Pesan untuk Dua Anak Lelakiku: Cari Istri Seperti Ini Ya …

Ditulis oleh: Azza Waslati

Sebuah pesan dari saya, seorang ibu yang memiliki dua anak laki-laki tentang mencari calon istri :).

Didan dan Tian sayang, kalian masih kecil, namun rasanya cepat sekali waktu berlalu. Mama masih ingat saat kalian lahir dengan kulit merah, wajah keriput dan tangis yang memekakkan telinga. Sekarang kalian sudah sekolah, tak lama lagi menjadi remaja, lalu dewasa dan meninggalkan Mama untuk mengarungi sekolah hidup sendiri. Time flies when you’re having fun. I guess you are my source of happiness and everlasting fun!

Kalian sudah tahu rasanya suka pada lawan jenis. Tian, 8, pernah minta rantai warna emas punya mama untuk diberikan kepada teman kelasnya. Didan, 10, pernah bercerita kalau teman kelasnya cantik dan sering menjaga temannya itu di sekolah agar tak terluka. Manis sekali. Namun, kalian juga tahu artinya sedih karena rasa suka tadi. Karena anak gadis tadi tidak membalas rasa suka sama kalian. Ha ha ha… Ya bisa jadi karena mereka masih terlalu kecil.

Namun, bila kelak kalian mencari pasangan, Mama bisa berikan beberapa nasihat mencari istri untuk menemani kalian hingga akhir hidup.

Pesan untuk Dua Anak Lelakiku: Cari Istri Seperti Ini Ya …  - Mommies Daily

Pintar

Beberapa hari lalu Mama membaca satu twit. “Kata Ibu saya, jadi istri itu susah. Kita harus cukup pintar untuk diajak suami ngobrol apa saja, namun tidak boleh terlalu pintar agar suami tidak minder dan jadi insecure.” Lelaki bukan pusat alam semesta, dan perempuan bukan sekadar pelengkap dalam hidup lelaki.

Carilah istri yang pintar. Wajah cantik dan badan seksi ada ausnya, kok. Otak yang cerdas menjamin kalian bisa asik berbicara mulai dari harga jengkol yang bisa bersaing dengan daging hingga vaksin HPV yang harusnya diberikan gratis oleh pemerintah.

Istri bukan aktris pendukung. Dia akan menjadi partner hidupmu. Bayangkan betapa bahagianya punya istri pintar yang bisa membantu anak-anak kalian menjadi lebih pintar.

Memiliki Potensi Berkembang

Carilah istri yang bisa tumbuh dewasa bersamamu. Setiap orang pasti punya kekurangan, tapi yang lebih penting adalah apakah dia bisa belajar dari kesalahan dan kekurangannya untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan?! Kemampuan berkembang dan tumbuh dewasa bersama ini juga bisa menghindarkan kamu dari perempuan yang berpikiran sempit. Misal, orang-orang intoleran yang menganggap dirinya paling benar dan paling mulia, lalu sibuk mencari kesalahan orang lain. Pasanganmu, semoga adalah orang yang berpikiran terbuka dan karenanya bisa melihat hal dari berbagai sisi. Bukan orang yang memakai kacamata kuda.

Spiritual

Bolehlah diganti dengan sholeh atau apapun istilah yang menunjukkan bahwa dia sadar ada kuasa yang lebih besar dari dirinya sendiri. Bukan, bukan sale online shop kesayangan, maksudnya. Memiliki pasangan hidup yang spiritual tandanya dia sadar ada unsur keterikatan (connectedness) antara sesama mahluk hidup dan alam sekitarnya. Orang yang spiritual biasanya memiliki tujuan hidup. Bukan mereka yang seperti layang-layang putus, terbawa ke mana angin meniup. Hidupmu akan lebih terasa damai dan menyenangkan bersama seseorang yang menyembah Sang Maha Kuasa, bukan egonya sendiri.

Penuh Rasa Percaya

Mama harap istrimu kelak adalah orang yang percaya diri dan juga percaya padamu. Rasa percaya diri juga mempengaruhi kemampuannya percaya padamu, lho. Kalau dia merasa berharga karena percaya dirinya memang berharga, dia takkan saban waktu mengabsen bak sipir penjara hingga mengganggu kerjamu. Dia tahu bahwa dia pantas untukmu karenanya dia membebaskanmu melakukan apa saja selama tak melanggar perjanjian kalian berdua.

Orang yang tidak percaya diri alias insecure juga tak henti-hentinya ingin memenuhi egonya dari masukan orang lain. Banyak orang yang selingkuh karena merasa tak cukup mendapat ego feed dari pasangan resminya. Tidak percaya diri dan selalu merasa “kehausan”.

Bertanggung jawab

Pernahkah kamu memberikan kepercayaan pada pasanganmu, lalu dia memenuhi kewajibannya dengan tanggung jawab? Istri yang bertanggung jawab pasti akan memegang komitmen pernikahan. Ia mengerti bahwa dalam pernikahan itu ada naik dan turun. Dan pasti akan mengalami pertikaian juga.

Bedanya yang bertanggung jawab dan tak bertanggung jawab adalah saat masa-masa sulit datang, ia yang bertanggung jawab akan tetap tinggal dan memenuhi tugasnya sebagai istri. Sementara orang yang tak bertanggung jawab bisa jadi dengan ringannya pergi berharap kamu menyelesaikan masalah itu sendiri atau malah tak peduli karena cuma fokus pada dirinya sendiri.

Cinta

Mungkin kalian menganggap Mama mellow dan tidak realistis. Namun, cinta memang sangat penting dalam pernikahan. Kamu tidak hanya akan mengalami cantiknya dia saja, kamu akan melihat dia saat baru bangun pagi tanpa make up, ketika dia sakit, atau ketika dia menggemuk. Tanpa rasa cinta, pernikahan bisa terasa seperti neraka. Bukan sekadar urusan fisik, tapi juga hal-hal lain, seperti kecerdasan emosional. Bila di hati kalian ada cinta, segala kekurangan bisa jadi keunikan. Jadi, carilah seseorang yang kau cintai dan mencintaimu.

Pernikahan itu adalah proses belajar. Terutama, kita belajar mengenali diri kita sendiri, melalui bagaimana cara pasangan memperlakukan kita. They say, we get what we give. So, our partner is our mirror.

Jadi, kalau mau cari istri secantik Raisa sih boleh-boleh saja, asal yang Mama pesankan tadi juga dia miliki.


Post Comment