anak saya ini? Kenapa bisa nangis nggak mau berhenti dan sampai kholik? Gimana cara nenanginnya?

alasan bayi menangis-mommiesdaily

Beruntung, saya masih tinggal bersama orangtua. Mama saya selalu sigap membantu kalau melihat saya kewalahan. Suport system bagi orangtua baru khususnya bagi yang sedang menyusui memang sangat diperlukan.

Saya pun jadi belajar kalau tangisan arti tangisan bayi itu berbeda-beda. Dan saya, sebagai orangtua perlu tahi bagaimana cara menenangkannya. Belajar dari pengalaman pribadi dan belajar dari berapa artikel seperti Babycenter, ternyata ada beberapa alasan umum yang sering membuat bayi menangis.

  1. Lapar

Wah, biasanya sepertinya sebagai ibu kita sudah punya feeling dan tahu kapan si bayi lapar dan butuh makanan. Dalam hal ini tentu saja ASI. Dulu saya sering memberikan ASI sesuka hati saya. Begitu nangis, saya ‘sumpel’. Akibatnya, tidak jarang anak saya malah jadi gumoh atau muntang karena kekenyangan. Saya lupa, kalau daya tampung dalam perut bayi tidak sama dengan perut saya karena erut kecil bayi memang tidak bisa menampung makanan yang banyak. Bayi butuh asupan sedit tapi memang cukup sering.  Jadi jika kalau memang alasan menangis karena lapar, cobalah tawarkan ASI.

  1. Ngantuk

Alasan lain yang sering membuat bayi menangis adalah karena memang lelah atau butuh istirahat. Biasayanya, kalau bayi yang kelelahan akan cenderung gampang merengek dan menangis. Tanda lainnya itu bisa dilihta dari tatapan matanya ke angkasa, dan dia akan tenang. Cara untuk meredakanya, tentu saja bantu dia menenangkan dirinya agar bisa cepat tidur.

  1. Saatnya ganti popok

Bayi nangis dan tak kunjung bertenti meskipun sudah digendong dan diberikan rasa nyaman dalam pelukan? Kalau begitu langsung cek saja popoknya, kalau memang sudah terasa sangat lembap apalagi kotor, bayipun pasti nggak nyaman sehingga memberikan tanda untuk minta dibersihkan segera. Supaya nggak rewel gara-gara alasan yang satu ini, pastikan saja untuk periksa popoknya secara berkala.

  1. Kepanasan

Sama seperti kita, orang dewasa, kalau merasa gerah bayi pun akan cenderung gerah dan membautnya nggak nyaman. Kalau memang udara terasa panas, saya sih nggak pernah memakaokan baju berlapis-lapis. Malah lebih sering hanya memberikan baju tanpa lengan.

  1. Sakit

Kalau sedang nggak nyaman karena panassaja, bayi sudah rewel dan sering menangis, bagaimana saat sedang sakit? Nah, sakit merupaka alasan yang sering bikin orangtua baru khawatir. Tiap anak nangis, kahwatir kalau sedang merasa sakit. Tapi benar, sih, alasan umum yang sering membuat bayi nangis adalah rasa sakit yang ia rasakan. Bisa saja sakit akibat terbetur mainan, atau sakit karena hal lain. Untuk itu, kita memang waji untuk melihat danmengasi segala perubahan pada bayi. Jika bayi nggak badan yang ditandai dengan demam, bisa juga bayi mulai menangis dengan nada yang berbeda. Kalau memang dirasa ada sesuai yang salah, langsung saja pergi ke dokter.

  1. Perlu bersendawa

Dulu, setelah menyusui anak saya, Bumi sering jadi gelisah dan cenderung rewel. Ternyata hal ini tanda bahwa dirinya merasa nggak nyaman, alias sedang ingin bersendawa. Oleh karena itu, setelah menyusui, saya langsung  megendongya dengan cara menempelkannya ke bahu dengan posisi bayi berdiri, lalu tepuk atau gosok punggungnya untuk membantu dia bersendawa.

  1. Terlalu ramai

Percayalah, nggak semua bayi senang dengan kondisi lingkungan yang ramai. Terlalu ramai apalagi sampai membuat ruangan terasa sumpek, memang sering kali membuat bayi menangis karena merasa nggak nyaman.


Post Comment