Langkah Praktis Mengantisipasi Pensiun (Dini)

Ada rencana melakukan pensiun dini? Mungkin beberapa langkah di bawah ini bisa kita lakukan, khususnya generasi millennial untuk menguatkan kondisi keuangannya saat pensiun nanti.

Percaya nggak, kalau dewasa ini makin banyak orang yang punya keinginan untuk melakukan pensiun dini. Setidaknya hal ini sudah dibuktikan dengan lewat survei yang dilakukan oleh HSBC yang menunjukkan hanya 1 dari 10 yang mau bekerja setelah usia 65 tahun.

Terus terang saja, saya dan suami juga punya cita-cita yang sama. Maunya nggak usah sampai tua kerja keras banting tulang. Maunya, punya usaha sembelum pensiun, maunya masa tua bisa menikmati dan menghabisakan waktu bersama keluarga. Syukur-syukur bisa liburan dengan keliling Indonesia dan luar negeri.

pensiun dini-mommiesdaily

Laporan terbaru HSBC yang bertajuk The Future of Retirement, Shifting Sands, lembaga ini memaparkan sejumlah temuan menarik yang bisa menjadi sentilan khususnya bagi Generasi Millennial, di mana  rata-rata kaum Millennial berharap dapat melakuan masa pensiun di usia muda, generasi Millennial di Indonesia menargetkan usia pensiun yang lebih muda lagi, yaitu 56 tahun.

Nggak bisa dipungkiri kalau perubahan ini memang terjadi lantaran adanya pergeseran zaman. Bahkan kaum Millennial juga terlihat lebih berani mengambil risiko dalam berinvestasi. Sebanyak 39% Millennial sangat tertarik untuk mengambil investasi berisiko untuk menjamin kondisi finansial mereka stabil.

Selain itu riset HSBC juga sudah mampu mengidentifikasi 4 aksi yang dapat diambil oleh Millennial untuk menguatkan kondisi keuangannya di masa pensiun nanti. Apa saja?

Bersikap realistis terhadap masa pensiun nanti

Pastikan dana untuk masa pensiun sudah dipersiapkan sejak awal. Menabunglah untuk keperluan ini seawall mungkin. Masukkan gangguan kesehatan paling potensial sebagai salah satu yang harus diantisipasi di masa pensiun nanti.

Pertimbangkan untuk memiliki beragam sumber pendanaan

Miliki strategi yang seimbang antara menabung dan berinvestasi untuk membagi risiko dan memaksimalkan pendapatan. Bersikaplah realistis terhadap hasil tabungan/investasi yang diharapkan.

Miliki perencanaan untuk kejadian tak terduga

Kejadian tak terduga dapat berdampak besar terhadap ketersediaan dana yang dialokasikan untuk pensiun. Masukkan skenario kejadian terburuk ketika membangun perencanaan keuangan dan pertimbangkan untuk memiliki proteksi untuk menjamin tersedianya dana ketika pensiun nanti.

Manfaatkan keunggulan teknologi

Manfaatkan teknologi terkini untuk membantu memudahkan dalam membuat perencanaan keuangan jangka panjang. Tools perencanaan yang tersedia secara online dapat membantu menyusun perencanaan keuangan untuk kebutuhan pensiun nanti dan mampu memonitor sejauhmana progresnya.

Jadi, sudah punya rencana yang matang untuk melakukan pensiun dini? Kalau saya, sih, PR-nya masih banyak banget, nih!


Post Comment