Waktu Terbaik Untuk Berolahraga Saat Bulan Puasa

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Berolahraga saat sedang menjalani ibadah puasa boleh-boleh aja kok, asal tahu aturan mainnya. Berikut penjelasan dari dr Sophia Hage SpKO.

Jam kerja di kantor saya sekarang yang cukup fleksibel memberikan banyak keuntungan bagi saya. Salah satunya bisa pulang cepat. Kalau dulu, saat bisa pulang cepat yang kepikiran adalah pergi ke salon, sekarang sudah berbeda. Kalau tidak masak (untuk anak-anak), ya, olahraga. Sore hari, menurut saya jadi waktu yang pas untuk berolahraga (beneran). Pasalnya, pagi-pagi, ibu-ibu bekerja seperti saya, kesibukan menyiapkan ini-itu sudah seperti olahraga. Ya, nggak?

Masalahnya, saat masuk bulan puasa, olahraga semacam menjadi tantangan tersendiri, hahaha. Tidak pakai olahraga saja sudah lemas, ini ditambah dengan olahraga. Saya yakin banyak yang akan bilang, “Enggak, deh, makasih.” Hahaha. Padahal, olahraga yang rutin, meskipun sedang dalam berpuasa, sebaiknya tetap dilakukan.

Bila selama ini Mommies rutin berolahraga, lalu berhenti sejenak, dengan alasan sedang berpuasa, kebugaran tubuh bisa langsung menurun. Tak hanya itu kemampuan fungsional jantung dalam mengangkut dan memanfaatkan oksigen dari darah juga menurun. Bahkan, setelah berhenti olahraga selama 3-4 minggu, denyut jantung istirahat bisa meningkat dan volume darah menurun hingga 5 persen dalam 24 jam. Saya juga merasakan kelenturan badan berkurang saat berhenti berolahraga. Otot-otot tendon akan mulai menarik kembali ke posisi semula saat berhenti berolahraga.

Waktu Terbaik Untuk Berolahraga Saat Bulan Puasa - Mommies Daily

Itulah sebabnya, saya tetap berolahraga meskipun sedang menjalani puasa. Menurut dr Sophia Hage SpKO, waktu terbaik untuk berolahraga saat bulan puasa adalah menjelang buka atau bahkan setelah buka puasa, sebelum makan besar. Ini akan menghindarkan kita dari dehidrasi (karena begitu selesai berolahraga, kita bisa langsung minum dan makan), dan menghindari efek negatif dari gula darah yang akan turun setelah berolahraga. Efek negatif dari gula darah yang turun ini seperti lemas, pusing dan kesemutan.

Bagi orang yang tidak rutin melakukan olahraga, atau bahkan baru mulai berolahraga, sebaiknya tidak melakukan olahraga di pagi atau siang hari saat puasa. Sebab, untuk yang belum terbiasa, tentunya tubuh belum bisa mengatur kadar gula darah dan pemulihan setelah berolahraga. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa lemas, pusing dan sulit fokus atau konsentrasi.

Dr. Sophia menyarankan untuk tetap ‘mendengarkan tubuh’ dan tidak memaksakan diri saat berolahraga. Sehingga, saya pun memilih olahraga dengan intensitas ringan seperti jogging. Meskipun tak ada olahraga yang dilarang untuk dilakukan saat berpuasa. Olahraga apapun bisa dilakukan selama bukan suatu jenis olahraga yang baru dimulai. Bahkan, bila sudah terbiasa olahraga teratur, maka saat puasa bisa tetap melanjutkan olahraga tersebut. Syaratnya, perhatikan durasi (bisa dengan mengurangi durasi), mengubah waktu olahraga dan menurunkan intensitas olahraga.

Jadi, tak ada alasan, ya, Moms untuk tidak berolahraga. Saat aktivitas fisik ini sudah dilakukan, saya yakin, Mommies justru bisa mendapatkan ekstra tenaga untuk Lebaran. :D :D


Post Comment