Sebenarnya, Apa Manfaat Dari Mainan Fidget Spinner?

Katanya, Fidget Spinner ini sebenarnya adalah alat bantu untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Lantas, benarkah jika anak non ABK memainkannya malah jadi berbahaya?

Ketika Fidget Spinners semakin hits di kalangan anak-anak, suami saya sempat mencetuskan ide untuk membelikan anak kami mainan tersebut. “Yang aku dengar, sih, bisa bantu perkembangan motorik anak berkebutuhan khusus,” terangnya. Hmm..oke. Kalau sudah ada embel-embel membantu anak-anak special needs, saya menjadi tertarik, secara Rimba memang ada gangguan SPD (Sensory Processing Disorder).

Tapi saya kemudian berpikir, sebelah mananya Fidget Spinners yang bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak kami? Saya pun langsung ngobrol sama mbak Vera Itabiliana, Psi. selaku psikolog yang menangani anak saya.

Menurut telaah mbak Vera, fungsi dari Fidget Spinners ini sebenarnya adalah untuk membantu anak-anak yang punya kebutuhan sensori berlebih di tangannya, atau kita kenal dengan “nggratil”, bahasa kerennya, fidget (gelisah) hands.

Beberapa ciri-ciri dari fidget hands ini seperti suka main-mainin pulpen saat mendengarkan guru di dalam kelas, gigit-gigit kuku ketika merasa cemas, dan sejenisnya. Untuk anak yang lebih kecil, kita bisa lihat ketika ia suka sekali ‘gremet-gremet’ tangan temannya.

Sebenarnya, Apa Manfaat Dari Mainan Fidget Spinner? - Mommies Daily

Menurut beberapa penelitian, Fidget Spinners bahkan diklaim bisa membantu anak-anak dengan ADHD, autisme, dan gangguan sensori untuk lebih bisa fokus dan berkonsentrasi. Namun, bahkan pada anak-anak special needs tersebut di atas, Fidget Spinner tidak lantas jadi alat yang utama dalam mengatasi gangguan tumbuh kembang. Dibutuhkan stimulasi-stimulasi lain untuk mengoptimalkan tumbuh kembanganya. Fidget Spinner hanya bersifat sementara saja, dan bertujuan mengalihkan otak mereka ketika mendapatkan stimulasi yang berlebihan.

Namun, menurut mbak Vera lagi, bukan berarti anak-anak tanpa gangguan tumbuh kembang tidak boleh memainkan permainan ini. Tapi, orangtua juga mesti hati-hati, dan memberikan batasan. Untuk anak-anak berkebutuhan khusus Fidget Spinners ini dimainkan sembari mengerjakan sebuah tugas, atau sesuatu, supaya ia lebih fokus. Nah, untuk anak-anak yang tidak mengalami gangguan, sebaiknya perlakukan Fidget Spinners sebagai mainan, yang memang dimainkan ketika tidak sedang melakukan hal lain.

Jangan sampai mainan ini justru dimainkan di dalam kelas misalnya, ketika mendengarkan pelajaran. Fidget Spinner malah justru jadi distraktor dan ujung-ujungnya nggak baik buat perkembangan anak-anak non ABK.

Gara-gara ini pula, beberapa sekolah bahkan sudah melarang mainan ini dimainkan di lingkungan sekolah, karena terbukti bukannya meningkatkan konsentrasi, malah justru membuat anak-anak memainkannya di dalam kelas dan lebih fokus tentang bagaimana memainkan Fidget Spinners dengan canggih, daripada mengikuti kegiatan wajib di dalam kelas.

Beberapa orang kemudian ada yang berkilah, bahwa Fidget Spinners bisa membantu mengatasi kebosanan. Daripada main gadget, kan? Begitulah pembelaannya. Anggapan itu, sih, sah-sah saja. Tapi anak-anak juga perlu diajarkan bahwa rasa bosan adalah sebuah perasaan yang normal. Nggak selalu rasa bosan harus dihibur dengan Fidget Spinners, atau game misalnya.

Lebih mudah membantu anak-anak non-ABK mengelola rasa bosannya tanpa bantuan gadget. Misalnya saja dengan mengajaknya membaca buku yang kita bawakan, mewarnai, main tebak-tebakan, atau mengobservasi keadaan sekeliling. Bahkan kita juga bisa membantu mereka untuk belajar duduk dan menunggu dengan tenang. Minta mereka untuk menggunakan imajinasinya. Sama aja kayak kita dulu sebelum punya gadget. Kalau kita lagi bosan menunggu orang yang janjinya ngaret, kita nggak lantas nggratil, kan, ya? Hahaha…


Post Comment