Ayah Lebih Perhatian ke Anak Perempuan, Benar Nggak Sih?

Katanya, ayah itu lebih nggak tegaan sama anak perempuan, lebih perhatian dan lebih ngalah. Benar nggak sih? Coba cari tahu apa kata para ayah dari anak perempuan di bawah ini.

Berhubung saya tiga bersaudara itu perempuan semua, jadi saya nggak pernah tahu perbedaan perhatian dari Ayah ke anak perempuan dan anak laki-laki. Begitu pun setelah memiliki anak, kebetulan semua anak saya laki-laki kabeh, saya juga nggak bisa lihat apa bedanya sikap suami ke anak perempuan dan anak laki-laki.

Akhirnya saya mencoba melempar topik ini ke social media dan WAG, mengajukan pertanyaan kepada para ayah yang memiliki anak laki-laki maupun perempuan. Benarkah statement yang menyatakan bahwa Ayah itu ‘perhatian’ pada anak perempuannya?

Cek yuk jawaban ayah-ayah ini….

Ayah Lebih Perhatian ke Anak Perempuan, Benar Nggak Sih? - Mommies Daily

“Benar, karena secara alami, bawaannya seorang Bapak itu pasti memproteksi anak perempuannya. Kalau sama anak laki lebih keras, lebih ngajari tentang cara menolong saudaranya yang perempuan.” Nanda Yuliarto ayah dari Putri Santana Zahra Desvira.

“Wajarnya sih Ayah itu pasti menjaga dan melindungi serta mendampingi anak-anaknya, mau itu anak cowok atau anak cewek. Hanya terlihat lebih spesial ke anak perempuan, karena cara komunikasi yang saya lakukan memang berbeda. Bagaimanapun saya ingin membangun kepercayaan dan kenyamanan anak perempuan saya terhadap sosok laki-laki. Saya ingin menjadi role model bagaimana dia mencari pendamping kelak.” Mahendratta Kusumawardhana ayah dari Yonina Manuela Wardhana.

“Benar sih saya lebih perhatian ke Kayla karena saya ingin anak cowok saya, yaitu Karim tahu how to treat a woman. Bahwa perempuan itu harus dijaga, dilindungi. Dan ke Kayla, saya ingin menunjukkan bahwa dia selalu bisa kembali ke saya untuk mencari dukungan, perhatian dan pemenuhan kebutuhan lainnya.” Denny Sadsunu Wasana ayah dari Kayla Shamita Wasana.

Ayah Lebih Perhatian ke Anak Perempuan, Benar Nggak Sih? - Mommies Daily

“Karena saya ingin agar Clara memiliki figure atau gambaran tentang sosok laki-laki yang baik, minimal seperti Papinya atau bahkan lebih. Merasakan perlakuan saya ke dia setidaknya membuat Clara memiliki ‘standar’ dalam memilih laki-laki kelak.” Sigit Satriyo ayah dari Clara Felicia Cinta Satriyo

“Kemungkinan iya, sih, walaupun saya sedikit menyangkal, ahahaha. Karena saya lebih menyiapkan anak laki-laki saya menjaga adik dan ibunya. Saya cenderung posesif memang ke Fara. Kalau Istri mungkin ini karma, karena saat pacaran, saya sama sekali nggak ada perhatian ke ibunya, ahahaha.” Oji ayah dari Fara

Well, ternyata sebagian besar para Ayah mengakui sih ya kalau memang mereka lebih perhatian ke anak perempuan.

Kalau menurut mbak Vera Itabiliana Psi, ini terjadi karena bisa saja nilai-nilai zaman dulu masih terpatri hingga sekarang, bahwa anak perempuan itu lebih berisiko menjadi korban kejahatan dibarengi dengan anggapan bahwa anak perempuan lebih ‘lemah’. Bisa juga karena sebagai sesama laki-laki, para ayah sudah pasti pernah melewati masa-masa menjadi anak kecil dulunya, sudah paham kurang lebihnya apa yang akan dialami oleh anak laki-lakinya, namun tidak demikian halnya dengan anak perempuan.

Ayah yang buta dengan dunia anak perempuan jadi lebih berhati-hati. Ketidak tahuan membuat mereka lebih protektif.

Namun, sebenarnya, yang paling ideal tentu saja harus diperlakukan sama. Karena bagaimana pun tantangan yang akan dihadapi oleh anak laki-laki maupun anak perempuan ke depannya kan nggak jauh beda. Maka anak perempuan juga perlu diajarkan untuk tangguh. Mungkin pendekatannya yang dibedakan. Jangan sampai, karena terlalu melindungi si anak perempuan, terjadilah kondisi ketika ayah nggak pernah menegur atau memarahi si anak perempuan. Ini yang membuat anak perempuan bisa jadi malah kurang tangguh.

Bagaimana dengan para suami mommies, tipe yang memang lebih perhatian ke anak perempuan atau imbang antara anak perempuan dan anak laki-laki?


Post Comment