Persiapan Sebelum Anak Menstruasi

Yang biasa buat kita, bisa jadi luar biasa buat si kecil yang menginjak dewasa. Apa yang perlu perlu kita lakukan sebelum dia mendapat menstruasi?

Sebagai perempuan, tubuh kita dengan luar biasa membuang segala “barangkal” yang tak diperlukan lagi lewat menstruasi. Kita mulai mendapatkan menstruasi ketika telah memasuki masa puber. Tiap bulan, tubuh mempersiapkan diri untuk kehamilan. Dinding rahim menebal dan sel telur pun dilepaskan oleh ovarium. Bila sel telur tidak dibuahi maka ia akan diserap tubuh. Sementara dinding rahim yang tebal tadi akan luruh, dikeluarkan tubuh dengan darah.

Meski hal-hal tadi sudah diajarkan di sekolah, namun, tidak berarti anak kita sudah mengerti itu semua. Karena itu tetap diperlukan komunikasi yang baik dan terbuka untuk menjelaskan apa itu menstruasi, apa yang dirasakan, dan apa yang perlu diperhatikan.

Meski kesannya remeh, waktu mengobrol dari hati ke hati ibu-anak ini penting sekali. Bekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup sebelum bicara dengan anak. Jangan sampai niatnya memberi penerangan malah jadi penggelapan, ha ha ha…

Persiapan Sebelum Anak Menstruasi - Mommies Daily

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum anak Anda mendapatkan menstruasi pertamanya:

1. Ajak bicara tentang hal tersebut. Bilang pada anak bahwa ia tak perlu malu atau takut untuk bertanya seputar menstruasi. Tidak ada yang terlalu tabu atau jorok untuk dibicarakan.

2. Jelaskan secara keilmuan. Beritahu bahwa saat ini ia telah semakin dewasa dan karenanya tubuhnya berubah. Jelaskan proses biologis yang terjadi di dalam tubuhnya.

3. Boleh menjelaskan tentang beberapa ketidaknyamanan yang bisa jadi akan dirasakan ketika menstruasi: pegal-pegal, gampang lelah, sakit perut. Namun, berhati-hatilah jangan sampai menakut-nakuti anak. Karena segala hal buruk itu belum tentu akan dia rasakan, jangan buat dia jadi keder duluan.

4. Beritahu juga tentang PMS dan beberapa hal yang mungkin akan ia rasakan. Misal, adalah wajar kalau ia merasa lebih sensitif dan mudah menangis ketika PMS. Atau, tentang keinginan mengemil yang bertambah dan sebaiknya dikontrol.

5. Beri contoh cara memakai pembalut yang benar dan cara membuangnya juga. Sering melihat pembalut yang dibuat dengan sembrono di toilet umum? Jangan sampai anak kita jadi berperilaku seperti itu ya!

6. Ingatkan tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan dan celana dalam saat hendak memakai pembalut. Sebaiknya pembalut diganti tiap 4-6 jam, tergantung banyaknya darah yang keluar.

7. Belikan anak tas kecil untuk diisi perlengkapan ketika mendapat menstruasi. Isi tas tersebut dengan celana dalam bersih, pembalut dua buah, tisu kering, dan obat pereda rasa sakit.

8. Ingatkan anak bahwa bila ia mendapat cerita tentang menstruasi dari temannya, ia bisa menanyakan kebenarannya pada Anda. Tak jarang anak-anak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Sempat ada cerita perempuan meninggal karena darah menstruasinya terlalu banyak. Padahal ternyata yang dimaksud adalah perempuan tersebut pendarahan karena ada masalah pada kehamilan. Hal-hal seperti ini bisa membuat anak-anak ketakutan dan perlu dijelaskan dengan benar.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang menstruasi:

1. Dulu, anak perempuan mendapatkannya di usia sekitar 12-16 tahun. Namun, dengan perubahan pola konsumsi makanan dan berbagai hal lain, anak zaman sekarang banyak yang sudah mendapat menstruasi di usia 10 tahun.

2. Rata-rata menstruasi adalah 5 hari, namun semua orang beda-beda. Selama masih di bawah 15 hari, maka masih bisa disebut sehat.

3. Darah pertama menstruasi beda-beda. Ada yang setitik warna coklat, merah, bahkan agak hitam.

4. Wajar bila pada awal mendapatkan menstruasi waktunya belum teratur. Bisa jadi bulan ini anak dapat, dan bulan depan ia tak mendapatkan menstruasi.

5. Keram perut, kembung, pusing, demam, mudah lelah, mudah mengantuk, mood berubah-ubah adalah hal yang biasa dirasakan ketika PMS dan menstruasi.

6. Kapan perlu ke dokter? Bila menstruasi datang lebih cepat dari jarak 21 hari, atau bila merasakan sakit yang tak bisa diredakan dengan obat pereda rasa sakit.

Ingatkan anak juga untuk membantu tubuh agar bisa melalui masa menstruasi dengan nyaman. Mulailah untuk berolahraga. Olahraga membantu peredaran darah lebih lancar dan memudahkan darah keluar. Jangan lupa makan makanan sehat. Asupan makanan menentukan kondisi tubuh. Jangan lupa untuk minum air yang cukup.


Post Comment