Ibu Bekerja, Silakan ‘Curi’ 6 Hal ini dari Anak Kita

Buat saya, anak merupakan guru terbaik. Nggak cuma belajar sabar atau nahan emosi, buat kita para ibu bekerja ada hal lain yang bisa ‘dicuri’ dari anak-anak kita.

Ibu bekerja, curi hal inidari anak kita-mommiesdaily

Makanan si kecil

Ayo coba angkat tangan dan mari akui, sebagai ibu kita ingin memberikan yang terbaik buat anak. Termasuk soal makanannya. Pasti, deh, kita ingin memastikan kalau asupan si kecil itu lengkap, mulai dari pilihan buah-buahan, lauk pauk, hingga snack sehat. Ya, kalau bisa nggak usah terlalu banyak MSG, walaupun MSG tidak terbukti berbahaya dan masih banyak fakta MSG yang perlu kita ketahui.  Termasuk ketepatan waktu mereka untuk makan. Masalahnya, nih, kita sendiri kadang suka cuek dan tidak terlalu mengutamakan makanan yang kita asup. Padahal makanan sehat itu kan sangat penting! Kalau memang sedang sibuk, jam makan juga jadi berantakan.

Punya waktu bermain yang cukup

Kadang, sebagai orangtua kita suka menganggap kalau bermain atau istirahat merupakan ‘hal yang mewah’. Dunia orang dewasa itu yang nggak jauh-jauh dari bekerja dan memenuhi tanggung jawab untuk keluarga dan pekerjaan. Padahal para pakar psikolog mengatakan kalau bermain itu juga sangat diperlukan buat orang dewasa. Biar otaknya lebih fresh dan bisa memancing kreatifitas bahkan membantu kita dalam memecahkan masalah besar. Hal ini juga berlaku ketika kita punya waktu khusus untuk bermain dengan pasangan, di mana momen tersebut bisa menghidupkan hubungan dan jadi bentuk keintiman emosional.  Jadi, sudah berapa banyak menghabiskan untuk bermain?

Style yang bikin gemas

Teman saya pernah ada yang bilang kalau gaya saya ini macam ABG. Nggak berubah sejak zaman sekolah dulu. Dibilang begitu, saya lantas jadi bertanya ke diri sendiri ‘’Masa, sih seperti itu?”. Saya pun menganggap ucapan teman saya sebagai pujian. Tapi kalau ngomongin style berpakaian, saya memang senang melihat dan mengikuti style anak-anak. Dengan pilihan warna-warna yang cerah, plus cutting atau model yang memang lucu. Coba, deh, perhatikan saat ini potingan ‘baju kodok’ atau overalls yang jadi khas anak-anak justru lagi trend dan banyak digemari orang dewasa.

Mengatakan kata favoritnya: tidak!

Coba deh, perhatikan si kecil khususnya yang sudah masuk usia toddler, pasti doyan banget bilang tidak, hahaha. Ketika kita memintanya untuk melakukan sesuatu, respon paling sering yang ia katakan adalah bilang ‘tidak’. Tapi, ada juga, sih, anak yang memang perlu kita ajarkan untuk mengatakan tidak.  Hal ini juga berlaku untuk kita, para ibu bekerja yang sering kali menganggap selalu mampu mengerjakan semuanya. Dari A sampai Z,  sampai akhirnya suka kepayahan sendiri. Padahal sesekali mengatakan tidak, nggak salah kok. Termasuk bilang tidak pada atasan.

Baca juga : Kapan Mengatakan Tidak Kepada Atasan?

Nggak gampang punya prasangka buruk

Mari akui, kalau hati anak-anak itu sangat bersih. Ibaratnya, nih, ya seperti kertas putih kosong. Makanya, anak-anak nggak gampang menuduh atau punya prasangka buruk terhadap orang di sekelilingnya. Sementara kita? Duh, nggak perlu ditanya, ya. Malah mirisnya, tidak sedikit orangtua yang memberikan contoh yang kurang baik dalam hal ini. Anak-anak juga gampang sekali memafkan orang lain. Nggak punya rasa dendam yang justru bikin jadi ‘penyakit’ hati. Sementara orang dewasa cenderung menyimpan dendam dan mengingat-ingat kesalahan orang lain. Padahal, semakin kita mengingat keburukan orang lain, semakin kita jauh dari kata bahagia. Tiap kali berantem atau berselisih dengan temannya, dalam hitungan menit juga bakal balik ketawa dan main sama-sama lagi.

Bermain warna

Saya sendiri sudah lupa kapan terakhir memangang pinsil warna atau crayon. Kalau nggak salah, sih, ya paling saat menemani anak saya menggambar. Selebihnya, mewarnai buku atau membuat gambar khusus untuk diri sendiri? Sepertinya sudah lupa. Sampai akhirnya beberapa tahun lalu muncul trend mewarnai buku yang memang khusus diciptakan untuk melepaskan rasa stress.  Tambah terbukti, ya, kalau sebenarnya dunia anak-anak perlu dipelajari juga oleh orang dewasa.


Post Comment