Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Minum Teh Manis dan Kopi Saat Sahur

Masih senang minum teh manis dan kopi saat sahur? Kalau iya, ada baiknya simak penjelasan dari dr Diana F Suganda, MKes, SpGK, spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah dulu, deh.

Sebagai pecinta kopi, salah satu yang paling saya rindukan saat menjalankan ibadah puasa adalah mengkonsumsi minuman kopi. Selama puasa, mau nggak mau jatah minum kopi memang jadi berkurang. Kalau biasanya setiap pagi dan sore, sering ‘ketemu’ kopi, saat puasa kan jadi nggak bisa.

Kebiasaan ngopi akhirnya sering saya gantikan dengan minum teh. Khususnya ketika berbuka puasa. Lagi pula, minum teh saat buka juga sudah jadi kebiasaan sejuta umat, ya? Banyak yang menganggap minum teh manis, bisa memberikan energi. Anggapan ini memang nggak sepenuhnya salah, kok, tapi perlu dicermati juga kalau teh mengandung kafein dengan sifat diuretik. Kafein ini juga terdapat dalam kopi.

Lalu kenapa? Apa bahayanya kefein dengan sifat diuretik ini. Dalam hal ini dr Diana F Suganda, MKes, SpGK, spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah, menjelaskan kalau kafein dengan sifat diuretik yang membuat tubuh jadi dehidrasi.

Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Minum Teh dan Kopi Saat Sahur-mommiesdaily

Oleh karena itulah saat puasa, khususnya ketika sahur, dr. Diana menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi kopi dan teh.

“Lebih baik ganti saja dengan secangkir susu hangat, percuma juga kalau minum tapi justru malah hanya akan menguras air di dalam tubuh. Teh sama juga dengan kopi.”

Malah katanya, kopi juga yang mengandung kafein sifatnya diuretik ini tidak hanya menyebabkan dehidrasi karena bisa mengeluarkan cairan, kopi juga meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Untuk itu, dr. Diana tidak menganjurkan untuk mengonsumsi kopi dan teh selama puasa, khususnya saat sahur. Terlebih buat ibu hamil dan menyusui yang tetap menjalankan puasa.

Seperti yang kita ketahui, ibu hamil dan menyusui membutuhkan zat besi, sementara kandungan zat yang terdapat dalam kopi justru menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Zat ini justru akan berkompetisi dengan zat besi di dalam tubuh.

“Padahal saat ibu menyusui kita juga perlu tambahkan ekstra zat besi, supaya tidak anemia karena kekurangan zat besibesi. Kalau ibu sudah makan makanan yang mengandung zat besi seperti ati ayam dan sayuran hijau tapi tetap saja minum kopi maka zat besi tidak terserap tubuh dengan optimal, ” jelas dr. Diana lagi.

Terlebih buat ibu menyusui yang bayinya sangat sensitif. Tidak sedikit, bayi yang tidak kuat apabila ibunya mengonsumsi kopi. Hal ini mengakibatkan bayi mengalami kolik.

Jadi gimana? Sudah bisa menakar dong ya, seberapa banyak minum kopi dan teh saat puasa? Kalau kebablasan, bisa-bisa mengalami dehidrasi selama puasa.


Post Comment