Maharani Nilla, “Jadi MUA Itu Nggak Boleh Cepat Puas, Harus Humble dan Membuat Klien Nyaman”

Maharani Nilla (40), adalah anggota forum Female Daily Network, sejak tahun 2007. Kini ia berprofesi sebagai MUA profesional. Apa saja ya, kiat Nilla hingga bisa bertahan hingga kini di tengah persaingan di antara MUA lainnya?

Nilla, begitu ibu dari Farel (15) ini biasa disapa. Saya tahu kalau Mbak Nilla juga anggota forum lama FDN dari Ochel, tim editorial Female Daily. Waktu itu, Ochel sempat private class dengan Mbak Nilla. Dan pas lihat hasil makeup Mbak Nilla, decak kagum saya makin nggak bisa dibendung. Hasil makeupnya natural, tapi tetap bikin cantik klien.

Maharani Nilla, “Jadi MUA Itu Nggak Boleh Cepat Puas, Harus Humble dan Membuat Klien Nyaman” - Mommies Daily

Di tengah profesi MUA yang kian diminati, bagaimana ya, ia bertahan? Dan secara kalau MUA waktu kerjanya tersita di akhir pekan, bagaimana pula Mbak Nilla mengatur quality time dengan keluarga. Apalagi kini, anak semata wayangnya sudah beranjak remaja, tantangannya juga pasti bertambah. Yuk, langsung aja simak, obrolan saya dengan perempuan jebolan S1 Sekolah Tinggi Ekonomi Bandung, jurusan Manajemen, berikut ini.

Mbak tolong cerita, dong, awal mula gabung di forum FDN?

Saya tu dari dulu suka makeup, dan saya sudah punya komunitas sendiri yang juga suka makeup. Suka ketemua juga, dan tukar informasi seputar makeup. Dan pada saat itu, forum yang sempat saya gabung ini menghilang, dan akhirnya kami bingung kemana lagi harus berbagi informasi seputar beauty. Nah, akhirnya salah satu dari kami ada yang menyarankan forum Female Daily, bagus lho, kaya dia. Kejadian ini tahun 2007. Dan ternyata forum FDN lebih lengkap. Sekitar 3 tahunan, saya sempat aktif “main” di forum FDN. Sampai sekarang juga banyak teman-teman saya yang awalnya berkenalan di forum. Lingkaran pertemanan saya jadi panjang.

Selain beauty, thread apa yang sering mbak buka?

Karena waktu itu anak saya juga masih kecil, lebih ke parenting kali ya. Terutama soal rekomendasi sekolah dan pendidikan.

Dari forum FDN yang kamu ikuti, selain manfaat pertemanan tadi, apa lagi manfaatnya mbak?

Yang pasti, networking, ya. Untuk kerjaan saya, karena sekarang saya kan juga make up.

Nah, berhubungan dengan profesi  kamu sekarang sebagai MUA. Adakah pengaruh terbesar dari forum FDN?

Saya banyak disebut di Female Daily, entah itu di youtube atau di artikelnya. Orang-orang jadi tahu aku dari situ, mereka sebut tahu aku dari FD, pas saya live di instagram. Lumayan berpengaruh untuk karier aku sebagai MUA.

Maharani Nilla, “Jadi MUA Itu Nggak Boleh Cepat Puas, Harus Humble dan Membuat Klien Nyaman” - Mommies Daily

Salah satu hasil makeup pengantin @maharani_nilla_makeup, cantik!

Kenapa nih, mbak memilih menekuni profesi sebagai MUA?     

Sebelumnya saya sempat menjadi model. Model sebagai pengantin, TVC, dan lain-lain. Dan otomatis sering banget di makeup-in. Senang melihat para makeup artis ini, menekuni bidangnya. Nah, pada saat sudah menikah, sudah punya anak. Saya ingin tetap bekerja, punya aktivitas, tapi tetap dari segi waktu saya bisa mengaturnya sendiri. Akhirnya tahun 2005 saya mulai belajar makeup, kursus-kursus singkat gitu. Lalu dari situ, saya mulai makeup teman-teman sesama model. Selain itu, saya juga kenal dari teman-teman di advertising, mulai juga menjalin networking di situ.

Maharani Nilla, “Jadi MUA Itu Nggak Boleh Cepat Puas, Harus Humble dan Membuat Klien Nyaman” - Mommies DailyDian Sastro, yang beberapa kali menjadi klien Mbak Nilla

Suka duka menjadi MUA, apa mbak?

Sukanya banyak banget ya, dari dukanya. Dukanya mungkin, dari segi waktu ya. Karena saya bekerja di akhir pekan. Di saat libur, saya kerja. Saya makeup dari jam satu pagi, itu pernah. Saat mau kumpul sama keluarga di sabtu minggu, agak susah. Jadi harus benar-benar meluangkan waktu, walau lelah seharian bekerja. Sukanya bekerja sesuai passion, dan bertemu dengan banyak orang.

Nah, jadi gimana, nih, mbak mengatur waktu. Antara profesi, mengurus anak dan pasangan?

Sebenarnya karena anak saya sekarang sudah besar, jadi nggak terlalu susah untuk ngurusnya. Artinya nggak seperti bayi lagi, yang semuanya harus serba diurus dan dilayani. Kebetulan pas saya lebih sibuk-sibuknya, dia sekarang sudah besar. Saya masih bisa bagi waktu, dan Farel juga sudah punya kegiatannya sendiri. Pada saat saya sudah selesai dengan kerjaan, barulah kami kumpul atau pergi. Tapi sebelum saya pergi untuk makeup, biasanya sudah saya siapkan sarapan dan kebutuhan lainnya.

Suka protes nggak Farel sama Maminya?

Nggak sih, ya. Karena saya selalu atur jadwal, dalam sebulan beberapa kali, ada jadwal yang saya kosongkan untuk keluarga. Jadi nanti saya bilang sama Farel, nanti ada waktu ya, untuk kita jalan bareng.

Maharani Nilla, “Jadi MUA Itu Nggak Boleh Cepat Puas, Harus Humble dan Membuat Klien Nyaman” - Mommies Daily

Farel kan sudah besar, apa sih tantangan membesarkan anak beranjak remaja, mbak?

Kalau menurut saya, masa mengurus anak yang paling susah adalah masa-masa ABG atau pubertas. Dan karena Farel juga sudah punya pendapatnya sendiri . Ketika menasehatinya juga harus dengan trik tertentu, supaya dia bisa terima. Karena juga sudah bisa protes. Zaman sekarang, pengetahuan anak juga sudah lebih selangkah lebih maju dari kita orangtuanya. Saya juga kadang kaget, karena Farel lebih tahu banyak dan kritis hal daripada saya dan pasangan. Mereka harus diajak ngobrol, biar masuk dengan cara mereka berpikir. Dari rumah kita sebagai orangtua juga harus mendoktrin hal-hal yang bagus, karena pergaulan di luar kita tidak bisa selalu kontrol. Baik dari segi agama ataupu  value-value keluarga.

Kalau pasangan kamu bagaimana nih, bentuk support-nya terhadap profesi kamu?

Alhamdulillah, sampai sekarang suami aku selalu dukung. Secara hampir setiap akhir pekan aku kerja. Sampai sekarang juga nggak pernah protes. Kebetulan suami saya juga fotografer, jadi dia ngerti banget profesi saya seperti apa.

Boleh nggak mbak bagi kiatnya untuk para mommies yang punya passion di dunia beauty, dan mau merintis menjadi MUA?

Sebenarnya jalau mau jadi MUA, harus benar-benar punya passion yang kuat. Dan nggak boleh puas dengan hasil karya kita, melainkan harus tetap belajar. Selain itu, makeup-in klien harus dengan hati, artinya juga harus bisa baca karakter klien. Kita tidak bisa menyamaratakan bentuk wajah orang dan karakter. Harus benar-benar dengan hati, jadi kita juga bisa menganalisa klien. MUA itu juga harus humble menghadapi klien. Dan memberikan rasa nyaman untuk klien.

Sukses terus Mbak untuk perjalanan karier kamu :)


Post Comment