Jenis Kulit Berubah Pasca Melahirkan?

Banyak yang bilang kondisi jenis kulit jadi berubah setelah melahirkan. Apa iya pasti begitu? Berikut penjelasan dr. Jonathan Raharjo Subekti, SpKK.

Kalau saya dapat enaknya saat hamil, yaitu kulit muka bersih, bruntusan simsalabim hilang, dan nggak pernah muncul jerawat; kebanyakan teman (dan adik kandung) saya sebaliknya. Jerawat besar bermunculan, kulit jadi super sensitif dan acne prone, sementara saat hamil kita harus lebih teliti memperhatikan kandungan skincare yang boleh dipakai.

Bahan seperti turunan vitamin A (retinoid) stop dulu penggunaannya. Sementara salicylic acid (BHA) dalam bentuk suplemen juga sebaiknya dihindari. Tapi untuk produk seperti toner atau pelembap yang mengandung BHA kurang dari 2% masih diperbolehkan.

jenis kulit-mommiesdaily

Setelah melahirkan, kulit saya berangsur kembali ke keadaan semula yang (buat saya), menyedihkan ..haha. Tapi teman-teman saya kulitnya cenderung sama bermasalahnya dengan saat hamil. Jadi stresnya dobel. Sudah stres jadi ibu baru, stres juga mikirin kulit yang tadinya baik-baik saja, berubah saat hamil, dan sepertinya perubahannya menetap. Yang tadinya berkulit normal jadi berminyak. Pun yang berkulit kering. Apa iya jenis kulit bisa berubah karena punya anak?

Untuk menjawab pertanyaan ini, tanya balik dulu, sudahkah skincare routines juga kembali seperti jaman sebelum hamil? Kalau belum, maka itu jawaban pertama. Kedua, mungkin hormon belum sepenuhnya switch back as it was before. Masih disambung menyusui juga, ‘kan, biasanya.

Yang perlu diketahui, kulit jadi berminyak belum tentu berarti berubah jenis. Karena ekstra minyak juga bisa berarti kulit justru sedang dalam kondisi dehidrasi. Jadi karena kekeringan, kulit mengompensasi dengan produksi minyak berlebih untuk menjaga kelembapan.

Tapi, menurut dr. Jonathan Raharjo Subekti, SpKK, syarat kulit sehat dan lembap adalah kecukupan jumlah NMF (Natural Moisturizing Factors), lipid (lemak), dan aquaporins (membran yang berfungsi sebagai saluran air pada tubuh). Sementara ekstra minyak berarti hanya lipid yang bekerja, sementara NMF dan aquaporin tetap tidak terbentuk.

Lalu bagaimana cara mengembalikan kelembapan kulit sekaligus memperbaiki kondisinya?

Cara yang paling umum adalah:

– Kecukupan cairan minimal 8 gelas sehari.

– Tidak mandi terlalu lama atau pakai air panas. Paparan air, apalagi air panas, pada kulit dalam jangka waktu tertentu akan membuat kulit mengering. Tandanya adalah saat jari-jari mulai keriput. Mandi yg disarankan hanya 7-8 menit supaya kulit tidak kering.

– Gunakan sabun berpelembap.

– Hindari sinar UV. Rajin gunakan sunscreen dengan SPF yg sesuai dengan aktivitas outdoor kita.

– Rajin pakai pelembap yang mampu menghambat TEWL (trans epidermal water loss) alias penguapan air dari kulit.

– Lakukan eksfoliasi setidaknya 1x sebulan. Untuk ibu hamil konsultasikan dulu ke dokter sebelum menjalaninya, ya. Karena beberapa bahan eksfoliator tidak disarankan untuk ibu hamil jika dalam konsentrasi tinggi.

– Gunakan facial spray saat kulit terasa kering.

Selain yang diatas tentunya kita mesti pilih produk skincare yang fokusnya lebih ke hydrating. Saya sempat takjub juga waktu menjalani skin test pre-product Bioderma terukur kadar kelembapan di tangan (tesnya kebetulan di tangan) sebesar 46%, setelah pemakaian produk jadi 58%, lho! Kalau itu di wajah, ‘kan, oke banget, yaa.

PhotoGrid_1497942519716

Produk yang dicoba waktu itu hanya kombinasi Hydrabio Essence Lotion dan Gel-Creme. Coba kalau satu rangkaian mungkin lebih permanen hasilnya. Kelebihan Bioderma terletak pada Aquagenium Patent yang membantu mengaktifkan kembali proses hidrasi kulit sekaligus memproduksi aquaporins dan membantu memperkuat pertahanan kulit dan membatasi jumlah TEWL sehingga kadar air pada kulit selalu terjaga. Ditambah kandungan Glycerin yang berperan untuk mengaktifkan NMF dan DAF (Dermatological Advanced Formula) Patent yang membantu pertahanan kulit dari berbagai akibat buruk faktor internal dan eksternal. Waahh, lengkapnya!

The good news isproduk ini secara umum bisa dipakai oleh new moms, bahkan untuk ibu hamil karena konsentrasi salicylic acid cukup rendah, masih dalam batas aman. Tapi tetap konsultasikan dulu ke dokter, ya, untuk memastikannya. Karena kadang toleransi atas produk bisa berbeda tiap orang.

Kalau mau mencoba, bisa mulai dari testernya dulu yang bisa didapatkan di counter dimana terdapat BA Representative Bioderma, ya Moms.

 


Post Comment